Pengertian Transformasi Digital, Dampak, dan Cara Kerjanya

Pengertian transformasi digital

Beberapa tahun terakhir ini, istilah “Revolusi Industri 4.0” sedang digemari oleh berbagai kalangan. Istilah ini sendiri mengacu kepada penerapan teknologi—terutama yang berbasis digital—ke dalam berbagai aspek industri. Bersama istilah ini, muncul juga istilah “transformasi digital”. Namun, apa pengertian transformasi digital yang dimaksud? Bagaimana dampak dan cara kerjanya?

Pengertian Transformasi Digital

Definisi transformasi digital dapat mencakup topik yang cukup luas tergantung kepada Laman Wikipedia Indonesia merumuskan pengertian transformasi digital sebagai “perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat”. Artinya, digitalisasi akan merambah semua aspek kehidupan sehari-hari, seperti mencuci, memasak, bekerja, hingga kegiatan rekreatif.

Apabila melansir dari artikel yang dipublikasikan oleh cio.com, transformasi digital berarti memikirkan ulang bagaimana suatu organisasi atau perusahaan memaksimalkan pemanfaatan teknologi, sumber daya manusia, dan proses untuk menghasilkan model bisnis dan pemasukan baru yang berorientasi kepada ekspektasi konsumen terhadap barang dan jasa (cio.com, 2021). Dengan kata lain, merumuskan ulang kegiatan bisnis untuk disesuaikan dengan era digital.

Sementara itu, The Enterprisers Project (2016) mendefinisikan transformasi digital sebagai integrasi teknologi digital ke dalam semua aspek bisnis, membawa perubahan mendasar dalam operasi bisnis dan cara kita melayani konsumen. Lebih dari itu, The Enterprise Project juga memandang transformasi digital sebagai sebuah perubahan kultural yang terus menentang status quo, sering bereksperimen, dan tidak takut dengan kegagalan.

Melihat tiga pengertian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa meskipun transformasi digital dapat diaplikasikan di bidang apapun, fokus utamanya adalah transformasi bisnis menggunakan teknologi digital. Transformasi digital di bidang bisnis akan mengubah bisnis itu sendiri secara mendasar, dan pada akhirnya akan mengubah cara bisnis memberikan sebuah nilai kepada konsumen.

Baca Juga: 5 Contoh Perusahaan yang Melakukan Transformasi Digital

Cara Kerja dan Penerapan Transformasi Digital

Kita sudah mendapatkan gambaran tentang pengertian transformasi digital dan bagaimana transformasi tersebut ditujukan untuk mereformasi bisnis di era digital. Namun, bagaimana transformasi digital dapat mencapai hal tersebut? Lalu, bagaimana model penerapan transformasi digital yang akan atau sedang diaplikasikan?

Cara Kerja Transformasi Digital

Seperti yang tergambarkan dalam pengertiannya, transformasi digital bekerja dengan cara mengintegrasikan teknologi—utamanya yang berbasis digital—ke dalam semua aspek kehidupan. Transformasi digital di bidang bisnis tidak berhenti hanya dengan menggunakan teknologi untuk mereplikasi proses atau layanan dari bentuk konvensional menjadi bentuk digital semata.

Ketika orientasi suatu entitas bisnis berubah menjadi sebuah digital enterprise, di situlah transformasi digital terjadi. Perusahaan harus terus berevolusi dengan cara bereksperimen dengan teknologi terbaru dan mengevaluasi pendekatan bisnis kamu terhadap permasalahan umum. Seiring munculnya teknologi baru, maka eksperimen baru harus dilakukan, begitu seterusnya.

Baca Juga: Digital Transformation dalam Akuntansi

Penerapan Transformasi Digital

Menurut MIT Sloan Management Review, terdapat tiga aspek utama untuk perusahaan menerapkan transformasi digital, yaitu:

  1. Pengalaman Konsumen

Aspek ini penting bagi perusahaan untuk memahami konsumen lebih mendalam dengan menggunakan teknologi. Teknologi yang digunakan dalam aspek ini memiliki fokus terhadap peningkatan jumlah konsumen dan menciptakan lebih banyak touchpoint untuk konsumen.

  1. Proses Operasional

Dalam aspek ini, penerapan transformasi digital dapat membantu peningkatan efisiensi dalam operasi internal perusahaan. Teknis penerapan dalam aspek ini adalah mengandalkan digitasi dan otomatisasi. Para karyawan didorong untuk memahami dan menggunakan peralatan digital serta mengolah dan menggunakan data dalam proses pengambilan keputusan bisnis.

  1. Model Bisnis

Penerapan transformasi digital pada aspek ini bertujuan untuk menyesuaikan bisnis dengan menggunakan teknologi untuk menghasilkan produk digital. Selain itu, model distribusi dan promosi produk pun akan disesuaikan dengan teknologi yang ada sehingga produk dapat lebih leluasa menjangkau konsumen.

