Menampilkan 1 - 6 dari 86 Artikel
By Gilbert Ronaldo • 10 September 2025
Digital mindset adalah kunci sukses di era digital. Pelajari pengertian, karakter, dan cara menerapkannya agar bisnis dan karier tetap unggul.
Digital mindset kini menjadi kunci sukses di era digital. Setiap pebisnis, profesional, maupun individu yang ingin berkembang harus mampu memanfaatkan teknologi digital secara maksimal untuk mendukung aktivitas dan tujuan mereka.
Tetapi, apa sebenarnya digital mindset itu? Bagaimana cara menerapkannya agar bisa membantu bisnis atau karier berkembang di era transformasi digital 2025? Simak ulasan lengkap berikut ini.
Digital mindset adalah pola pikir strategis untuk memanfaatkan teknologi digital dengan tujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan inovasi dalam bisnis maupun aktivitas personal. Seseorang yang memiliki digital mindset tidak hanya tahu cara menggunakan teknologi, tetapi juga memahami manfaat dan peluang yang bisa dicapai melalui teknologi tersebut.
Di era digital saat ini, disrupsi terjadi hampir di semua bidang, mulai dari ekonomi hingga pendidikan. Bisnis harus hadir di platform digital untuk tetap relevan dan dekat dengan konsumen. Tanpa digital mindset, bisnis cenderung tertinggal oleh kompetitor yang lebih adaptif terhadap perubahan.
Contoh sederhana, brand global yang menjadi top of mind masyarakat tetap memanfaatkan website, media sosial, dan aplikasi digital untuk membangun kedekatan dengan audiens. Selain itu, penggunaan aplikasi manajemen internal juga mempermudah operasional dan meningkatkan efisiensi tim.
Meskipun memerlukan investasi awal, teknologi digital memungkinkan pemilik bisnis fokus pada strategi, inovasi, dan pengambilan keputusan penting. Oleh sebab itu, memiliki digital mindset menjadi investasi jangka panjang bagi setiap bisnis dan profesional.
Baca Juga: Digital Learning: Pengertian, Contoh, dan Manfaatnya
Digital mindset bukan sekadar memahami teknologi, tetapi juga mencakup beberapa karakter penting untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan karier di era digital global.
Informasi dan inovasi digital berkembang sangat cepat. Pebisnis yang memiliki keingintahuan tinggi mampu menyaring informasi relevan dan menemukan peluang baru tanpa terjebak pada hal-hal yang tidak penting.
Orang dengan digital mindset tidak menunggu instruksi. Mereka bertindak proaktif, menyelesaikan tugas dengan hasil maksimal, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.
Perubahan tren dan teknologi terjadi cepat. Fleksibilitas memungkinkan bisnis atau individu menyesuaikan strategi, tetap relevan, dan cepat beradaptasi tanpa kehilangan fokus pada tujuan utama.
Optimisme memandu individu melihat setiap tantangan sebagai peluang belajar dan berinovasi. Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, optimisme ini menjadi pendorong pertumbuhan yang nyata.
Baca Juga: Literasi Digital: Pentingnya Dalam Bisnis Modern
Memiliki digital mindset saja tidak cukup. Implementasi yang tepat adalah kunci untuk mencapai hasil optimal dalam bisnis maupun karier.
Evaluasi sumber daya dan posisi bisnis atau karier saat ini. Identifikasi gap antara kondisi sekarang dan target yang ingin dicapai, termasuk teknologi dan skill yang dibutuhkan.
Susun strategi yang tepat untuk mengisi gap tersebut. Gunakan data, riset, dan pemahaman tren digital terkini agar strategi lebih relevan dan efektif.
Baca Juga: 6 Manfaat Digital Marketing untuk Perkembangan Bisnismu
Evaluasi hasil implementasi secara rutin. Identifikasi metode yang berhasil, perbaiki yang kurang optimal, dan terus adaptasi dengan perubahan digital yang terjadi.
Digital mindset adalah fondasi penting bagi setiap individu dan bisnis yang ingin unggul di era digital global. Untuk mengasah kemampuan ini, GreatNusa menyediakan berbagai kursus online pilihan yang membantu meningkatkan hardskill dan softskill secara praktis dan fleksibel sesuai kebutuhanmu.
By Gilbert Ronaldo • 27 September 2026
Perkembangan kecerdasan buatan kini memasuki fase baru melalui kehadiran Agentic AI. Berbeda dari chatbot konvensional yang hanya menunggu instruksi, agen AI otonom mampu merencanakan alur kerja, mengambil keputusan mandiri, dan mengeksekusi tugas kompleks secara terintegrasi di dunia industri modern.
Dunia kerja sedang menyaksikan pergeseran paradigma paling fundamental dalam sejarah pemanfaatan teknologi informasi. Jika dalam beberapa tahun terakhir kita disibukkan dengan eksplorasi kecerdasan buatan generatif yang berfokus pada percakapan interaktif satu arah, kini sorotan industri beralih secara drastis ke arah Agentic AI. Kehadiran agen cerdas ini bukan lagi sekadar alat bantu untuk menjawab pertanyaan, melainkan entitas komputasi mandiri yang mampu bertindak sebagai rekan kerja otonom di tengah lingkungan korporasi.
