Menampilkan 427-432 dari 441 Artikel
Memiliki strategi komunikasi persuasif penting dalam dunia kerja, terutama untuk membangun interaksi dengan rekan kerja, atasan, maupun klien. Sebelum kamu mengetahui apa saja yang perlu dilakukan untuk pandai berkomunikasi secara persuasif, pahami dahulu pengertian dan manfaatnya di bawah ini.
Komunikasi persuasif dikenal sebagai salah satu bentuk komunikasi paling dasar. Komunikasi persuasif mengacu pada proses mempengaruhi pendapat, sikap, dan perilaku orang lain yang dapat dilakukan secara verbal dan nonverbal.
Bentuk komunikasi ini telah lama dipraktikkan masyarakat. Misalnya, pada zaman Yunani Kuno, orang memanfaatkan cara berkomunikasi ini untuk menyampaikan masalah yang dihadapi masyarakat di ruang pengadilan, perdebatan masalah kebijakan umum, serta pidato dalam upacara tertentu.
Bagaimana dengan komunikasi persuasif yang efektif? Ini merupakan cara penyampaian pesan yang menyadarkan audiens bahwa ia punya pilihan dan mendorongnya untuk setuju atas sesuatu hal. Dalam konteks organisasi, persuasif hadir dalam upaya penjualan gagasan kepada orang lain, memberi saran, hingga mengumpulkan dukungan dari khalayak.
Baca Juga: 4 Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
Lebih lanjut, komunikasi persuasif memiliki ciri-ciri berikut.
Melihat ciri-ciri di atas, terdapat beberapa faktor penting yang menentukan keberhasilan komunikasi persuasif, yaitu:
Dalam interaksi di tempat kerja, kamu akan bertemu dengan berbagai tipe orang, baik itu rekan kerja, atasan, maupun klien. Berkomunikasi jadi cara utama untuk membangun interaksi yang harmonis dengan mereka. Namun, tentu tidak setiap saat kamu melakukan komunikasi persuasif di tempat kerja.
Teknik komunikasi ini akan banyak digunakan ketika kamu sedang mengikuti rapat dan berupaya mempengaruhi peserta rapat lain untuk sepakat akan suatu hal. Pada kesempatan lain, kamu bisa berbicara dengan persuasif saat menyampaikan proposal kegiatan kepada atasan supaya mendapat persetujuan.
Begitu juga saat berhadapan dengan klien. Kamu akan membutuhkan teknik persuasif untuk meyakinkan mereka mau bekerja sama dengan perusahaanmu. Dari pemaparan di atas, sudah jelas kan mengapa komunikasi persuasif itu penting?
Komunikasi persuasif penting dilakukan karena beberapa alasan, yaitu:
Untuk membangun keterampilan komunikasi persuasif, kamu bisa melakukan 8 strategi komunikasi persuasif berikut ini.
Kenali lebih dahulu seperti apa perilaku lawan bicara yang kamu temui. Jika kamu telah mengetahui dan memahami perilaku orang yang akan kamu ajak berkomunikasi, tentu kamu lebih leluasa berbicara dengan mereka. Termasuk memilih bagaimana cara penyampaian yang tepat. Misalnya, cara bicara, pemilihan kata, bahasa tubuh yang pas, dan intonasi bicara. Dengan begitu membujuk mereka untuk melakukan hal positif pun lebih mudah.
Komunikator andal biasanya mempunyai selera humor tinggi. Saat kamu bersikap humoris, kamu dapat mendekatkan diri pada lawan bicara lebih mudah pula. Bahkan, kamu bisa mengajak atau membujuk lawan bicara melalui lelucon atau candaan yang sebetulnya menyiratkan upaya persuasi. Begitu mereka tertarik dengan humor yang kamu tuturkan, mereka juga lebih bersikap terbuka padamu dan cenderung mudah menyetujui sesuatu.
Seseorang yang terampil berkomunikasi tentu lebih memikat lawan bicara. Pesan yang disampaikan secara persuasif akan lebih mengena dan tepat sasaran ketika disampaikan oleh komunikator yang piawai membawa diri. Gaya bicara penuh percaya diri seperti ini membuatmu mudah mempengaruhi lawan bicara untuk sepakat dan mau melakukan hal positif.
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Interpersonal Skill dalam Organisasi
Berwawasan luas jadi ciri komunikator yang mampu mempengaruhi orang lain. Tidak hanya terkait materi pembicaraan saja, tetapi juga berbagai obrolan santai yang bisa menjadi topik selingan saat berbicara dengan mereka. Contoh, kamu sudah membekali diri dengan tren musik terkini ketika berbincang dengan klien yang kebetulan penyuka musik. Ini akan memudahkan kamu membuka atau mencairkan suasana jika diperlukan.
Sebagai komunikator profesional, kamu pasti tidak ingin terlihat biasa-biasa saja atau malah tidak tahu apa-apa di hadapan lawan bicara. Menguasai materi jadi langkah penting yang harus kamu lakukan supaya terlihat kompeten dalam menyampaikan pesan persuasi kepada lawan bicara. Plus, penguasaan materi yang mumpuni juga jadi faktor penentu yang menarik lawan bicara untuk menyimak dan mau berbagi informasi denganmu.