Baca Juga: Digital Transformation: Membangun Diferensiasi Strategi dan Agilitas Organisasi Melawan Disrupsi

Dampak Transformasi Digital

Oleh karena sifatnya yang cukup masif dan—dalam beberapa kasus—disruptif, sudah tentu transformasi digital akan membawa dampak yang besar pula. Dampak yang disebabkan oleh penerapan transformasi digital pun bervariasi tergantung sektor bisnisnya. Namun, ada beberapa dampak umum yang dapat ditemukan, antara lain:

  1. Peningkatan pendapatan

Karena penerapan transformasi digital menyasar efisiensi dan peningkatan kualitas produksi, maka jumlah produk yang bisa dihasilkan dalam satu siklus produksi bisa lebih besar. Selain itu, stok yang ada juga bisa terjual lebih cepat. Peningkatan kapasitas produksi dan distribusi ini akan meningkatkan pendapatan bisnis secara keseluruhan.

  1. Penurunan biaya operasional

Digitasi dan otomatisasi terbukti mampu menurunkan biaya operasional hingga cukup ramping. Meskipun otomatisasi berarti ada peningkatan biaya dari segi pemeliharaan barang, jika dilihat dari aspek jumlah produksi yang dihasilkan dengan biaya operasional yang sama, pada jangka panjang akan terlihat penurunan biaya operasional yang cukup signifikan.

  1. Peningkatan kepuasan konsumen

Karena aspek lain seperti kualitas produk, alur distribusi, hingga promosi sudah ditangani oleh teknologi, maka kemungkinan terjadinya kesalahan bisa dikurangi. Hasilnya, konsumen akan merasa lebih puas.

Baca Juga: 13 Tipe Kepemimpinan Dalam Dunia Profesional

  1. Operasional lebih optimal

Lagi-lagi, karena ditangani oleh teknologi, maka proses operasi dan/atau produksi bisa lebih presisi, cepat, dan minim kesalahan.

Selain dampak positif, tentu saja penerapan transformasi digital juga tidak luput dari dampak negatif. Beberapa dampak negatif dari penerapan transformasi digital berkaitan dengan keamanan data, isu lingkungan, hingga kecanduan. The Enterprise World merumuskan beberapa dampak negatif dari transformasi digital sebagai berikut:

  1. Keamanan Data

Teknologi digital memungkinkan kita menyimpan data dalam jumlah besar, termasuk data-data sensitif seperti data pribadi atau perusahaan. Makin banyak data-data sensitif yang disimpan di perangkat lunak dan bisa diakses melalui jaringan komputer, ancaman serangan siber pun bisa makin serius. Sekali lapisan keamanan bocor, hacker bisa dengan mudah mengunduh dan menjual data-data tersebut.

  1. Manipulasi Data Digital

Tidak hanya pencurian data, manipulasi data juga merupakan dampak negatif dari transformasi digital yang berpotensi menyebabkan kerugian besar. Dengan perangkat dan kemampuan editing yang cukup, seseorang bisa dengan mudah memanipulasi data dan menyebarkan berita bohong untuk menjatuhkan target serangan dengan mengandalkan seberapa cepat isu bisa menyebar di media sosial.

  1. Plagiarisme dan Pembajakan

Sebelum era digital sekalipun, plagiarisme dan pembajakan sudah menjadi perhatian di dunia bisnis. Memasuki era transformasi digital, plagiarisme dan pembajakan menjadi makin marak seiring makin canggihnya media digital. Plagiarisme dan pembajakan ini akan merugikan bisnis dalam jangka panjang apabila tidak segera ditangani.

  1. Ketergantungan Berlebih terhadap Teknologi

Memang benar bahwa transformasi digital mengandalkan teknologi untuk mengembangkan bisnis. Namun, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi juga membawa dampak negatif. Teknologi secanggih apapun tetap tidak sempurna dan bisa mengalami malfungsi sewaktu-waktu. Bisnis yang tidak siap dengan mitigasi malfungsi seperti itu akan sulit bertahan.Begitulah pengertian transformasi digital, cara kerja, dan dampaknya dalam kegiatan bisnis. Mau mempersiapkan diri untuk menghadapi era transformasi digital? Jangan khawatir, GreatNusa siap bantu kamu. Di sini, kamu bisa pilih pembelajaran yang sesuai dengan minat atau bakat kamu dari puluhan kelas yang disampaikan oleh pemateri profesional. Yuk, #BelajarinAja di GreatNusa!

Bagikan Artikel

[show_copy_btn]

Great Nusa

Digital lifelong learning platform for Indonesia’ future leaders. We believe that every citizen has the rights to earn qualified education.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan Required fields are marked *

Tentang GreatNusa

GreatNusa adalah portal pembelajaran online dengan visi mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang berani menjadi pribadi HEBAT dengan materi pembelajaran berkualitas. Akses pembelajaran dengan mudah dari mana saja dan kapan saja tersedia dalam bentuk kursus gratis maupun kursus berbayar melalui website dan aplikasi GreatNusa. Kami berkomitmen membentuk karakter yang HEBAT melalui nilai-nilai perusahaan kami