Menampilkan 247-252 dari 441 Artikel
By greatnusa • 14 Februari 2023
Banyak hal penting yang harus dipenuhi oleh setiap pemilik usaha agar bisnisnya bisa bertahan dan berkembang di tengah ketatnya persaingan. Salah satunya adalah laporan keuangan. Tidak sekadar lembar kertas semata, laporan keuangan punya peran yang sangat penting untuk keberlangsungan suatu bisnis.
Adanya laporan keuangan bisa membuat kamu mengetahui bagaimana kondisi finansial bisnis yang kamu miliki dalam jangka waktu tertentu. Kamu perlu tahu bahwa suatu perusahaan dikatakan sehat bukan berarti perusahaan tersebut tidak memiliki hutang, melainkan bagaimana perusahaan tersebut bisa melakukan pengelolaan aset dan hutang yang dimiliki dengan sangat baik sehingga bisnisnya pun bisa tetap bertahan.
Tidak khusus untuk perusahaan yang telah berkembang besar saja, perusahaan dalam skala bisnis menengah dan kecil juga membutuhkan adanya laporan keuangan. Tentunya, membuat sebuah laporan keuangan yang memenuhi aturan akuntansi finansial yang diberlakukan di Indonesia tidak bisa dibilang mudah. Kamu perlu ekstra teliti dan cermat sehingga bisa membuat data finansial yang akurat.
Jadi, apa itu laporan keuangan? Secara sederhana, laporan keuangan merupakan laporan yang berisikan catatan keuangan, termasuk transaksi yang dilakukan oleh perusahaan, baik transaksi penjualan, pembelian, dan jenis transaksi lainnya yang punya nilai ekonomi. Umumnya, laporan keuangan dibuat dalam jangka waktu atau periode tertentu, bisa setiap bulan, setiap tahun, atau bisa juga keduanya.
Sudah tentu, laporan keuangan harus dibuat dengan benar, akurat, dan cermat. Inilah mengapa, setiap bisnis memerlukan setidaknya satu orang akuntan yang bertugas membuat laporan keuangan perusahaan. Nantinya, laporan keuangan tersebut akan dipaparkan di depan para petinggi perusahaan juga investor, biasanya saat evaluasi performa dan kinerja perusahaan tahunan.
Baca Juga: 4 Fungsi Manajemen Keuangan untuk Perusahaan
Setidaknya, ada lima macam-macam laporan keuangan yang banyak digunakan dalam dunia usaha yang disesuaikan dengan jenis transaksi yang berlangsung di dalam suatu bidang usaha. Setiap jenis laporan keuangan punya prinsip dan fungsi yang tidak sama satu dengan lainnya, berikut penjelasan lengkapnya:
Pertama, ada laporan laba rugi yang dibuat untuk mengetahui pemasukan dan pengeluaran perusahaan dengan lebih mendetail. Laporan ini mencakup data pemasukan dan beban atau pengeluaran yang menjadi tanggungan perusahaan.
Umumnya, laporan laba rugi dibuat guna memberikan penjelasan bagaimana keadaan finansial perusahaan dalam periode tertentu. Inilah mengapa, mayoritas laporan keuangan dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun sesuai dengan kebijakan setiap perusahaan. Jenis laporan keuangan ini diterapkan pada beberapa bentuk bisnis, salah satunya bisnis UKM dengan merinci pendapatan, pajak, dan beban keuangan.
Macam-macam laporan keuangan selanjutnya adalah laporan arus kas atau cashflow. Jenis laporan keuangan ini menampilkan semua informasi yang berkaitan dengan pendapatan dan pengeluaran perusahaan dalam satu periode waktu. Laporan ini tentu sangat berguna apabila kamu melakukan evaluasi struktur finansial dan aktiva bersih dari perusahaan.
Selain itu, laporan arus kas juga banyak dimanfaatkan untuk mengetahui peluang dan perubahan kondisi perusahaan. Laporan satu ini banyak dipakai untuk berbagai sektor bisnis, mulai dari manufaktur, industri, perdagangan, hingga finansial.
Berikutnya ada laporan perubahan modal atau disebut juga laporan ekuitas, salah satu bentuk laporan keuangan yang paling penting untuk perusahaan besar atau publik. Tujuannya yaitu supaya perusahaan mampu menjelaskan terjadinya peningkatan maupun penurunan dalam aset kekayaan atau aktiva bersih perusahaan selama periode waktu tertentu dengan prinsip ukuran tertentu.
Lantas, mengapa laporan perubahan modal banyak digunakan oleh perusahaan publik atau bisnis berskala besar? Ternyata, hal tersebut karena perusahaan memiliki susunan kepemilikan yang rumit apabila terjadi perubahan ekuitas pada tahun yang sedang berlangsung. Sementara itu, laporan perubahan modal dibuat dengan tujuan untuk memberikan informasi tentang perubahan yang berkaitan dengan modal sekaligus membuat rangkuman dari semua dana maupun investasi yang didapat dalam satu periode.
Laporan neraca menjadi macam-macam laporan keuangan lainnya yang berisikan semua informasi tentang aktiva dan semua hal yang menjadi tanggung jawab perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Sebenarnya, laporan neraca merupakan bentuk gabungan semua jenis laporan keuangan yang dibuat untuk menentukan kebijakan finansial pada masa selanjutnya. Bentuk laporan ini digunakan untuk semua jenis bisnis.
Suatu laporan neraca keuangan juga memaparkan informasi tentang para pemegang saham perusahaan, kreditur yang berpartisipasi, peraturan pemerintah, dan banyak strategi perusahaan lainnya. Saat menyusunnya, pastikan data tidak boleh memiliki selisih, bahkan satu rupiah sekalipun. Apabila terdapat selisih, artinya terdapat kesalahan dalam penyusunan laporan tersebut dan perlu segera diperbaiki untuk menghindari ambiguitas.
Bentuk laporan keuangan yang terakhir adalah catatan atas laporan keuangan yang berfokus pada berbagai informasi tambahan yang ada. Fungsinya untuk membantu memaparkan proses yang berlangsung hingga perusahaan berada pada angka laporan finansial yang tertulis. Tak hanya itu, catatan tersebut juga membantu mendefinisikan berbagai penyimpangan dari tahun pertama ke tahun berikutnya.