Percaya diri tampak dari bagaimana cara komunikator berbicara dengan lawan bicara. Ketika kamu terlihat percaya diri, tumbuh keyakinan dari lawan bicara sehingga mereka mau memperhatikan dan mendengarkan apa yang disampaikan. Dengan begitu, lebih mudah bagimu untuk membujuk dan mempengaruhi sikap serta tindakan lawan bicara.
Sikap percaya diri berkaitan erat dengan keterampilan kamu berbahasa dan berbicara di hadapan publik, berikut teknik penguasaan materi yang akan disampaikan. Bisa dibilang, percaya diri merupakan strategi komunikasi persuasif paling mendasar yang menentukan keberhasilan teknik ini.
Komunikator dituntut untuk mampu menjawab pertanyaan yang dilemparkan lawan bicara. Ketika ada pertanyaan yang tidak dapat dijawab, mereka bisa langsung beradu argumen denganmu sampai memperoleh jawaban memuaskan. Dalam situasi seperti ini mudah bagimu untuk merasa panik dan tersulut emosi.
Maka, situasi “sepanas” apa pun seharusnya tetap bisa kamu hadapi dengan tenang. Ketenangan dalam merespons akan membantumu berpikir sejenak dan merumuskan kalimat yang akan menjawab pertanyaan lawan bicara. Bersikap tenang pun memberi efek positif pada keberhasilan komunikasi persuasif.
Sikap supel, ramah, dan mudah berbaur akan membantu kamu lebih dekat dengan lawan bicara. Komunikator yang mudah bergaul dan bersosialisasi cenderung cepat memperoleh kepercayaan lawan bicara sehingga mereka bersikap terbuka pada apa pun yang disampaikan. Dengan demikian, peluang mereka terpengaruhi oleh apa yang kamu sampaikan juga semakin besar.
Demikian strategi komunikasi persuasif yang dapat kamu kembangkan untuk menjadi seorang komunikator andal dan mampu mempengaruhi orang lain, khususnya dalam hubungan kerja. Praktikkan pula etika komunikasi persuasif dengan tetap menghargai pendapat lawan bicara.
Tertarik mendalami strategi komunikasi persuasif dan keterampilan komunikasi lainnya? GreatNusa menawarkan kursus bertopik komunikasi yang dapat kamu ikuti dengan harga terjangkau. Dengan pendampingan dari pengajar profesional, kamu dapat mengasah keterampilan komunikasi dan menjadikannya kompetensi utama sebagai modal bersaing di dunia kerja.
Ayo, daftarkan dirimu di GreatNusa sekarang juga!
By greatnusa • 9 Desember 2021
Migraine manajemen stres merupakan salah satu upaya yang dapat kamu lakukan untuk meredakan migrain. Aktivitas padat, beban kerja berlebih, ataupun masalah pribadi menjadi sejumlah penyebab stres yang memicu migrain. Umumnya, migrain dapat berlangsung selama setengah jam hingga beberapa hari. Meskipun tidak berbahaya, migrain cukup mengganggu kenyamanan dan menurunkan kinerja.
Migrain kerap digambarkan sebagai sakit kepala berdenyut di satu sisi bagian kepala. Gejala migrain yang dipicu stres biasanya ditandai dengan ketegangan otot, mudah lelah, hingga nyeri di bagian perut. Stres berlebih juga memicu rasa cemas dan gelisah. Menurut spesialis neurologi yang bekerja di Yale Medicine, dr. Tanya Bilchik kepada Insider (2021), migrain memiliki beberapa tahapan yang dimulai sejak beberapa hari sebelumnya.
Gejala tahap pertama, prodrome ditandai dengan kelelahan, mudah marah, otot kaku, dan sulit konsentrasi. Pada tahap selanjutnya, yakni aura, tak jarang penderita juga akan mengalami gangguan penglihatan, seperti melihat garis atau kilatan, titik buta, kesemutan, dan mati rasa. Gejala migrain parah bisa berlangsung selama beberapa jam hingga tiga hari yang ditandai dengan sakit kepala berdenyut, pusing, mual, muntah, serta peka terhadap suara dan cahaya. Fase terakhir, postdrome atau migrain hangover ditandai dengan sakit kepala ringan, kelelahan, dan perubahan suasana hati.
Ketika kamu merasakan nyeri yang mengganggu, menerapkan migraine manajemen stres merupakan solusi terbaik. Mengelola stres, tidak hanya menurunkan risiko timbulnya migrain, melainkan juga membuat kondisi tubuh tetap stabil dan terhindar dari beragam penyakit yang dipicu stres. Kamu bisa menggunakan sejumlah cara berikut untuk meredakan migrain.
Cara pertama yang bisa kamu coba untuk meredakan sakit kepala adalah dengan melakukan kompres menggunakan waslap. Kompres hangat dapat mengurangi ketegangan otot pemicu sakit kepala. Celupkan waslap ke dalam air hangat lalu letakkan di kepala selama 5-10 menit. Lakukan kompres hingga rasa nyeri pada kepala berkurang.