Perubahan ini membawa implikasi besar terhadap bagaimana organisasi mendistribusikan beban kerja, mengelola proyek, serta menentukan tolok ukur produktivitas karyawan. Para profesional tidak lagi hanya dituntut mahir merangkai kata perintah atau prompt, melainkan bertransformasi menjadi orkestrator sistem cerdas yang mampu mengarahkan serangkaian agen otonom guna menuntaskan proses bisnis yang rumit secara presisi dan efisien.
Banyak praktisi yang pada awalnya menyamakan Agentic AI dengan asisten percakapan digital biasa. Namun, secara arsitektur fundamental, terdapat jurang perbedaan yang sangat signifikan di antara keduanya. Chatbot konvensional bekerja dengan mekanisme reaktif: ia menerima input teks dari pengguna, memproses konteks statis, dan memproduksi respons teks atau gambar tanpa memiliki memori tindakan jangka panjang atau kemampuan interaksi dinamis dengan sistem eksternal.
Sebaliknya, Agentic AI dirancang dengan sistem penalaran berlapis (reasoning loop) yang memungkinkannya menguraikan satu tujuan akhir menjadi serangkaian sub-tugas yang terstruktur. Agen otonom dilengkapi dengan kemampuan:
Dengan kapabilitas tersebut, seorang manajer proyek misalnya tidak perlu lagi mengekstraksi data secara manual, memindahkannya ke spreadsheet, dan menyusun laporan ringkas. Satu instruksi terstruktur kepada agen otonom dapat memicu penarikan data lintas basis data, validasi anomali finansial, hingga penyusunan draf presentasi eksekutif lengkap dengan visualisasi data yang relevan.
Penerapan agen AI otonom bukan sekadar wacana teoritis di laboratorium riset, melainkan telah menjadi tulang punggung efisiensi operasional di berbagai sektor korporasi modern:
Dalam operasional layanan pelanggan, agen AI modern tidak hanya menjawab keluhan pelanggan dengan templat baku. Agen otonom mampu memeriksa status pengiriman barang di sistem logistik, mendeteksi keterlambatan akibat cuaca ekstrem, memproses pengembalian dana parsial sesuai kebijakan garansi, dan mengirimkan notifikasi permohonan maaf kepada pelanggan secara otomatis sebelum pelanggan sempat menyampaikan komplain.
Di bidang teknologi informasi, tim pengembang perangkat lunak memanfaatkan jaringan multi-agen untuk mempercepat siklus rilis produk. Satu agen bertugas mengidentifikasi bug pada repositori kode, agen kedua menyusun unit test untuk mengisolasi masalah, agen ketiga mengajukan pull request dengan perbaikan kode, sementara agen keamanan melakukan audit kerentanan sistem sebelum manusia menyetujui penerapan kode ke lingkungan produksi.
Di sektor keuangan dan investasi, agen otonom dapat memantau ribuan sumber berita global, laporan keterbukaan emiten, dan fluktuasi nilai tukar secara simultan. Ketika terjadi perubahan regulasi ekspor-impor di suatu wilayah, agen secara mandiri menyusun analisis dampak risiko terhadap portofolio bisnis perusahaan dan merekomendasikan penyesuaian alokasi anggaran kepada dewan direksi.
Meningkatnya otonomi sistem cerdas kerap memicu kekhawatiran mengenai hilangnya lapangan kerja manusia. Namun, tren terkini menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi Agentic AI sangat bergantung pada pendekatan Human-in-the-Loop (HITL). Dalam model kolaboratif ini, agen AI menangani beban komputasi berat, penelusuran data berulang, dan orkestrasi administratif, sementara pertimbangan etis, intuisi bisnis, dan keputusan strategis tetap berada di tangan manusia.
Manusia tidak akan digantikan oleh AI, melainkan oleh profesional lain yang mampu mengorkestrasi kecerdasan buatan secara strategis untuk melipatgandakan dampak bisnis dan efisiensi kerja.
Peran karyawan bergeser dari pelaksana teknis mikro menjadi peninjau kualitas dan pengambil keputusan tingkat tinggi. Karyawan bertindak layaknya seorang konduktor orkestra yang memastikan setiap instrumen agen AI memainkan perannya secara harmonis demi mencapai tujuan strategis perusahaan.
Menghadapi era rekan kerja otonom, para pekerja dituntut untuk segera memperbarui rangkaian keterampilan (upskilling) mereka agar tetap kompetitif dan relevan di pasar tenaga kerja. Beberapa kompetensi utama yang kini paling dicari oleh perusahaan antara lain:
Kehadiran Agentic AI bukanlah ancaman yang perlu ditakuti, melainkan batu loncatan luar biasa bagi siapa pun yang bersedia beradaptasi. Organisasi bisnis yang tangkas kini mulai membentuk budaya belajar berkelanjutan (continuous learning culture) untuk membekali talenta internal mereka dengan keahlian digital masa depan.