Sebenarnya, catatan atas laporan keuangan ini tidak menjadi hal yang harus ada. Pasalnya, fungsinya pun hanya sebagai penjelasan tambahan untuk pihak yang membutuhkan. Meski begitu, informasi yang tercantum dalam catatan tersebut sering kali sangat penting karena bisa membantu mengungkapkan berbagai persoalan dasar baik atau tidaknya finansial perusahaan. Selain laporan laba rugi, bentuk laporan catatan juga banyak diterapkan dalam bisnis UKM dan bisnis skala besar.
Baca Juga: Kenali 11 Karakteristik Kualitas Informasi Akuntansi yang Penting
Setiap perusahaan wajib memiliki laporan keuangan agar bisnisnya semakin maju dan berkembang. Sebenarnya, apa saja fungsi dibuatnya laporan keuangan? Berikut beberapa di antaranya:
Pastinya, laporan keuangan dibuat untuk menilai bagaimana keadaan perusahaan. Jadi, apabila laporan finansial menunjukkan kerugian dalam jumlah besar, artinya perusahaan sedang mengalami penurunan. Sebaliknya, apabila profit tinggi, artinya perusahaan sedang mengalami perkembangan baik. Dengan begitu, pemilik usaha bisa mengambil kebijakan dan strategi yang tepat untuk keberlangsungan perusahaan.
Selain itu, laporan finansial juga dibutuhkan sebagai bahan penilaian atau evaluasi. Tanpa adanya laporan keuangan, evaluasi tentu tidak maksimal. Pasalnya, semua isi laporan menjadi tolok ukur untuk mengetahui permasalahan berikut solusi yang mungkin dipilih. Evaluasi yang optimal tentu membuat kebijakan yang diambil lebih tepat, dan diharapkan masalah yang telah terjadi tidak terulang kembali.
Terakhir, laporan finansial juga menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan, baik pada para investor atau pemerintah atau pihak lain yang terkait. Laporan keuangan yang detail membuat perusahaan tampak kredibel di mata para investor, jadi buatlah laporan finansial dengan sebaik dan sedetail mungkin.
Baca Juga: Macam-Macam Biaya Produksi yang Perlu Anda Ketahui
Bisa dibilang, macam-macam laporan keuangan tadi menjadi rapor untuk perusahaan. Semua data keuangan yang tertulis menjadi pedoman pemilik bisnis untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan, masalah yang dialami, dan solusi yang bisa diambil untuk mengatasinya. Nah, jika kamu ingin mengetahui lebih lanjut tentang bisnis, ekonomi, dan analisis, kamu bisa mengikuti program kursus online dari GreatNusa. Kamu bisa belajar dari mana saja setiap waktu dengan menggunakan fitur auto-tracking untuk memantau semua program kursus daring yang pas dengan minat atau kebutuhan kamu. Bahkan, kamu juga bisa bekerja sama dengan komunitas dan mitra yang memang berkolaborasi dengan GreatNusa. Yuk, gabung sekarang!
By greatnusa • 13 Februari 2023
Ketika membicarakan keberhasilan suatu perusahaan maka salah satu faktor utama yang memainkan peran penting adalah kepemimpinan yang baik. Namun apa sebenarnya fungsi leadership?
Pasalnya kepemimpinan tidak hanya tentang mengambil keputusan yang tepat, tetapi juga bagaimana cara memimpin karyawan dengan baik. Dalam artikel ini kamu akan diajak melihat apa saja fungsi dari leadership yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sukses.
Leadership dapat diartikan sebagai kemampuan untuk memimpin, mengarahkan, dan menginspirasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin yang baik harus mampu memimpin dengan teladan, integritas, serta rasa tanggung jawab yang besar.
Leadership alias kepemimpinan juga melibatkan kemampuan untuk memahami kebutuhan dan keinginan karyawannya. Meski dihadapkan dengan berbagai pilihan, seorang pemimpin tidak akan bingung tetapi justru siap mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi berbeda.
Keberadaan leadership jelas memiliki tujuan. Perusahaan yang berhasil pasti didukung dengan arahan serta bimbingan yang jelas dari seorang pemimpin. Itu sebabnya leadership memiliki tujuan untuk mengarahkan dan membimbing setiap karyawan ke arah yang tepat.
Adanya suatu kepemimpinan dalam perusahaan bertujuan mengarahkan seluruh karyawan supaya bisa berjalan untuk mencapai tujuan bersama. Kalau tidak ada orang yang memimpin maka setiap karyawan akan bergerak ke arah yang berlawanan atau berbeda tanpa bisa mencapai tujuan.
Perusahaan yang berjalan seperti ini jelas akan menemui kegagalan. Tinggal tunggu waktu saja sampai perusahaan tersebut kehilangan keseimbangannya dan menjadi bangkrut.
Tujuan lain dari leadership ialah untuk membimbing seluruh karyawan ke arah yang benar. Bimbingan yang dimaksudkan bisa berupa evaluasi, masukan, hingga keputusan yang sudah diperhitungkan dengan banyak pertimbangan.
Baca Juga: Apa itu Kecerdasan Buatan dan Contohnya? Bagaimana Cara Kerjanya?
Fungsi dari leadership dalam suatu perusahaan tidak perlu diragukan lagi. Keberadaan pemimpin bisa digambarkan sebagai aturan lalu lintas. Ketika setiap pengendara berjalan ke tempat tujuannya masing-masing tanpa mengikuti peraturan maka keadaan lalu lintas pasti akan sangat kacau. Kemacetan dalam lalu lintas pasti tidak bisa dihindari lagi.
Namun adanya aturan seperti rambu-rambu lalu lintas maka setiap pengendara bisa sampai tujuan dengan selamat. Dalam hal ini kepemimpinan juga memiliki tugas yang sama yaitu memastikan setiap aktivitas operasional bekerja dengan baik sebagaimana seharusnya. Fungsi kepemimpinan yang lainnya bisa kamu lihat berikut ini.