Selain kompres hangat, kamu juga bisa menggunakan kompres dingin untuk meredakan sakit kepala akibat stres. Caranya sederhana, siapkan es batu lalu masukkan ke kantong atau bungkus menggunakan handuk. Letakkan kompres es batu di bagian dahi atau pelipis selama 5-15 menit. Kompres dingin efektif menghambat pelepasan zat yang merangsang peradangan menuju kepala.
Tak banyak yang tahu bawah memperbaiki postur tubuh dapat membantu kamu mengatasi ketegangan otot. Cobalah untuk duduk dan berdiri tegak untuk mengurangi nyeri. Biasakan juga untuk tidur dalam posisi telentang. Akan lebih baik apabila kamu menambahkan bantal di bawah lutut untuk menjaga tulang belakang dan leher dalam posisi netral sekaligus membantu lutut dan punggung lebih rileks. Cara ini terbukti ampuh mengurangi risiko kambuhnya migrain.
Teknik relaksasi dapat mengatasi sekaligus mencegah migrain. Cukup banyak metode relaksasi yang bisa kamu pilih. Salah satunya adalah teknik pernapasan. Saat kamu mulai merasakan otot tegang dan kepala terasa nyeri, cobalah untuk melakukan deep breathing. Biarkan oksigen memenuhi tubuh dan keluarkan secara perlahan. Relaksasi juga dapat dilakukan dengan mendengarkan musik, meditasi, yoga, tai chi, ataupun stretching. Relaksasi selama 10 menit dapat menurunkan tingkat stres. Tentunya hal ini akan meminimalisasi migrain kambuh.
Saat kamu mulai merasa terbebani dengan tumpukan tugas atau pekerjaan, cobalah untuk melakukan power nap. Tidur singkat di siang hari memiliki banyak manfaat, yakni meningkatkan produktivitas, kapasitas otak, kewaspadaan, kesehatan jantung, sistem imun, dan suasana hati. Tidur singkat selama 20-30 menit di tengah kesibukan juga efektif mencegah migrain akibat stres. Power nap merupakan solusi terbaik untuk menurunkan tingkat stres, lelah setelah bekerja lembur, atau kesulitan tidur di malam hari.
Stres dapat dicegah dengan rutin berolahraga. Pada waktu berolahraga, tubuh secara otomatis mengeluarkan hormon endorfin yang berfungsi menghilangkan sakit dan stres. Kamu bisa memulai hari dengan berjalan kaki di sekitar rumah selama 30 menit. Meskipun tampak sepele, berjalan kaki dapat membantu kamu melepas ketegangan, melatih pernapasan, dan menenangkan sistem saraf. Selain berjalan kaki, masih banyak jenis olahraga lain yang juga dapat mengelola tingkat stres, seperti aerobik, pilates, berenang, tenis, dan kickboxing.
Untuk menurunkan tingkat stres, kamu bisa mengonsumsi sejumlah makanan yang dipercaya mampu meningkatkan hormon serotonin. Beberapa makanan penurun stres, antara lain buah alpukat, beri-berian, jeruk, kacang mede, oatmeal, yogurt, sayuran hijau, ikan salmon, dan cokelat hitam. Dari artikel yang ditulis dr. Risa Ravits (2019), kandungan pada cokelat hitam dapat membantu mencegah migrain. Agar stres dapat dikelola dengan baik, sangat disarankan memperbanyak makanan sehat dan menghindari makanan siap saji, makanan bertepung, karbohidrat olahan, dan gorengan. Kurangi juga konsumsi gula, kafein, garam, dan menghindari alkohol.
Pijatan ringan di titik akupresur efektif membantu tubuh melepaskan ketegangan dan kecemasan sekaligus meningkatkan sirkulasi darah. Pijatan lembut juga memberikan efek menenangkan yang berdampak pada berkurangnya rasa nyeri akibat sakit kepala. Untuk mengatasi sakit kepala, kamu bisa memijat pangkal hidung. Caranya tekan pangkal hidung menggunakan kedua ujung telunjuk selama satu menit. Lakukan secara berulang hingga kamu tidak lagi merasakan sakit.
Apabila kamu mengalami gejala migrain berat, cobalah memijat bagian tengah leher, sisi tulang belakang, dan dasar tengkorak menggunakan dua ujung jari telunjuk. Tekan selama tiga menit, lepaskan, dan lakukan kembali hingga rasa sakit berkurang. Cara ini akan merangsang pelepasan hormon endorfin. Kalau kamu kesulitan melakukan pijat ringan seorang diri, minta bantuan pada keluarga atau teman. Bisa juga dengan mengunjungi klinik kesehatan untuk mendapatkan bantuan dari ahlinya.
Kurang tidur tidak hanya menyebabkan kamu kurang bersemangat di pagi hari, tetapi juga meningkatkan risiko kambuhnya sakit kepala atau migrain. Untuk mencegahnya, pastikan kamu memiliki tidur berkualitas, minimal 7-8 jam setiap hari. Hal ini juga akan membantu kamu mendapatkan work-life balance yang baik.