Mengembangkan pemahaman mendalam tentang ekosistem kecerdasan buatan dan manajemen teknologi modern merupakan investasi karir paling berharga saat ini. Melalui program pelatihan terstruktur dan kurikulum berbasis industri seperti yang tersedia di platform GreatNusa, para profesional dan calon pemimpin bisnis dapat mempersiapkan diri secara matang untuk memimpin transformasi digital dan meraih kesuksesan jangka panjang di era otomatisasi cerdas.
Paradigma rekrutmen global kini bertransformasi secara masif dari kualifikasi berbasis gelar akademis menuju pendekatan Skills-First Hiring. Ketahui bagaimana perusahaan terkemuka menyeleksi kandidat berdasarkan bukti keterampilan nyata, micro-credentials, dan portofolio berbasis proyek di era digital.
Selama beberapa dekade, selembar ijazah perguruan tinggi formal dianggap sebagai tiket emas utama untuk memasuki pintu gerbang dunia kerja profesional. Calon pelamar yang tidak memiliki gelar sarjana dari jurusan linier kerap kali langsung tersisih pada tahap awal penyaringan dokumen oleh bagian Human Resources (HR). Namun, pergeseran lanskap industri yang dipicu oleh otomatisasi cerdas, kecerdasan buatan, dan digitalisasi kilat telah merombak total peta rekrutmen global.
Kini, gelombang baru yang dikenal dengan pendekatan Skills-First Hiring (perekrutan berbasis keterampilan) mulai mendominasi praktik perekrutan di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka, konsultan multinasional, hingga konglomerasi modern. Perusahaan tidak lagi terpaku pada nama besar almamater atau jurusan di ijazah, melainkan memusatkan perhatian pada satu pertanyaan esensial: apakah kandidat ini memiliki keterampilan terverifikasi untuk memecahkan persoalan bisnis yang kami hadapi hari ini?
Peralihan menuju skills-first hiring didorong oleh beberapa faktor fundamental yang dirasakan langsung oleh para perekrut dan pemimpin bisnis:
Munculnya profesi-profesi baru seperti AI Operations Specialist, Growth Product Manager, Prompt Architect, dan Cloud Security Auditor terjadi jauh lebih cepat daripada siklus pembuatan program studi formal di universitas. Menunggu munculnya sarjana dari jurusan yang spesifik akan membuat perusahaan kehilangan momentum pertumbuhan bisnis yang vital.
Banyak perekrut menyadari bahwa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dari kampus ternama tidak selalu berkorelasi positif dengan kelincahan adaptasi, kepemimpinan tim, atau kemampuan praktis menggunakan perangkat teknologi terkini di dunia nyata. Gelar akademis mencerminkan pemahaman teoritis masa lalu, tetapi keterampilan teruji membuktikan kesiapan eksekusi masa depan.
Perekrutan yang kaku berdasarkan ijazah terbukti menyaring keluar ribuan talenta berbakat yang mempelajari keahlian secara otodidak, melalui bootcamp intensif, atau lewat pengalaman kerja praktis. Dengan menghapus syarat gelar formal yang tidak relevan, organisasi dapat menjaring kandidat dengan latar belakang yang lebih kaya, beragam, dan memiliki etos belajar mandiri yang luar biasa tinggi.
Peralihan ke model berbasis keterampilan juga diakselerasi oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan di departemen personalia. Perangkat lunak pelacak pelamar (ATS) generasi modern kini tidak lagi sekadar mencocokkan kata kunci linier pada resume:
Di era skills-first hiring, apa saja yang sesungguhnya diperiksa oleh para manajer perekrut dan dewan penguji?
Dokumen portofolio kini memiliki bobot yang jauh melampaui riwayat pendidikan formal. Perekrut ingin melihat contoh nyata hasil karya pelamar: repositori kode di GitHub bagi pengembang, studi kasus riset pengguna (UI/UX) yang memaparkan alasan di balik keputusan desain, atau dokumen strategi kampanye digital yang mendemonstrasikan efisiensi anggaran iklan bagi pemasar digital.
Sertifikat keahlian spesifik yang diterbitkan oleh platform pembelajaran kredibel atau asosiasi industri profesional menunjukkan bahwa seseorang aktif memperbarui keterampilannya secara berkala. Kredensial modular ini membuktikan bahwa pemiliknya telah menguasai keahlian mutakhir yang sesuai dengan standar kebutuhan industri terkini.
Kemampuan berkolaborasi secara asinkron, memecahkan masalah tanpa instruksi rinci, serta kecepatan mengadopsi perangkat lunak baru (learnability) kini dinilai setara dengan keterampilan teknis tingkat tinggi. Keterampilan ini biasanya diuji secara mendalam melalui wawancara berbasis studi kasus situasional dan simulasi pemecahan masalah langsung.