Seorang pemimpin berfungsi menetapkan visi dan tujuan jangka panjang agar perusahaan mampu bertahan dalam segala situasi. Visi yang jelas akan membantu memandu langkah-langkah yang diambil oleh karyawan sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif.
Seorang pemimpin juga bertugas membuat rencana dan strategi untuk mencapai tujuan perusahaan. Rencana yang baik akan memastikan perusahaan bisa berkembang sesuai harapan.
Seorang pemimpin yang sukses harus mampu membangun tim yang kuat dan efektif dengan cara saling mendukung. Faktanya keberadaan tim yang solid akan membuat tujuan tercapai secara lebih cepat.
Konflik akan selalu terjadi dalam suatu perusahaan. Meski sudah dilakukan strategi untuk menghindarinya, terkadang konflik akan muncul pada waktu tidak terduga. Oleh karena itu seorang pemimpin harus mampu mengelola konflik yang terjadi dengan cara yang sehat dan konstruktif.
Kepemimpinan akan sangat berpengaruh ketika berfungsi dengan baik. Sesederhana memberikan motivasi dan dukungan kepada karyawan saja sudah cukup untuk mencapai tujuan bersama.
Seorang pemimpin yang sukses harus mampu meningkatkan kinerja karyawan dengan memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif supaya tujuan bisa dicapai lebih cepat. Fungsi satu ini tidak bisa dihiraukan begitu saja karena evaluasi dan masukan merupakan faktor penting untuk perkembangan perusahaan.
Seorang pemimpin juga harus bisa menjadi teladan bagi seluruh karyawannya. Hal ini bisa ditunjukkan dengan sikap yang positif, etis, dan profesional.
Seorang pemimpin perlu membangun hubungan yang baik dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk karyawan, investor, dan juga pelanggan. Hubungan yang baik jelas akan membantu memperkuat komunikasi, kemitraan, dan kredibilitas perusahaan.
Kemampuan beradaptasi perlu dikembangkan supaya dapat bertahan dengan perubahan lingkungan yang cepat dan tidak terduga. Kemampuan ini sangat efektif dalam mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang muncul.
Baca Juga: 11 Tipe Leadership yang Wajib Dipelajari Sebelum Menjadi Seorang Pemimpin
Leadership sudah dilakukan dalam waktu yang lama. Meski musim dan keadaan berubah, kepemimpinan yang baik akan selalu dipraktikkan demi keberhasilan perusahaan. Beberapa contoh leadership yang akan membuat perusahaan berhasil ialah sebagai berikut.
Seorang pemimpin yang efektif jelas akan menginspirasi karyawan untuk mengikuti visi dan nilai-nilai yang dipegang. Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan memimpin melalui contoh.
Ambil contoh ada seorang pemimpin yang ingin mempromosikan nilai kerja keras dan dedikasi. Jika ingin karyawan melakukannya maka pemimpin tersebut harus terlebih dahulu menunjukkan kerja keras dan dedikasi dalam tindakan sehari-hari.
Dalam kepemimpinan harus ada komunikasi yang jelas dan terbuka di antara karyawan. Pemimpin harus menunjukkan kejelasan visi, tujuan, dan harapan kepada karyawannya supaya masing-masing individu dapat mengatur ekspektasi. Pemimpin juga harus siap membuka telinga untuk mendengarkan pendapat dan masukan demi perkembangan perusahaan ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Authentic Leadership: Pengertian, Ciri, dan Cara Menerapkannya
Seorang pemimpin biasanya mendorong kolaborasi di antara sesama karyawan supaya tercipta ide dan inovasi baru untuk pertumbuhan perusahaan. Kolaborasi yang kuat bahkan dapat meningkatkan efisiensi serta membantu menciptakan solusi kreatif untuk tantangan yang sedang dihadapi.
Dalam bisnis, risiko akan selalu ada seiring dengan perkembangan zaman. Itu sebabnya seorang pemimpin harus siap mengambil risiko yang sudah diperhitungkan untuk mencapai tujuan. Terlepas hasil akhirnya, pemimpin harus bisa mengajak seluruh karyawan untuk berpartisipasi demi keberhasilan bersama.
Fungsi leadership sangat penting untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Ketika kepemimpinan berfungsi dengan baik maka tinggal tunggu waktu bagi perusahaan tersebut untuk naik ke level lebih tinggi. Persaingan yang ketat tidak akan membuatnya goyah, justru hal tersebut akan menjadi batu loncatan untuk melompat lebih tinggi.
Pastikan kamu memahami semua informasi di atas supaya bisa memimpin dengan baik. Keterampilan dalam memimpin juga harus dikembangkan terus-menerus agar perusahaan dapat selalu bertumbuh.
Oleh karena itu kamu harus selalu belajar demi mendapatkan perspektif baru. GreatNusa adalah tempat yang tepat untuk kalau kamu ingin belajar tentang kepemimpinan. GreatNusa menawarkan berbagai kursus leadership yang dirancang untuk membantu kamu mengembangkan keterampilan kepemimpinan dan mencapai kesuksesan yang lebih besar.
Bergabunglah bersama GreatNusa sekarang dan kuatkan fungsi leadership kamu dalam perusahaan!
Sales force adalah departemen yang ada di suatu perusahaan yang bertugas untuk menjual produk dan layanan kepada pelanggan. Tanpa adanya sales force, atau tenaga penjualan, perusahaan tidak akan bisa menjual produk atau layanannya dan mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, sales force merupakan elemen yang sangat penting di dalam perusahaan.
Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari mengenai apa yang dimaksud dengan sales force secara lebih mendalam, mulai dari pengertiannya hingga fungsi dan tugasnya. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Sales force merupakan bagian dalam sebuah perusahaan yang bertugas untuk memasarkan produk dan layanan yang ditawarkan kepada pelanggan, atau dengan kata lain, Departemen Penjualan. Tujuannya adalah untuk mencapai target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan, membangun dan memelihara hubungan baik dengan pelanggan, serta memastikan kepuasan pelanggan.
Sales force memainkan peran yang sangat penting dalam meningkatkan penjualan perusahaan dan memastikan bahwa produk dan layanannya terjual dengan baik kepada pelanggan. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan prospek dan mencari peluang bisnis baru, melakukan presentasi dan demonstrasi produk, serta mengelola hubungan dengan pelanggan.