Apabila kamu memiliki masalah insomnia, cobalah untuk mengganti kafein dengan mengonsumsi susu atau madu sebelum tidur. Bisa juga dengan mandi air hangat dan menyalakan aromaterapi agar tubuh lebih rileks. Hindari bermain ponsel sebelum tidur karena akan membuat kamu fokus pada layar sehingga menyebabkan sulit tidur.
Demikianlah informasi mengenai sejumlah cara migrain manajemen stres yang dapat kamu coba untuk meredakan sakit kepala akibat stres. Terapkan pola hidup sehat dengan rutin olahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan perbanyak air putih agar tubuh lebih kuat. Lakukan relaksasi untuk meningkatkan rasa bahagia. Kamu juga bisa mengikuti pelatihan yang diselenggarakan GreatNusa.
Portal pembelajaran secara daring GreatNusa akan memudahkan kamu mempelajari kompetensi yang berguna untuk meningkatkan softskill. Asyiknya, kamu bisa belajar dan mengakses file yang tersedia tanpa batasan tempat dan waktu. Didukung tenaga pengajar berkualitas dan materi pembelajaran praktis, kamu bisa memahami apa itu migrain manajemen stres dengan lebih mudah. Nah, tunggu apa lagi? Ayo, gabung GreatNusa untuk masa depan yang lebih gemilang!
By greatnusa • 8 Desember 2021
Bila ingin berkecimpung dalam dunia bisnis, kamu harus memahami ilmu manajemen atau tata kelola bisnis, yakni tata cara mengelola bisnis dengan tepat. Tentu saja, hal ini agar bisnis dapat berkembang sesuai rencana atau target. Mengapa manajemen itu penting untuk dipelajari dan diterapkan? Apa jadinya bila menjalankan bisnis tanpa fungsi tata kelola? Baca terus untuk menemukan jawabannya.
Mengutip pendapat Ricky W. Griffin (dalam "Manajemen": 2004), definisi manajemen adalah proses pengembangan sebuah organisasi atau perusahaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Setiap proses, termasuk pemasarannya pun wajib direncanakan dengan matang.
Fungsi penting tata kelola dalam bisnis yaitu sebagai pedoman dalam pelaksanaan tanggung jawab. Setiap organisasi atau perusahaan yang sedang berkembang juga pasti membutuhkan tata kelola untuk mengatur pertumbuhan bisnis.
Demi kelancaran dan kesuksesan bisnis, terutama bagi kamu yang baru saja memulai, pelajari dan pahami beberapa fungsi penting tata kelola bisnis berikut ini.
Nekat memulai bisnis tanpa perencanaan akan menghambat pertumbuhan bisnis, bahkan membuatnya jalan di tempat. Inilah mengapa manajemen itu penting. Tata kelola membantu menyusun rencana yang lebih matang. Rencana tersebut sudah disiapkan secara keseluruhan dan menjadi dasar terpenting dari penerapan tata kelola bisnis.
Perencanaan bisa di-update berulang kali seiring proses evaluasi yang juga harus secara kontinu dilakukan, sesuai kebutuhan masing-masing divisi.
Tata kelola bisnis membuat proses pembagian kerja menjadi lebih mudah. Hal ini berkaitan erat dengan fungsi tata kelola pada tahap organizing atau pengorganisasian. Tugas, tanggung jawab, serta otoritas setiap anggota organisasi pun dapat secara efisien dicapai.
Pembagian wewenang ini mulai dari penentuan job desc, siapa yang mengerjakan, siapa penanggung jawabnya, hingga penentuan siapa saja yang boleh mengambil keputusan di dalam organisasi atau perusahaan.
Tata kelola akan menentukan sistem pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya fisik, termasuk peralatan, perlengkapan, serta inventaris. Manajemen juga membantu alokasi setiap sumber daya yang ada agar dapat bermanfaat secara maksimal bagi produktivitas perusahaan.
Baca Juga: Mengenal Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Pemanfaatan sumber daya ini akan dilakukan secara optimal. Sebisa mungkin, manajemen menggunakan alternatif terbaik untuk sumber daya yang langka. Dengan begitu, pemborosan dapat dihindari. Selain itu, manajemen bisnis menghasilkan kemampuan manajemen waktu yang baik. Hasilnya, perusahaan dapat merampungkan lebih banyak pekerjaan.
Dari semua manfaat di atas, controlling adalah alasan paling utama mengapa manajemen itu penting dalam bisnis. Kinerja dari setiap sumber daya akan dievaluasi secara menyeluruh untuk memastikan bahwa aktivitas dan operasional perusahaan sudah berjalan sesuai dengan rencana dan target.
Baca Juga: 4 Langkah Evaluasi Strategi Perusahaan yang Efektif
Bila ada kesalahan terjadi dalam pelaksanaan tugas, akan segera dapat diidentifikasi dan dikoreksi agar tidak terulang di masa yang akan datang. Perencanaan matang akan sia-sia tanpa controlling yang baik. Ada empat hal yang perlu dipenuhi dalam upaya pengawasan ini, di antaranya Routing, Scheduling, Dispatching, dan Follow Up.