Perekrut sangat menghargai kandidat yang mampu menceritakan kegagalan masa lalu dan bagaimana mereka belajar mengatasinya. Dokumentasi proses iterasi—mulai dari hipotesis awal, kendala lapangan, hingga solusi akhir yang diterapkan—menunjukkan kedewasaan emosional dan ketangguhan mental seorang profesional.
Bagi pencari kerja maupun profesional yang ingin berpindah karir (career switch), strategi berikut dapat membantu membangun posisi tawar yang kokoh di pasar kerja saat ini:
Ijazah mungkin dapat membukakan pintu kesempatan pertama, tetapi keterampilan yang relevan dan kemauan untuk terus belajar sepanjang hayatlah yang akan menentukan seberapa jauh karir seseorang dapat melesat.
Gelombang skills-first hiring membuka kesempatan yang adil bagi setiap orang untuk meraih karir impian tanpa terhalang latar belakang pendidikan masa lalu. Melalui komitmen terhadap pembelajaran modular dan sertifikasi keahlian terpercaya yang dapat diakses di GreatNusa, Anda dapat membangun portofolio keterampilan masa depan yang kokoh, teruji, dan diakui oleh para pelaku industri terkemuka.
Prospek kerja bisnis digital, seperti manajemen pemasaran digital, konsultan bisnis, analis digital, dan manajer pengembangan bisnis. Simak selengkapnya disini!
Saat ini sebagian besar aktivitas ekonomi di dunia dilakukan secara digital. pertumbuhan ekonomi digital inilah yang membuat banyak perusahaan mencari keunggulan kompetitif baru di ruang digital. Namun, bisnis digital tentu lebih dari sekadar berjualan online saja. Inilah yang kemudian membuat banyak universitas mulai menghadirkan bisnis digital sebagai salah satu pilihan program studinya.
Sebagai tantangan terbesar yang dihadapi para pebisnis dari berbagai sektor usaha, transformasi digital membutuhkan tenaga-tenaga baru yang andal di bidangnya. Jurusan bisnis digital diharapkan bisa membantu mempersiapkan tenaga kerja yang siap menciptakan cara baru untuk terhubung, berkolaborasi dan menjalankan bisnis dengan memanfaatkan teknologi digital.
Dengan menggabungkan antara bisnis digital dengan manajemen secara umum, para alumni diharapkan bisa mempersiapkan berbagai sektor bisnis untuk maju melalui evolusi digital yang ada.
Secara ringkas, program studi bisnis digital memberikan pelajaran bisnis berbasis teknologi. Jurusan ini akan mencetak sumber daya manusia yang siap ditempatkan di perusahaan-perusahaan seperti e-commerce, marketplace, startup dan lain sebagainya. Lantas, apa saja yang akan dipelajari di jurusan ini?
Cakupan ilmu dalam jurusan bisnis digital cakupannya sangat luas. Kamu akan belajar tentang bagaimana cara kerja dan pembuatan e-commerce, web developer, pentingnya user experience hingga pemrograman. Untuk kamu yang menyukai media sosial, kamu juga akan dibelai tentang bagaimana cara sukses membuat kampanye atau iklan lewat media sosial.
Selain fokus pada teknologi digital, ilmu bisnis kamu juga akan dibangun lewat jurusan ini. Teori dasar bisnis secara umum termasuk hukum bisnis, pengantar bisnis hingga kewirausahaan dan perilaku konsumen juga akan dipelajari di sini. Beberapa contoh mata kuliah jurusan bisnis digital antara lain adalah Analisis Bisnis Digital, Strategi Bisnis Digital dan Implementasinya, E-Marketing dan E-CRM hingga Ekonomi Digital Baru. Menarik sekali, bukan?
Baca Juga: 6 Manfaat Digital Marketing untuk Perkembangan Bisnismu
Semakin pesatnya pertumbuhan teknologi membuat masyarakat semakin bergantung pada hal-hal yang sifatnya digital. Transaksi online lewat e-commerce saja misalnya, sudah mencapai Rp266 triliun lebih pada tahun 2020. Di tahun 2021, terjadi kenaikan sebesar 48,5% mencapai Rp395 triliun. Ini menunjukkan bahwa peluang bisnis digital semakin besar dan tentu saja peluang kerja juga semakin tinggi.
Ada beberapa prospek karier menjanjikan bagi kamu alumni jurusan bisnis digital. Simak beberapa di antaranya berikut ini!
Salah satu profesi yang bisa diisi oleh seorang alumni jurusan bisnis digital adalah perencana bisnis berkelanjutan atau Sustainable Business Planner. Di posisi ini kamu akan bertugas menjadi coordinator yang menyusun upaya pelaksanaan bisnis secara berkelanjutan, terutama pasca terjadinya krisis. Kamu juga akan membuat analisis risiko bisnis dan bagaimana efeknya terhadap keberlanjutan bisnis. Dengan berbagai langkah dan analisis bisnis diharapkan bisa kembali produktif.