Dalam menjalankan tugasnya, sales force harus memiliki pengetahuan yang baik tentang produk dan layanan perusahaan, serta memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan. Mereka juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan negosiasi yang baik, serta memiliki pemahaman tentang pasar dan industri yang mereka targetkan. Oleh karena itu, peran sales force sangat penting dalam menentukan keberhasilan penjualan suatu perusahaan.
Baca Juga: Memimpin Tim Sales untuk Berhasil
Sales force memiliki beberapa tujuan selain hanya menghasilkan penjualan, antara lain:
Tentu saja, tujuan utama dari sales force adalah menghasilkan penjualan. Namun, mereka juga harus melakukannya dengan efisien dan semurah mungkin. Mengumpulkan informasi mengenai prospek dan memproses pesanan saja tidak cukup.
Sales force harus selalu memperhatikan peningkatan tingkat konversinya. Tingkat konversi adalah persentase pelanggan yang melakukan pemesanan dan membayarnya. Jadi, jika tim sales force berbicara kepada 100 calon pelanggan per hari dan 20 dari mereka menghasilkan penjualan, maka tim tersebut memiliki tingkat konversi sebesar 20 persen.
Sales force yang sukses selalu mencari cara untuk meningkatkan tingkat konversinya. Tingkat konversi yang lebih tinggi berarti bisnis menghabiskan lebih sedikit uang untuk mengonversi setiap pelanggan, sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi.
Dibutuhkan lima hingga 25 kali lebih banyak uang untuk menarik pelanggan baru daripada mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Nah, di sinilah peran sales force untuk memanfaatkannya. Sebagai titik kontak langsung dengan pelanggan, sales force harus dapat membangun hubungan yang berharga dengan pelanggan.
Sales force yang menindaklanjuti pelanggan dan memastikan mereka puas dengan produk atau layanan yang diberikan sangatlah penting. Sebagian besar pelanggan yang beralih ke kompetitor biasanya melakukannya secara diam-diam, tanpa memberi tahu siapa pun. Jadi, salah satu tujuan sales force adalah memastikan pelanggan tetap senang dan terus berbisnis dengan perusahaanmu.
Departemen penjualan adalah salah satu sektor bisnis yang paling penting untuk pertumbuhan. Melalui membangun hubungan dan membuat pelanggan senang, rekomendasi dari mulut ke mulut pun akan meningkat. Selain itu, pelanggan yang puas biasanya bersedia memberikan ulasan positif untuk perusahaan secara daring (online).
Ulasan adalah hal yang sangat penting dalam melakukan bisnis di era digital. Calon klien pasti ingin melihat bahwa perusahaan dapat menyediakan produk atau layanan yang berkualitas dan telah membuat pelanggan lain senang.
Inilah sebabnya mengapa sales force dapat membantu mengembangkan bisnis. Melalui layanan pelanggan yang luar biasa, pelanggan akan menjadi setia dan akan merekomendasikan untuk berbisnis dengan perusahaan, yang pada akhirnya dapat membawa bisnis baru. Selain itu, sales force yang berkualitas juga akan selalu mencari prospek baru, yang semakin mengembangkan bisnis.
Baca Juga: Apa Itu Jenjang Karier serta Contohnya
Setiap perusahaan biasanya memiliki anggota sales force dengan peran yang berbeda-beda. Namun, biasanya tugas-tugas dari sales force kurang lebih masih sama. Berikut ini adalah beberapa tugas yang biasanya dilakukan oleh sales force.
Sales force bertanggung jawab untuk mencari dan mengidentifikasi prospek. Sales force biasanya dapat mencari prospek melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, seminar, loka kaya (workshop), hingga meminta rujukan dari klien atau kolega. Kemudian, sales force harus menghubungi prospek tersebut dan membuatnya menjadi prospek potensial, baik itu melalui telepon, pesan, atau surel (email).
Prospek potensial adalah individu yang diidentifikasi sebagai pelanggan potensial yang memiliki kemungkinan besar untuk melakukan konversi.
Anggota sales force harus melakukan riset, baik itu ketika mencari prospek maupun setelah mendapatkan prospek. Agar dapat membuat prospek menjadi potensial, sales force harus melakukan banyak riset, mulai dari mengenal prospek, apa masalah yang sedang dihadapi oleh prospek, apa yang dapat perusahaan tawarkan, hingga bagaimana cara meyakinkan prospek untuk melakukan konversi.
Memiliki prospek potensial saja tidak cukup; anggota sales force harus dapat meyakinkan prospek potensial tersebut untuk melakukan konversi. Oleh karena itu, sales force harus menyiapkan presentasi yang sangat bagus sehingga dapat meyakinkan prospek potensial bahwa masalah yang mereka hadapi dapat diselesaikan oleh produk atau layanan yang perusahaan tawarkan. Sales force harus memastikan bahwa presentasi yang dibuatnya dapat meyakinkan prospek potensial untuk melakukan konversi.
Setelah prospek menjadi pelanggan, sales force harus menjadi penghubung antara perusahaan dengan mereka. Sales force harus selalu menindaklanjuti pelanggan setelah menggunakan produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan, apakah mereka sudah puas atau masih ada yang harus diperbaiki. Setelah itu, sales force juga harus bekerja sama dengan departemen lain agar pelanggan bisa mendapatkan pengalaman yang memuaskan.
Baca Juga: Inilah Contoh Strategi Korporasi yang Perlu Kamu Ketahui!
Setiap perusahaan biasanya akan menentukan target dan kuota penjualan yang harus dipenuhi dalam kurun waktu tertentu, baik itu satu hari, satu minggu, maupun satu bulan. Salah satu tugas utama dan paling penting dari anggota sales force adalah untuk memenuhi target dan kuota tersebut serta membawa keuntungan untuk perusahaan.
Wah, ternyata tujuan dan tugas sales force cukup banyak, ya? Jika kamu masih ingin mempelajari mengenai topik ini lebih dalam lagi, yuk langsung saja ikuti kursus-kursus mengenai sales di GreatNusa. Kami menyediakan banyak sekali kursus mengenai sales yang akan diajarkan oleh profesional dan ahli di bidangnya, mulai dari yang gratis hingga yang berbayar. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, klik di sini!