Ketika empat alasan di atas telah dicapai, tata kelola perusahaan yang diterapkan dengan baik akan selaras dengan keuntungan yang diperoleh. Tidak sedikit perusahaan yang sudah membuktikan bahwa untung besar dan sukses di dunia bisnis berkaitan erat dengan kemampuan manajemennya.
Lima poin di atas adalah alasan utama mengapa manajemen itu penting untuk pengembangan bisnis. Tentu saja, tata kelola bisnis yang baik dapat memberi lebih banyak manfaat. Bagi yang ingin memulai bisnis, atau ingin mengoptimalkan bisnis yang sudah ada, pastikan kamu sudah paham penerapan fungsi-fungsi tata kelola bisnis, ya.
Nah, bila tertarik mempelajari ilmu manajemen khususnya prinsip dasar Manajemen Inovasi, kursus Pengantar Manajemen Inovasi dari GreatNusa tepat untuk kamu. Kamu akan dilatih menjadi individu kreatif dengan pemahaman Proses Inovasi dan Firm Architecture, serta hubungannya dengan pihak-pihak eksternal.
Tingkatan jabatan dalam manajemen atau piramida manajemen adalah komponen krusial dalam sebuah perusahaan. Alasan utamanya adalah tidak semua orang mampu sekaligus menguasai berbagai keahlian manajemen. Selain itu, setiap pekerjaan yang dijalankan sesuai dengan uraian jabatan berkontribusi pada kelancaran operasional perusahaan.
Jumlah pelaku manajemen pada setiap level berbeda, menyerupai piramida. Piramida manajemen ini menjelaskan jumlah tenaga kerja pada tiap level: paling banyak pada tingkat pertama (First Level), dan paling sedikit di tingkat atas (Top Level).
Definisi manajemen menurut Anang Firmansyah dalam buku "Pengantar Manajemen" (2018) adalah: proses perencanaan, koordinasi, memimpin, serta mengawasi kerja anggota organisasi dan sumber daya lainnya. Sedangkan manajer didefinisikan sebagai anggota organisasi yang punya tanggung jawab terhadap kualitas kerja anggota lainnya.
Baca Juga: 6 Unsur Manajemen Dalam Perusahaan dan Fungsinya
Tingkatan manajemen adalah pembagian level manajerial berdasarkan urutan seberapa berat wewenang serta beban pekerjaan masing-masing yang harus ditanggung. Sistem ini dibuat untuk memudahkan pembagian job desc agar setiap aktivitas perusahaan berjalan lancar.
Ada tiga level manajemen yang umum dipakai saat ini, yaitu tingkat atas, menengah, dan pertama. Mulai dari tingkat pertama ke atas, jumlah pelaku manajemen makin sedikit. Sehingga, bila digambarkan akan menyerupai piramida. Berikut ini masing-masing fungsi dan contohnya:
Manajemen Top Level disebut juga manajemen eksekutif. Tanggung jawab dan wewenang para manajer di level ini adalah yang paling berat. Fungsi manajemen eksekutif di antaranya:
Berikut adalah contoh jabatan pada manajemen tingkat atas:
Level menengah pada piramida manajemen adalah para manajer yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kebijakan dan perencanaan yang telah dibuat oleh manajemen tingkat atas. Fungsi manajemen ini adalah:
Baca Juga: Bidang Bidang Manajemen Dalam Perusahaan dan Fungsinya
Beberapa contoh jabatan manajerial di middle level adalah:
Manajemen first level juga dikenal sebagai manajemen tingkat pertama, tingkat bawah, low level, atau pun first line. Jajaran manajer di level ini bertanggung jawab atas operasional harian. Fungsi-fungsi yang dijalankan antara lain:
Di bawah ini beberapa contoh manajemen level pertama:
Nah, dengan adanya tingkatan piramida manajemen, pembagian tanggung jawab dan job description akan terstruktur dan jelas. Hal ini tentu akan mempengaruhi kesehatan operasional dan perkembangan perusahaan.
Bagi kamu yang ingin meningkatkan level jabatan ke posisi manajerial, khususnya di bidang akuntansi, GreatNusa menawarkan kursus Managerial Accounting yang bisa kamu ikuti gratis! Kamu akan mendapat gambaran keseluruhan tentang peran manajemen akuntansi dalam menentukan strategi bisnis.
Manajemen operasional dan perencanaan kapasitas adalah dua hal yang erat kaitannya dalam dunia usaha. Manajemen operasional berperan besar dalam mensukseskan perencanaan kapasitas sebuah perusahaa. Karena sifatnya yang penting juga, fungsi manajemen operasional pada perencanaan kapasitas juga menjadi besar.
Istilah perencanaan kapasitas bukan hal baru di dunia manajemen. Hal ini mengacu pada keputusan strategi jangka panjang untuk membangun sumber daya perusahaan secara menyeluruh. Chase dan Jacobs (2005), menyatakan bahwa kapasitas adalah kemampuan untuk menampung, menerima, menyimpan, dan mengakomodasi.
Dalam praktiknya, kapasitas berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk memproduksi suatu barang dalam ukuran waktu tertentu. Inilah mengapa dibutuhkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan kontrol yang baik terhadap semua aktivitas perusahaan.