Manajer pemasaran digital bisa dibilang sebagai posisi yang cukup populer dan banyak dicari oleh perusahaan-perusahaan saat ini. Manajer pemasaran digital bertanggung jawab atas perencanaan dan pengelolaan kampanye pemasaran yang mempromosikan merek, produk dan layanan yang disediakan. Jika kamu berada di posisi ini, kamu memiliki beberapa tanggung jawab termasuk:
Manajer pemasaran digital biasanya memiliki pengalaman dan pengetahuan terkait pemanfaatan media sosial sebagai media promosi.
Peran utama seorang konsultan bisnis adalah membantu perusahaan lain untuk meningkatkan dan mengoptimalkan model bisnis mereka secara keseluruhan. Seorang konsultan bisnis memanfaatkan informasi yang tersedia dari perusahaan yang menjadi kliennya untuk membantu masalah optimalisasi mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks.
Konsultan bisnis menganalisis praktik dalam sebuah perusahaan atau organisasi, mengidentifikasi kelemahan dan menawarkan solusi. Mereka juga umumnya memiliki spesialisasi dalam bidang tertentu seperti pemasaran, sumber daya manusia, manajemen, teknik atau keuangan dan mampu memberikan saran terkait topik yang dikuasainya. Konsultan bisnis biasanya menjadi bagian dari sebuah perusahaan konsultan.
Baca Juga: Pengertian Transformasi Digital, Dampak, dan Cara Kerjanya
Konsultan pemasaran digital adalah penasihat eksternal yang berspesialisasi dalam memanfaatkan saluran pemasaran online untuk menghasilkan prospek dan meningkatkan konversi penjualan. Layanan konsultan pemasaran digital bervariasi, tergantung pada kebutuhan masing-masing perusahaan. Beberapa konsultan mungkin hanya menangani kampanye pemasaran tertentu. Tapi ada juga konsultan yang bertugas mengawasi seluruh strategi pemasaran dari awal sampai akhir.
Terlepas dari cakupan yang dibutuhkan oleh klien, sebagai konsultan pemasaran digital kamu bertanggung jawab memastikan kampanye yang diluncurkan bisa membantu perusahaan mencapai tujuan mereka. Selain itu, kamu juga harus bisa memilihkan saluran pemasaran yang tepat berdasarkan produk dan audiens target klien kamu. Dengan semua strategi ini, klien atau perusahaan tempat kamu bekerja bisa menghasilkan prospek berkualitas dan mengonversi lebih banyak penjualan.
Seorang analis digital memiliki tugas untuk memastikan akurasi laporan, analisis dan dasbor terkait aset digital sebuah perusahaan. Jika kamu ditempatkan di posisi ini, kamu akan menggunakan perangkat lunak CRM (Customer Relationship Management) untuk membantu proses analisis data.
Posisi semacam ini melibatkan pemeriksaan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dengan tujuan akhir memberikan pengalaman digital yang optimal kepada pelanggan. Baik sebelum atau sesudah mereka mengunjungi situs perusahaan.
Bagi analis digital yang menangani pemasaran, mereka bekerja dengan sejumlah data. Mereka umumnya ditugaskan untuk memeriksa kekuatan dan kelemahan pesaing. Dengan data tersebut, mereka akan memanfaatkannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan tempat mereka bekerja.
Untuk menduduki posisi ini, perusahaan biasanya membutuhkan kandidat yang punya pemahaman menyeluruh terkait SEO (Search Engine Optimization) dan strategi pemasaran dengan media sosial. Kamu juga akan bekerja dekat dengan penelitian kata kunci, pengelolaan data dalam jumlah besar dengan menggunakan berbagai alat analitik.
Bisnis digital yang berbasis teknologi adalah bisnis yang dinamis dan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Karena itu, perusahaan yang ingin baju secara digital harus memiliki sosok yang mampu mengembangkan bisnis untuk memajukan posisi perusahaan di pasar. Posisi inilah yang akan diisi oleh seorang manajer pengembangan bisnis atau Business Development Manager.
Seorang manajemen pengembangan bisnis banyak terlibat dengan tim produk, marketing hingga jajaran C-level dalam manajemen perusahaan. C-level biasanya memberikan banyak masukan dalam pengembangan bisnis yang nantinya akan dikolaborasikan oleh manajer pengembangan bisnis dengan tim produk dan marketing. Tugas ini tentu terkait dengan hal-hal yang bersifat digital maupun non digital (offline).
Baca Juga: 5 Contoh Perusahaan yang Melakukan Transformasi Digital
Itulah beberapa informasi penting seputar jurusan bisnis digital dan peluang kerjanya saat ini. Jika kamu ingin menduduki salah satu jabatan penting di atas, jangan lupa memperkaya diri dengan berbagai kelas online yang tersedia di GreatNusa. Semakin luas pengetahuanmu, semakin siap kamu ditempatkan pada posisi strategis bisnis berbasis digital masa depan.