Akuntansi biaya adalah istilah yang tidak asing digunakan pelaku usaha dan profesional keuangan sebagai bagian yang melekat dengan keteraturan pencatatan keuangan. Tanpa pemahaman akuntansi menyeluruh, sulit untuk mempertahankan keberlangsungan dan mengembangkan suatu bisnis.
Agar bisnis berjalan lancar, pelaku usaha harus mendalami konsep akuntansi biaya, mulai dari definisi, jenis, fungsi, dan penerapannya. Yuk, simak penjelasan lebih lengkap di bawah ini!
Akuntansi biaya adalah suatu proses pencatatan keuangan yang mengelompokkan dan meringkas biaya produksi serta penjualan produk atau jasa dengan cara tertentu. Langkah ini dibutuhkan sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelola usaha kepada pihak eksternal (investor dan kreditor) maupun pihak internal (manajemen dan pemilik usaha).
Data historis yang ditampilkan lewat pencatatan tersebut dapat dipakai manajemen sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan pengambilan keputusan di masa mendatang. Proses akuntansi ini melibatkan aktivitas pencatatan, pengklasifikasian, pembuatan, serta pelaporan seluruh transaksi atau biaya yang muncul selama proses produksi, distribusi, dan penjualan produk/jasa.
Terdapat beberapa jenis akuntansi biaya yang perlu kamu tahu agar tidak kesulitan saat menerapkannya, yaitu:
Fokus kegiatan dalam akuntansi biaya ini adalah mengukur berapa besar anggaran pembuatan dan bea hasil produksi. Jadi, kedua laporan tersebut dapat diselaraskan satu sama lain guna mendapatkan perkiraan besar keuntungan dari pembuatan produk tersebut.
Akuntansi biaya ini fokus mengukur efisiensi peralatan produksi, kebutuhan bahan baku produksi, dan sumber daya manusia (SDM). Maka, penerapan standard cost accounting banyak dilakukan pada pencatatan kebutuhan anggaran yang langsung mempengaruhi proses produksi.
Sesuai dengan penamaannya, contribution margin merupakan jenis akuntansi biaya yang fokus pada aktivitas analisis break even point. Aktivitas tersebut bisa memperlihatkan mana saja poin produk yang berpotensi menciptakan keuntungan lebih. Kemudian pihak manajemen melakukan evaluasi apakah perlu meningkatkan atau mengurangi produksi produk tersebut.
Akuntansi biaya terakhir fokus pada proses pencatatan guna menetapkan besaran anggaran produksi yang kemudian diselaraskan dengan volume produk. Cost volume profit menggunakan asumsi besaran anggaran biaya pokok produksi tidak berubah, tetapi volume produk dapat diubah. Langkah ini dianggap dapat menambah sumber pendapatan.
Fungsi akuntansi biaya adalah membantu manajemen dalam mengambil keputusan terkait proses produksi yang dilakukan. Beberapa fungsi akuntansi biaya dijelaskan sebagai berikut.
Akuntansi biaya diperlukan dalam menentukan harga pokok dari suatu produk maupun jasa yang dihasilkan. Penentuan harga ini penting agar harga tetap kompetitif di mata konsumen, alias tidak terlalu rendah maupun tinggi. Jika tertarik dengan strategi harga, kamu bisa membaca lebih lengkapnya di artikel ini: 11 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis
Estimasi biaya menggunakan data histori dengan menilai seberapa besar faktor-faktor lain mempengaruhi biaya tersebut. Akuntansi biaya juga berfungsi merencanakan dan mengendalikan biaya agar pihak manajemen dapat memantau apakah muncul penyimpangan tertentu, seperti selisih antara biaya riil dan perencanaan. Jika ditemukan, pihak manajemen akan mempertimbangkan perlu tidaknya tindakan koreksi sebagai upaya pengendalian biaya.
Semua harga pokok unsur-unsur produksi dapat dibuat secara rinci sehingga berapa biaya umum maupun khusus dapat diidentifikasi dengan baik. Ini akan membantu dalam penghitungan berapa besar pengeluaran yang dibutuhkan saat memproduksi suatu barang.
Data yang terkumpul dalam pencatatan ini akan membantu proses penyusunan anggaran produksi. Data dasar ini akan memastikan proses pencatatan dapat disusun secara benar dan rinci. Jadi, semakin lengkap data setiap unsur produksi, semakin mudah pula untuk menyusun anggaran produksi. Kamu bisa menemukan rumus perhitungan biaya produksi dan contoh lengkapnya di artikel ini: Rumus Biaya Produksi: Pengertian dan Contoh Perhitungan
Akuntansi biaya juga berperan menyediakan informasi dasar perencanaan bea dan beban. Menyusun anggaran tidak bisa dilakukan sembarangan karena harus tahu lebih dahulu apa saja jenis pengeluaran dan bagaimana mendistribusikannya. Itulah mengapa perencanaan juga memerlukan argumen valid, mendasar, dan tertulis agar pelaksanaan berjalan sesuai ekspektasi.
Salah satu fungsi akuntansi biaya adalah merencanakan dan mengendalikan anggaran. Dengan begitu, pihak manajemen dapat memantau dan mengontrol apakah ada penyimpangan dalam laporan bea produksi.
Kamu sudah memahami definisi, jenis, dan fungsi akuntansi biaya. Lantas, bagaimana penerapan akuntansi biaya di perusahaan? Jawabannya, dapat berbeda-beda sesuai jenis bisnis yang dijalani. Berikut tiga contoh penerapan akuntansi biaya pada perusahaan dagang, perusahaan tambang, dan perusahaan manufaktur.
Seperti diketahui, menjual produk yang sudah dibeli perusahaan kepada konsumen menjadi kegiatan utama perusahaan dagang. Lantaran tidak memproduksi barang sendiri, perusahaan dagang berperan sebagai distributor barang dagangan saja. Oleh karena itu, perusahaan dagang menggunakan empat unsur dasar dalam penghitungan akuntansi biaya.