Dari sedikit penjelasan di atas, kita dapat melihat betapa besar fungsi manajemen operasional pada perencanaan kapasitas. Jadi tidak perlu heran apabila salah satu bidang manajemen ini juga memiliki peran dalam terwujudnya praktik bisnis yang efektif.
Untuk lebih memahami posisi manajemen operasional dalam keberhasilan suatu perusahaan, mari kita bahas bidang manajemen ini secara rinci.
Bidang pekerjaan manajemen operasional termasuk luas, selain berhubungan dengan berbagai departemen di sebuah perusahaan manajemen operasional juga terlibat langsung dengan berbagai aktivitas penting. Bidang ini yang bertugas menjadi penghubung di setiap cakupan produksi hingga pendistribusian produk.
Singkatnya, pekerjaan manajemen operasional berfokus pada proses pengubahan input menjadi output. Dalam praktiknya, proses tersebut melibatkan banyak hal sehingga bisa dibilang sebagai penentu berhasil tidaknya sebuah perusahaan. Melihat hal ini, bisa dinilai betapa pentingnya keberadaan manajemen operasional.
Sebagai tambahan, berikut beberapa poin yang menegaskan pentingnya manajemen operasional, yaitu:
Sebagai pilar penting sebuah perusahaan, manajemen operasional tentu memiliki tujuan terstruktur untuk memastikan bahwa bisnis tetap stabil. Beberapa tujuan manajemen operasional adalah:
Untuk mencapai tujuan tersebut, tentu dibutuhkan strategi jitu tanpa mengabaikan potensi unsur-unsur penting di perusahaan. Strategi tersebut biasanya melibatkan faktor internal dan eksternal agar hasil usaha yang dilakukan bisa maksimal. Beberapa strategi yang dilakukan untuk mencapai tujuan manajemen operasional adalah:
Pada dasarnya, manajemen operasional memiliki beberapa karakteristik yang membedakan dengan bidang manajemen lain, yaitu:
Membaca ulasan di atas pasti mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa fungsi manajemen operasional pada perencanaan kapasitas cukup penting. Apalagi ketika melihat tujuan manajemen operasional. Sepertinya dibutuhkan beberapa fungsi untuk memudahkan tercapainya tujuan.
Dalam bisnis, manajemen operasional memiliki beberapa fungsi yang meliputi, perencanaan, pengorganisasian, penelaah, dan pengawasan. Fungsi tersebut dirumuskan untuk memastikan bahwa tujuan utama bisa dicapai, yaitu membangun sebuah bisnis yang efektif dan mendatangkan keuntungan.
Fungsi yang pertama dimulai dari menentukan jenis barang atau jasa yang akan dijual dan kapan memasarkannya. Karena fungsi perencanaan melibatkan banyak hal, dibutuhkan tenaga ahli yang mampu mengeksekusi setiap program, kebijakan, dan perencanaan kebutuhan prosedur agar tujuan operasional bisnis tercapai.
Fungsi utama bidang manajemen adalah untuk mengorganisasi setiap aktivitas dalam suatu perusahaan. Terkait manajemen operasional, fungsi ini melibatkan pengorganisasian seluruh unsur manajemen mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), uang, bahan atau material, mesin, metode atau cara kerja, dan pasar.
Pada praktiknya, manajemen operasional akan mendelegasikan beberapa pihak baik individu maupun kelompok untuk bisa bekerja sama dalam suatu sistem operasional agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Fungsi penelaah meliputi seluruh kegiatan dalam menganalisis setiap aktivitas terkait operasional perusahaan. Fungsi ini memastikan bahwa pendelegasian yang dilakukan tepat dan mencapai tujuan yang diharapkan. Fungsi manajemen operasional sebagai penelaah merupakan upaya dasar perusahaan.
Harapannya, tentu saja memastikan bahwa fungsi ini dapat mengantarkan perusahaan mencapai tujuan untuk membangun bisnis yang efektif atau bahkan mewujudkan perencanaan kapasitas yang maksimal.
Fungsi terakhir adalah pengawasan. Pada manajemen operasional, fungsi ini terwujud dalam pengawasan intens terhadap seluruh aktivitas dan menjamin bahwa setiap prosesnya berjalan sesuai rencana. Kembali lagi, semuanya adalah tentang mengelola, mengondisikan dan memanajemen.
Tanpa fungsi pengawasan, mustahil sebuah perusahaan bisa maju meskipun memiliki manajemen operasional yang terdiri dari para ahli. Pengawasan adalah kunci dan tolak ukur, bahwa sebuah perusahaan cukup profesional dalam membangun bisnis secara efektif.
Berdasarkan ulasan di atas dapat kita simpulkan bahwa manajemen operasional merupakan jantung sebuah perusahaan. Dengan demikian, efektivitas dan efisiensi bidang ini memiliki dampak terhadap perusahaan. Inilah mengapa dalam pelaksanaannya, dibutuhkan metode yang tepat agar semua fungsi bisa dimanfaatkan sebaik mungkin.