By greatnusa • 4 Februari 2023
Apa itu value proposition? Elemen yang sangat penting bagi bisnis untuk menarik konsumen untuk membeli produkmu. Simak cara membuat value proposition di sini!
Apa yang membuat sebuah produk atau brand terlihat lebih menjual di mata konsumen? Jawabannya terletak pada proposisi nilai alias value proposition yang diangkat dalam produknya. Value proposition merupakan elemen penting karena bisa menjadi pembeda antara bisnismu dan kompetitor. Namun, sudahkah kamu memahami apa itu value proposition?
Penting sekali untuk memahami value proposition terlebih dahulu sebelum membuat suatu produk di bisnismu. Simak penjelasan lengkap tentang value proposition di bawah ini untuk menambah wawasanmu.
Sesuai istilahnya, value proposition merupakan nilai yang diberikan oleh suatu merek atau bisnis kepada konsumen melalui produk barang atau jasanya. Value proposition mencakup manfaat yang bisa dirasakan konsumen dari penggunaan produk tersebut atau strategi agar produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan atau mengatasi masalah konsumen.
Value proposition juga mencakup elemen yang membedakan suatu bisnis dari kompetitor. Singkatnya, produk tersebut harus dirancang lebih unik dan lebih unggul daripada pesaingnya. Value proposition tentunya bertujuan untuk menarik konsumen agar mereka mau membeli produk atau menggunakan jasa yang ditawarkan oleh suatu bisnis.
Perusahaan mana pun tidak boleh melewatkan pentingnya value proposition dalam pemasaran. Value proposition harus ditonjolkan ketika kamu hendak mempromosikan produk, khususnya menggunakan strategi digital marketing seperti media sosial atau situs web.
Produk yang memiliki value proposition akan memiliki angka penjualan yang lebih tinggi dan bisa membangun basis pelanggan. Singkatnya, strategi pemasaran berjalan lebih efektif jika ada value proposition di dalamnya.
Proses penentuan value proposition suatu produk terdiri dari empat tahap, yaitu:
Value proposition yang baik harus selaras dengan identitas perusahaan. Kamu perlu memahami visi, misi, dan tujuan bisnis yang ingin dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Setelah mengetahui identitas bisnis, kamu pun akan mendapatkan lebih banyak ide untuk merancang value proposition.
Ciri lain value proposition yang baik yaitu mampu menarik konsumen agar percaya dan membeli produk kamu. Oleh karena itu, kamu harus melakukan riset pasar secara intensif melalui beberapa metode, seperti wawancara atau survei daring. Hasil risetnya akan berguna untuk membuat produk yang diinginkan oleh konsumen.
Analisis kompetitor juga diperlukan untuk membuat value proposition yang unik. Kamu perlu melakukan riset secara intensif terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Cobalah mencari tahu kelebihan dan kekurangan produk kompetitor kamu. Dari hasil riset tersebut, kamu bisa menentukan Unique Selling Points (USP) yang ingin ditawarkan dalam produkmu.
Value proposition tidak sekadar bertujuan untuk menarik calon pelanggan, tetapi harus memberikan manfaat untuk mereka pula. Kamu perlu menerangkan manfaat dan kemudahan yang akan dirasakan oleh konsumen ketika mereka menggunakan produkmu. Tawarkan juga beberapa fitur produk yang belum tentu dimiliki oleh pesaing.
Baca Juga: 7 Strategi Digital Marketing Yang Efektif Tingkatkan Penjualan
Ada delapan elemen penting yang tidak boleh kamu lewatkan dalam membuat value proposition agar produkmu terlihat menarik di mata konsumen. Apa saja?
Kebaruan berarti kamu menawarkan setiap inovasi yang membuat produkmu lebih unggul daripada kompetitor. Biasanya, elemen ini harus ditemukan dalam produk teknologi. Namun, kamu bisa menerapkannya pada industri bisnis lainnya, seperti memanfaatkan tren terbaru ketika membuat produk busana.
Performa berbicara tentang kinerja produk kamu dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Elemen ini wajib diterapkan dalam produk teknologi atau otomotif. Contohnya, vacuum cleaner memiliki performa yang lebih baik apabila mampu membersihkan ruangan secara menyeluruh.
Customization berarti produk yang kamu tawarkan harus memiliki fitur yang bisa disesuaikan agar relevan dengan kebutuhan konsumen. Untuk memenuhi elemen ini, kamu perlu memahami kebutuhan dan keinginan konsumen terlebih dahulu sebelum membuat produknya.
Elemen ini berkaitan atas tampilan visual suatu produk. Tentunya kamu ingin produkmu terlihat modern dan trendi agar terlihat menarik di mata konsumen. Namun, jangan mengabaikan fungsionalitas dan kemudahan konsumen saat menggunakan produknya.
Inilah pentingnya elemen penyelesaian masalah dalam value proposition. Produk kamu harus bisa menjawab masalah yang sedang dihadapi oleh konsumen. Kamu harus memastikan agar setiap fitur dalam produkmu bersifat fungsional sehingga bisa diandalkan oleh konsumen.