Karena memperhitungkan barang masuk dan keluar, perusahaan dagang harus memperhitungkan dan memperhatikan akun lain. Misalnya, akun penjualan, akun pembelian, akun beban pemasaran, akun potongan pembelian, akun persediaan, akun potongan pembelian, serta akun potongan harga.
Berlawanan dengan perusahaan dagang, kegiatan perusahaan manufaktur fokus pada pembuatan produk melalui pengolahan bahan baku menjadi produk siap jual. Maka, akuntansi pada perusahaan ini bertujuan menentukan harga pokok produksi dari masing-masing barang serta menyajikan informasi harga-harga produksi per unit yang ada di gudang penyimpanan.
Siklus akuntansi biaya perusahaan manufaktur meliputi beberapa proses, seperti persiapan bahan baku, proses pembuatan produk, dan menciptakan produk jadi. Adapun beberapa akun yang perlu diperhitungkan dalam akuntansi biaya perusahaan manufaktur antara lain harga pokok bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead produksi, dan harga pokok penjualan.
Aktivitas utama perusahaan tambang meliputi kegiatan eksplorasi, pengembangan dan pembangunan, produksi, dan pengolahan atau refinery. Perbedaan kegiatan ini membuat siklus akuntansi biaya perusahaan tambang perlu pengaturan khusus, yaitu melalui Peraturan Standar Akuntansi (PSAK) yang mencakup aturan:
Akuntansi biaya perusahaan pertambangan harus dilakukan pada setiap aktivitas utama yang dilakukan. Dengan demikian, pemilik usaha dapat mencermati dan meneliti sejauh mana masing-masing aktivitas itu menguntungkan.
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan keuangan yang mengelompokkan dan meringkas biaya produksi berikut penjualan produk/jasa dengan cara tertentu. Akuntansi biaya akan membantu manajemen dalam mengambil keputusan terkait proses produksi yang dilakukan.
Akuntansi hadir sebagai media informasi yang diperlukan dalam mengelola bisnis modern, baik skala besar maupun skala kecil. Maka, penting bagi pemilik usaha untuk memahami akuntansi biaya dan menerapkannya dengan benar sesuai bisnis yang dijalani.
Kamu bisa belajar sendiri atau mendalaminya lebih lanjut melalui kursus Bisnis dan Ekonomi di GreatNusa. Didampingi tenaga pengajar dan praktisi berpengalaman, kamu dapat menerapkan ilmu langsung pada bisnis yang tengah dijalani saat ini.
Ayo, daftarkan dirimu di GreatNusa sekarang!
Keberadaan data hadir di mana pun, seperti di laporan penjualan, spreadsheet, platform media sosial, serta survei kepuasan pelanggan. Di era informasi modern ini, jumlah data yang dihasilkan bahkan sulit untuk dibayangkan. Ketika data-data tersebut dianalisis secara tepat, data akan menjadi "harta karun" bagi individu maupun kelompok yang membutuhkannya.
Analisis data merupakan proses pembersihan, penafsiran, dan visualisasi data yang ditujukan untuk menggali wawasan berharga. Metode yang dipakai untuk menganalisis data tergantung pada jenis data yang menjadi objeknya—kuantitatif atau kualitatif. Kamu juga bisa menggunakan alat analisis data untuk mempermudah proses.
Meski begitu, sebuah alat tanpa operator yang andal tidak akan berguna. Jadi, kamu harus tahu langkah langkah analisis data secara efektif berikut!
1. Tentukan tujuan
Apakah tujuan yang mendorongmu melakukan analisis data? Menentukan tujuan artinya membuat hipotesis dan mencari cara untuk mengujinya. Mulailah bertanya sesuatu yang umum, seperti "apa masalah bisnis yang ingin kucoba pecahkan?"
Jika belum terlintas ide apa pun, coba tanyakan sesuatu yang lebih spesifik. Pada dasarnya, analis data bekerja untuk memahami secara mendalam bisnis dan tujuannya sehingga dia bisa menemukan sumber masalah dengan segera.
Sebagai contoh, kamu bekerja di perusahaan teknologi yang menciptakan layanan pelatihan online. Perusahaan memang mampu menggaet pelanggan baru, tetapi tidak begitu andal dalam menarik klien lama untuk melakukan pemesanan ulang. Dari permasalahan tersebut, pertanyaan yang muncul bisa berupa, "faktor apa yang memengaruhi pengalaman klien secara negatif?" atau, "bagaimana caranya membuat klien betah sembari meminimalkan biaya?"
Baca Juga: 9 Contoh Analisis Perilaku Konsumen untuk Digital Marketing
2. Kumpulkan data
Sesudah menetapkan tujuan, buatlah strategi untuk mengumpulkan data-data yang sesuai. Kuncinya adalah menentukan jenis data yang paling dibutuhkan, baik dalam bentuk kuantitatif maupun kualitatif. Masing-masing data termasuk dalam salah satu dari tiga kategori:
Data ini didapatkan dari konsumen secara langsung oleh kamu atau perusahaanmu. Bentuknya dapat berupa data pelacakan transaksi atau informasi dari sistem CRM (Customer Relationship Management).
Tidak peduli sumbernya, data pihak pertama biasanya terstruktur dan terorganisasi dengan secara jelas dan menentu. Sumber-sumber lain yang bisa dipertimbangkan, misalnya, survei kepuasan pelanggan, kelompok yang terfokus, wawancara, atau observasi langsung.
Demi memperkaya analisismu, sebaiknya amankan sumber data pihak kedua. Data ini merupakan data pihak pertama milik organisasi lain. Kamu bisa mencapai sumbernya dengan menghubungi organisasi tersebut secara langsung atau melalui marketplace.
Disimpulkan dari artikel yang dipublikasikan oleh Piwik (2019), manfaat terpenting dari data pihak kedua adalah bentuknya yang terstruktur—walau umumnya kurang relevan jika dibandingkan dengan data pihak pertama—dan isinya cenderung bisa dipercaya. Contoh dari data ini adalah aktivitas situs web, aplikasi, atau media sosial, seperti histori pembelian online atau data pengiriman.