Ilmu manajemen memang cukup luas, apalagi ketika membahas tentang manajemen operasional. Semua yang dipelajari di sekolah atau universitas hanya membahas beberapa bagian tentang bidang manajemen ini. Kita baru benar-benar memahami setiap seluk beluknya ketika terjun langsung dan menerapkannya dalam kehidupan sehari -hari.
Hal inilah yang menjadi dasar GreatNusa menyediakan layanan kursus online untuk para mahasiswa atau pekerja yang masih ingin belajar ilmu manajerial. Memanfaatkan teknologi, GreatNusa yang merupakan bagian dari BINUS GROUP ini berupaya menghasilkan tenaga profesional melalui kegiatan kursus online mereka.
Didukung tenaga profesional sebagai narasumber atau pengajar, peserta kursus juga bebas memilih bidang keilmuan lain untuk dipelajari di GreatNusa, seperti bisnis digital, kewirausahaan, komunikasi, sistem komputer dan informasi, programming, website development, teknik informatika, hingga pendidikan.
Sistem pembelajaran online dan bisa diakses dari mana saja merupakan keunggulan GreatNusa. Tidak heran banyak orang yang tertarik untuk belajar di portal ini dan berharap dapat belajar banyak hal yang belum tentu didapatkan di lembaga pendidikan formal.
Bagaimana, apa kamu tertarik bergabung dengan GreatNusa? Itulah ulasan tentang fungsi manajemen operasional pada perencanaan kapasitas dan upayanya untuk membangun bisnis yang efektif, semoga bermanfaat!
Pada dasarnya, manajemen merupakan ilmu pengorganisasian yang meliputi penyusunan rencana, pembangunan organisasi, bagaimana menjalankan suatu organisasi, mengendalikan, serta mengawasi setiap unsur yang terlibat. Sebagai ilmu pengetahuan, manajemen bersifat sistematis.
Sedangkan secara etimologi, manajemen merupakan seni untuk mengatur sesuatu dan menerapkan pelaksanaan. Setidaknya ada beberapa unsur dalam manajemen, tapi semua kegiatan berpusat pada satu orang yaitu manajer yang bertugas merumuskan dan melaksanakan tindakan.
Lalu, apa saja fungsi dan unsur manajemen?
Sebelum membahas lebih dalam, ada baiknya kita mengetahui pengertian manajemen menurut beberapa ahli.
Menurut Terry, manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari beberapa tindakan mulai perencanaan hingga pengawasan dengan tujuan mencapai target. Dalam perjalanannya, proses ini memanfaatkan sumber daya yang tersedia.
Sedangkan bagi Griffin, manajemen merupakan proses perencanaan, organisasi, koordinasi, dan kontrol. Semua proses dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya agar tercapai tujuan yang efektif serta efisien. Efektif maksudnya, hasil akhir sesuai dengan rencana dan efisien berarti setiap proses manajemen dilakukan secara cermat dan terorganisasi.
Bagi Appley, manajemen didefinisikan sebagai sebuah skill untuk menstimulasi orang lain agar mau melakukan sesuatu. Inilah mengapa dalam praktiknya, Appley berharap manajemen tidak hanya bersandar pada keterampilan seorang individu tetapi juga kerja sama organisasi ataupun kelompok.
Dalam praktiknya, fungsi manajemen dibagi menjadi 4 yaitu:
Perencanaan atau planning merupakan aktivitas strategis dengan melibatkan beberapa hal yang akan dikerjakan menggunakan sumber daya tersedia. Tujuannya, agar setiap proses manajemen bisa berjalan secara sistematis dan mencapai tujuan secara menyeluruh.
Inilah mengapa proses perencanaan merupakan siklus paling penting dalam manajerial. Tanpa perencanaan, fungsi manajemen lainnya tidak akan bisa maksimal atau bahkan berjalan. Dalam praktiknya, perencanaan harus memiliki tujuan, cukup rasional, fleksibel, dan efektif.
Fungsi yang kedua adalah pengorganisasian. Tujuan utama pengorganisasian adalah mempermudah pekerjaan manajer. Dalam pelaksanaannya, pengorganisasian akan membagi sebuah tugas besar ke beberapa tugas kecil dan didelegasikan ke beberapa orang sesuai pos masing-masing.
Meskipun begitu, kendali utama tetap di tangan manajer yang bertugas mengawasi setiap proses agar tujuan perencanaan tercapai. Jika perencanaan erat kaitannya dengan sumber daya, pengorganisasian tidak bisa lepas dari kerja sama kelompok. Tanpa tim solid, pengorganisasian sama seperti kapal tanpa ABK, tidak terkendali.
Baca Juga: 7 Cara Membangun Tim Kerja yang Baik
Dalam praktiknya, pengarahan merupakan sebuah tindakan yang tujuannya mengusahakan agar semua anggota kelompok dapat mencapai sasaran perencanaan. Fungsi ini ada di tangan manajer. Inilah mengapa pada prosesnya, pengarahan meliputi bimbingan, motivasi, pemberian tugas rutin, menetapkan dan menjelaskan kebijakan, serta memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai aturan perusahaan.