Dua elemen yang saling berkaitan ini biasanya diterapkan pada perusahaan papan atas. Beberapa masyarakat cenderung menggunakan produk dari merek tertentu karena bisa meningkatkan status sosial mereka. Kamu bisa menerapkan elemen ini bersamaan dengan elemen value proposition lainnya.
Harga produk juga termasuk dalam elemen value proposition produk yang penting. Konsumen tentu akan tertarik membeli produk kamu apabila harganya relatif terjangkau. Namun, tidak salah jika kamu ingin memasang harga yang tinggi, selama produk kamu dapat memberikan manfaat bagi konsumen.
Elemen terakhir ini berbicara tentang kemudahan konsumen dalam mendapatkan produk kamu. Kamu bisa mewujudkan elemen ini melalui penempatan produk di situs web jual-beli yang sering digunakan oleh target konsumen.
Masih bingung mengenai contoh penerapan value proposition dalam bisnis? Cobalah melihat contoh ilustrasi berikut ini.
Kamu hendak meluncurkan produk pakaian musim dingin untuk calon pelanggan yang ingin berliburan ke luar negeri. Kamu bisa menerapkan value proposition berupa desain, harga, aksesibilitas, dan penyelesaian masalah. Berikut contoh penerapannya:
Baca Juga: 11 Jenis Strategi Penetapan Harga dalam Dunia Bisnis
Setelah memahami apa itu value proposition, tentu kamu ingin menerapkannya dalam bisnismu, bukan? Skill berpikir kreatif sangat diperlukan dalam membangun value proposition agar produkmu memiliki nilai jual yang unik dan belum pernah disadari oleh kompetitor.
Solusinya, kamu bisa mengikuti kursus Creative Thinking bersama GreatNusa untuk mengembangkan kemampuan ini. Kamu bisa mengakses kursus ini kapan pun selama 12 bulan. Jadi tidak ada alasan ‘tidak sempat mempelajarinya! Hubungi kami untuk informasi lebih lengkap tentang kursus bisnis lainnya di GreatNusa!
By greatnusa • 5 Februari 2023
Peranan teknologi informasi dalam perusahaan, seperti memudahkan komunikasi, manajemen data, dan CRM. Cari tahu selengkapnya melalui artikel berikut ini!
Perusahaan yang kompetitif selalu menerapkan teknologi informasi dalam seluruh kegiatan operasionalnya. Bagaimana tidak, peranan teknologi informasi dalam perusahaan sangatlah besar. Aktivitas bisnis dan operasional perusahaan justru makin berjalan lebih efektif jika menerapkan teknologi informasi di dalamnya.
Lantas, seperti apa peran teknologi informasi yang begitu masif di perusahaan?
Information Technology Association of America (ITTA) mendefinisikan teknologi informasi sebagai ilmu yang mempelajari perancangan, penelitian, implementasi, dukungan, pengembangan dan manajemen sistem informasi. Teknologi informasi berbasis pada perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer.
Teknologi informasi tidak terbatas pada penggunaan alat komunikasi secara elektronik. Justru teknologi ini dikembangkan sebagai perangkat lunak yang bisa mengubah, memproses, menyimpan, melindungi, dan mendapatkan informasi menggunakan metode yang aman. Fungsi inilah yang membuat banyak perusahaan mulai menerapkan teknologi informasi dalam seluruh aspek operasionalnya.
Secara umum, teknologi informasi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dari tujuan utama tersebut, ada tiga tujuan yang lebih spesifik dan saling berkaitan dari kehadiran teknologi informasi. Pertama, teknologi informasi bertujuan untuk memecahkan suatu masalah, khususnya yang terkait informasi dan komunikasi.
Kedua, teknologi informasi juga hadir agar manusia bisa mengerjakan tugasnya secara lebih efisien dan efektif. Terakhir, teknologi informasi membantu manusia untuk berpikir kreatif dan mengembangkan kreativitasnya agar menjadi solusi yang mampu menyelesaikan setiap permasalahannya.
Baca Juga: Cloud Computing: Pengertian, Tipe, Serta Fungsinya
Ada enam fungsi penting teknologi informasi dalam memudahkan pekerjaan manusia. Setiap fungsinya saling menyambung menjadi proses pengolahan data dalam komputer. Berikut penjelasan lengkapnya.
Fungsi menangkap atau capture berarti memasukkan setiap data atau informasi sehingga menjadi data digital yang akan disimpan dalam komputer. Adapun media yang digunakan dalam fungsi ini mencakup kamera, keyboard, mikrofon, dan sebagainya.
Teknologi informasi akan memproses setiap data yang telah diinput menjadi informasi baru. Metode pengolahan datanya terdiri dari penghitungan, penggabungan data, analisis, konversi data, dan sebagainya.