Data ini dikumpulkan dari berbagai sumber oleh organisasi pihak ketiga. Sering kali, data pihak ketiga berisi big data yang tidak terstruktur. Ada banyak organisasi yang mengumpulkan mahadata untuk membuat laporan industri atau untuk menjalankan riset pasar. Contoh sumber andal dari jenis data ini, yakni portal pemerintah atau repositori data terbuka.
3. Bersihkan data
Salah satu dari langkah langkah analisis data yang tidak boleh ketinggalan adalah membersihkan dan merapikan data. Bersihkanlah data sampai yang tersisa hanyalah data berkualitas tinggi. Kunci dari tahap pembersihan data, yaitu
Data Analis profesional umumnya menghabiskan 70–90 persen waktunya untuk membersihkan data. Hal ini sekilas terdengar berlebihan. Namun, fokus pada data-data yang keliru akan memperburuk hasil analisis. Jadi, sebaiknya lakukan tahap ini dengan tenang dan sabar, ya!
Baca Juga: Membangun dan Mempraktekkan Database Design & Analytics untuk Bisnis
4. Analisis data
Selamat! Kamu sudah menyelesaikan pembersihan data dan menuju tahap selanjutnya. Bisa dikatakan, tahap ini merupakan momen yang paling "seru". Teknik analisis data yang kamu terapkan tergantung pada tujuan awal. Umumnya, masing-masing teknik tercakup dalam salah satu dari empat kategori berikut:
5. Sebarkan hasil analisis
Selesai menganalisis? Jika hasil analisis digunakan untuk kepentingan banyak pihak, bukan hanya kamu yang harus menyimpan wawasan tersebut. Bagikan wawasan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, seperti atasan atau pemilik perusahaan.
Tahap ini cukup kompleks karena kamu tidak hanya perlu membagikan hasil analisis, tetapi juga harus memperkirakan dampak dan mencari cara penyampaian yang mudah dicerna oleh segala tipe audiens.
Berhubung hasil analisis data umumnya dipakai oleh para pengambil keputusan, kamu perlu memastikan bahwa penyampaiannya 100 persen jelas dan tidak ambigu. Oleh karena hal ini, analis data kerap kali memanfaatkan laporan, dashboard, atau visualisasi interaktif untuk mendukung hasil temuannya.
Baca Juga: Problem Solving: Cara Mudah Pengambilan Keputusan Berdasarkan Data
6. Pahami kesalahan
Tahap terakhir yang tak boleh dilewatkan adalah memahami kesalahanmu. Langkah-langkah yang telah disebutkan sebelumnya lebih seperti proses iterasi daripada jalan pintas. Proses analisis yang diterapkan untuk setiap penyelesaian masalah tentunya berbeda.
Sebagai contoh, ketika proses pembersihan data, bisa jadi kamu menemukan pola yang menimbulkan pertanyaan yang benar-benar baru. Mau tidak mau, kamu harus kembali ke tahap awal, yakni menentukan objektif.
Tidak perlu berkecil hati ketika menemukan kesalahan. Analisis data memang begini adanya: kacau dan penuh eror. Hal yang terpenting adalah terus mengasah kemampuanmu dalam menemukan dan mengatasi masalah tersebut.
Demikian langkah langkah analisis data yang bisa kamu jadikan sebagai pedoman. Panduan di atas tidak hanya diperlukan untuk menganalisis data manual, tetapi juga digital. Jadi, apa pun bidang analisis data yang sedang kamu geluti, pada dasarnya semua menuntut tahapan proses yang sama.
Ingin memperbanyak pengetahuan seputar analisis data? Ayo, bergabung dengan kursus online GreatNusa! Manfaatkan kursus gratis dari platform digital ini seperti kursus Data Science dimana kamu bisa mendapatkan wawasan dari para profesional sekaligus belajar dengan nyaman dimanapun dan kapanpun.
Kunjungi situs web GreatNusa sekarang juga untuk mengetahui informasi lebih lanjut!
By greatnusa • 13 Februari 2023
Perdagangan Internasional tidak serta-merta hanya untuk membantu memperbanyak keuntungan suatu negara dalam dunia bisnis. Perdagangan internasional juga dapat menstabilkan harga. Mengapa perdagangan internasional dapat menstabilkan harga? Mari cari tahu jawabannya pada artikel berikut ini!
Perdagangan internasional sebenarnya memiliki konsep yang sama dengan perdagangan pada umumnya. Namun, ada beberapa hal yang membedakan perdagangan internasional. Berikut adalah ciri-ciri perdagangan internasional yang perlu kamu ketahui!
Perdagangan internasional adalah jenis perdagangan yang terjadi antara negara-negara yang berbeda. Hal ini dapat membantu negara-negara tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya. Perdagangan internasional juga dapat memperluas pasar bagi perusahaan-perusahaan dan membuka kesempatan kerja baru.
Penggunaan mata uang asing adalah ciri-ciri perdagangan internasional selanjutnya. Perdagangan internasional memungkinkan negara-negara untuk melakukan transaksi dengan satu sama lain tanpa harus menukar mata uang mereka ke mata uang negara lain terlebih dahulu. Hal ini membuat perdagangan lebih mudah dan cepat, serta mengurangi risiko yang terkait dengan perubahan nilai tukar mata uang.
Namun, penggunaan mata uang asing juga dapat menimbulkan risiko tambahan. Contohnya seperti risiko nilai tukar, dan negara-negara dapat mengambil tindakan untuk mengendalikan atau mengurangi risiko ini.
Perdagangan internasional adalah proses pertukaran barang dan jasa antarnegara. Negara-negara melakukan ekspor barang atau jasa yang dihasilkan di negara tersebut ke negara lain dan juga mengimpor barang atau jasa dari negara lain.
Perdagangan internasional melibatkan perusahaan multinasional dan organisasi global karena perdagangan internasional adalah proses global yang membutuhkan partisipasi dari berbagai negara dan perusahaan. Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang beroperasi di lebih dari satu negara, baik dengan memiliki anak perusahaan atau dengan melakukan ekspor dan impor.
Baca Juga: Perdagangan Internasional: Pengertian, Tujuan, Manfaatnya Bagi Konsumen
Banyak sekali bentuk perdagangan internasional yang dilakukan sejauh ini oleh antarnegara. Untuk menambah pemahaman kamu mengenai perdagangan internasional, berikut adalah contoh-contoh perdagangan internasional!
Ekspor minyak bumi adalah proses pengiriman minyak mentah atau produk turunan minyak dari suatu negara ke negara lain. Negara-negara dengan cadangan minyak yang besar seperti Arab Saudi, Rusia, dan Venezuela adalah pemasok utama minyak bumi dalam perdagangan internasional.
Sedangkan impor minyak bumi adalah proses pembelian minyak mentah atau produk turunan minyak dari negara lain oleh suatu negara. Negara-negara yang memiliki konsumsi minyak yang tinggi seperti Amerika Serikat, China, dan Jepang adalah pembeli utama minyak bumi dalam perdagangan internasional.
Contoh perdagangan internasional barang elektronik adalah sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang memproduksi smartphone menjual produknya ke perusahaan di negara lain, seperti China atau India. Contoh lainnya, sebuah perusahaan di negara lain yang memproduksi televisi menjual produknya ke perusahaan di Amerika Serikat atau negara lain. Perdagangan ini dapat dilakukan melalui ekspor dan impor.
Barang jasa juga dapat diperjualbelikan pada perdagangan internasional. Contoh perdagangan internasional barang jasa dalam bidang keuangan adalah sebuah bank asal Amerika Serikat yang memberikan jasa layanan perbankan, seperti transfer uang atau pembiayaan, ke nasabah di negara lain, seperti Inggris atau Singapura.
Contoh lainnya, sebuah perusahaan asuransi asal Jepang yang menjual produk asuransi ke perusahaan atau individu di negara lain seperti Brasil. Perdagangan ini dapat dilakukan melalui ekspor dan impor jasa keuangan.
Jasa cloud computing adalah salah satu jenis jasa teknologi informasi yang dapat dikategorikan sebagai produk perdagangan internasional. Cloud computing adalah teknologi yang memungkinkan penyimpanan data dan aplikasi di internet. Perusahaan yang menyediakan jasa cloud computing dapat menyediakan layanan ini ke perusahaan atau individu di negara lain melalui internet.
Contohnya, sebuah perusahaan asal Amerika Serikat yang menyediakan layanan cloud storage atau layanan platform cloud computing seperti Amazon Web Services, Microsoft Azure, atau Google Cloud Platform dapat menyediakan layanan ini ke perusahaan di negara lain melalui ekspor jasa.
Baca Juga: Memahami Pengertian dan Contoh Pasar Global
Perdagangan internasional dapat menstabilkan harga karena dapat meningkatkan pasokan dan permintaan suatu barang atau jasa, meningkatkan kompetisi, efisiensi produksi, dan spesialisasi dalam produksi yang dapat diproduksi dengan biaya lebih rendah. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai alasan-alasan tersebut.
Diversifikasi sumber daya adalah strategi yang digunakan untuk mengurangi risiko dengan menyebar investasi atau sumber daya ke beberapa area atau jenis yang berbeda. Hal ini dapat menstabilkan harga dengan mengurangi dampak dari fluktuasi harga di satu area atau sektor tertentu.
Jika ada beberapa pemasok yang bersaing untuk pasar yang sama, mereka akan berusaha untuk menawarkan harga yang lebih baik dan kualitas yang lebih baik untuk menarik pelanggan. Hal ini dapat membantu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tingkat inflasi.
Efisiensi dalam perdagangan internasional dapat menstabilkan harga dengan cara meningkatkan pasokan dan permintaan barang dan jasa di pasar global, sehingga mengurangi volatilitas harga. Efisiensi juga dapat meningkatkan kompetisi di pasar global, yang dapat menekan harga secara alami.
Spesialisasi dalam perdagangan internasional dapat menstabilkan harga dengan cara meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Ketika negara atau wilayah mengejar spesialisasi dalam produksi tertentu, mereka dapat meningkatkan skala produksi dan meningkatkan efisiensi dengan cara menggunakan teknologi dan pengalaman produksi yang lebih efisien.
Hal ini dapat menurunkan harga produk yang dihasilkan dan meningkatkan daya saing perdagangan. Spesialisasi juga dapat membantu negara atau wilayah untuk mengejar kompetensi yang unik dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global.
Baca Juga: Mengenal Manfaat Pasar Global Bagi Bisnis atau Perusahaan
Kebijakan perdagangan internasional meliputi berbagai macam instrumen yang digunakan oleh pemerintah untuk mengatur perdagangan antarnegara. Berikut adalah kebijakan perdagangan internasional yang perlu kamu ketahui!
Kebijakan tarif pada perdagangan internasional adalah mekanisme yang digunakan oleh negara untuk mengatur masuknya barang dan jasa dari negara lain. Tarif adalah pajak yang dikenakan pada barang atau jasa yang diimpor ke negara tersebut.
Kebijakan kuota ditetapkan untuk mengendalikan jumlah suatu produk yang diperdagangkan antarnegara dan dapat digunakan untuk melindungi industri domestik, mengendalikan inflasi harga, atau membatasi jumlah suatu produk yang dapat masuk ke negara tersebut. Kebijakan kuota dapat diterapkan pada produk tertentu atau pada negara tertentu.
Kebijakan ini diterapkan dengan menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan negara lain atau dengan bergabung dengan organisasi perdagangan global, seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Kebijakan perdagangan bebas diharapkan dapat meningkatkan efisiensi ekonomi dengan mengizinkan barang dan jasa untuk diperdagangkan di pasar yang lebih luas, yang pada gilirannya akan menurunkan harga bagi konsumen dan meningkatkan kompetisi yang menguntungkan bagi produsen domestik.
Pendalaman mengenai materi mengapa perdagangan internasional dapat menstabilkan harga bisa kamu dapatkan lebih jauh lagi dengan mengikuti kursus ekonomi dan bisnis online di GreatNusa. Selain belajar, kursus di GreatNusa bisa membantu kamu untuk mengembangkan bisnismu ke depannya! Mari bergabung dan belajar bersama GreatNusa sekarang juga!