Data yang melalui tahap processing sebenarnya terlihat tidak teratur sehingga menyulitkanmu ketika membacanya. Di sinilah fungsi generating bekerja. Teknologi informasi akan menyusun data tersebut sehingga menghasilkan informasi yang mudah kamu pahami.
Fungsi ini bertujuan untuk menyimpan data digital yang telah kamu input. Data tersebut bisa kamu simpan dalam media penyimpanan internal, eksternal, maupun penyimpanan berbasis komputasi awan. Data yang disimpan tetap bisa diakses kembali kapan saja ketika kamu membutuhkannya.
Teknologi informasi juga memudahkanmu dalam mencari kembali data yang telah tersimpan melalui fungsi retrieval. Fungsi ini belum tentu kamu rasakan kalau menyimpan dokumen dalam bentuk fisik alias hardcopy.
Fungsi transmisi memudahkanmu dalam mengirimkan data yang ada di komputermu. Fungsi ini makin terasa kalau komputermu memiliki jaringan internet sehingga data yang dikirimkan bisa sampai ke komputer tujuan.
Baca Juga: Apa Yang Dimaksud Dengan Literasi Digital Dan Manfaatnya
Teknologi informasi memegang peran yang lebih spesifik dalam kegiatan bisnis dan operasional perusahaan. Peran tersebut tentu berhubungan dengan fungsi teknologi informasi yang disebutkan pada bagian sebelumnya. Berikut peran penting teknologi untuk perusahaanmu.
Kehadiran teknologi informasi memudahkan komunikasi dalam perusahaan agar lebih cepat. Kamu dan rekan kerja bisa saling berkomunikasi lebih cepat melalui media yang tersedia, seperti email atau aplikasi komunikasi lainnya. Komunikasi bersama partner bisnis yang berbeda negara pun menjadi lebih efisien berkat teknologi informasi.
Kamu bisa memantau perkembangan bisnis setiap saat menggunakan teknologi informasi. Internet akan memudahkanmu dalam melakukan monitoring kinerja karyawan maupun proses operasional yang berlangsung di perusahaan. Ketika terjadi kesalahan, kamu bisa mengatasinya lebih cepat sehingga masalahnya tidak berkembang menjadi lebih serius.
Peran ini sangat relevan dengan tujuan diciptakannya teknologi informasi. Kegiatan operasional bisnis berjalan lebih praktis dan mudah apabila kamu memanfaatkan teknologi informasi yang tersedia. Tidak hanya prosesnya, biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih efisien karena kegiatan operasional bisnismu tidak lagi memerlukan proses yang lebih panjang. Peran ini tentunya akan membuat perusahaanmu memperoleh peningkatan profit.
Perusahaan mana pun pasti memiliki data dalam jumlah yang cukup masif. Teknologi informasi membantu perusahaan dalam mengelola setiap data perusahaan. Tidak perlu lagi menyimpan dokumen dalam bentuk kertas karena kamu bisa lebih mudah menyimpannya dalam bentuk digital di komputer.
Sistem manajemen data dalam teknologi informasi juga lebih praktis dari metode manual. Data yang tersimpan akan lebih mudah dicari dan diakses kembali ketika dibutuhkan. Kamu pun bisa mengirimkan data tersebut kepada karyawan lain melalui media yang tersedia. Keamanannya juga lebih terjamin, tetapi bergantung pada sistem penyimpanan data yang kamu pilih.
Teknologi informasi juga membantu kamu mencari wawasan atau pengetahuan yang dibutuhkan terkait bisnismu. Contohnya, kamu bisa mendapatkan informasi seputar kondisi ekonomi global yang bisa memengaruhi kelancaran bisnismu. Proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah sehingga kamu bisa membuat keputusan yang akurat dan sesuai kondisi bisnismu.
Terakhir, teknologi informasi akan memudahkanmu dalam Customer Relationship Management (CRM). Pelanggan dapat terhubung ke perusahaanmu tanpa harus bertemu langsung. Obrolan bersama pelanggan pun bisa disimpan secara otomatis sehingga datanya bermanfaat untuk perkembangan bisnismu.
Baca Juga: Apa Itu UI dan UX dan Komponen Serta Perannya Dalam Bisnis
Besar sekali peranan teknologi informasi dalam perusahaan, ya? Tentu saja kamu harus memanfaatkan teknologi informasi sebaik mungkin agar bisa membawa manfaat besar bagi perusahaanmu. Jangan khawatir kalau penguasaan teknologi informasi kamu masih belum mumpuni karena GreatNusa mempunyai kursus Teknologi Informasi dalam beragam topik yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan bisnismu.
Kamu bisa mempelajari bahasa pemrograman Java, arsitektur komputer, hingga sistem operasi dasar secara online di GreatNusa. Waktu belajarnya pun fleksibel jadi kamu bisa mengikutinya sesuai jadwalmu. Yuk, tingkatkan pengetahuan teknologi informasimu bersama GreatNusa agar kamu bisa menerapkannya secara optimal di perusahaanmu!