Fungsi manajemen yang terakhir adalah evaluasi. Di setiap perusahaan, evaluasi biasanya dilakukan setelah program kerja selesai dilakukan. Dalam tahapan ini, setiap aspek dievaluasi secara menyeluruh untuk menemukan kekurangan, mengoreksi setiap kesalahan, dan menemukan solusi yang tepat agar di masa mendatang hal serupa tidak lagi terulang.
Baca Juga: Definisi dan Cara Evaluasi Kinerja Karyawan
Setelah membahas tentang fungsi, pembahasan berlanjut ke unsur manajemen. Dalam setiap perusahaan, hal ini merupakan bagian penting agar sebuah manajerial dapat tersusun dengan baik. Setiap unsur pun memiliki manfaat masing-masing dan tidak bisa diabaikan.
Jadi ketika ada satu atau dua unsur hilang, sebuah manajerial tidak bisa memberikan hasil maksimal dan tujuan organisasi atau perusahaan pun sulit untuk dicapai. Dalam manajemen, setidaknya ada 7 unsur yang dikenal, di antaranya:
Dalam sebuah manajerial, manusia memegang peranan penting sebab setiap proses pasti melibatkan unsur ini. Manusia dibutuhkan mulai dari membuat perencanaan, menentukan tujuan, melakukan proses, hingga penyelesaian. Tanpa manusia, tidak akan ada proses kerja. Mungkin dari sinilah istilah manusia sebagai makhluk kerja didapatkan.
Selain manusia, uang sebagai unsur dalam sebuah manajemen juga tidak bisa diabaikan. Tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, uang juga merupakan pengukur nilai. Berhasil tidaknya hasil kegiatan manajemen dapat diukur dari banyak atau sedikitnya uang yang beredar di perusahaan.
Menjadi salah satu unsur penting membuat uang juga harus dikelola dengan baik. Segala sesuatu wajib diperhitungkan dan dicatat karena sedikit saja kesalahan dalam pengelolaan, akan ada banyak unsur dalam manajemen lain yang terimbas.
Di sebuah perusahaan, semua bahan baik yang mentah, setengah jadi, atau jadi termasuk dalam unsur ini. Pada praktiknya, tidak ada proses yang maksimal tanpa adanya bantuan bahan. Jadi meskipun terlihat sepele, fungsi bahan dalam manajemen cukup penting. Diakui atau tidak, bahan dan manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Tanpa bahan, kita tidak mungkin mencapai hasil begitu pula sebaliknya.
Pada setiap perusahaan, mesin juga kerap diperlukan. Fungsi utamanya adalah untuk mempermudah proses dan memberikan hasil yang lebih kerja. Dalam praktiknya, mesin sangat membantu membuat pekerjaan menjadi lebih efisien. Bentuk mesin pun beragam, mulai dari yang berat hingga berbentuk aplikasi digital.
Pelaksanaan tanpa metode tidak ubahnya seperti pesawat tanpa pramugari. Sebuah proyek mungkin saja selesai, tapi pada prosesnya kita pasti akan melewati banyak kesulitan dan menghasilkan sesuatu yang kurang maksimal. Metode adalah cara kerja terstruktur.
Keberadaan metode biasanya telah mempertimbangkan banyak hal mulai dari sasaran, fasilitas, waktu yang dibutuhkan, uang, dan usaha yang dilakukan. Jadi sebuah metode pasti telah mengalami pengujian efektivitas. Meskipun begitu, untuk menerapkan dibutuhkan manusia yang benar-benar memahami.
Tanpa pemahaman, metode hanyalah aturan tanpa tujuan dan hasil yang memuaskan. Dengan demikian, manusia masih menjadi unsur paling penting dalam sebuah manajemen.
Barang atau jasa yang dihasilkan sebuah perusahaan tidak akan ada gunanya tanpa pasar. Inilah mengapa memiliki pasar sesuai dengan target untuk mendistribusikan hasil produksi merupakan salah satu faktor kesuksesan suatu perusahaan. Untuk menguasai sebuah pasar, dibutuhkan kualitas dan penyesuaian harga. Tanpa itu semua, barang atau jasa tidak laku dan proses kerja pun tidak bisa dilanjutkan.
Membaca ulasan tentang unsur-unsur dalam manajemen di atas membuat kita sampai pada sebuah kesimpulan bahwa menjalankan perusahaan tidak sama dengan menyelesaikan sebuah tugas sekolah atau kuliah secara individu. Ada banyak faktor dan pihak yang terlibat, dengan fungsi yang tidak bisa diabaikan.
Ilmu manajerial semacam ini mungkin diajarkan di bangku kuliah. Tapi ketika diterapkan, ada banyak variabel yang menjadi bahan pertimbangan sehingga dibutuhkan lebih dari sekadar teori untuk mengaplikasikannya. Inilah mengapa GreatNusa sebagai salah satu portal kursus daring terbaik di Indonesia membuka kelas manajemen.
Kelas tersebut berisi pelajaran praktis dari para ahli dan tenaga profesional berpengalaman untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga ahli dalam menerapkannya di dunia nyata. GreatNusa sendiri memang hadir untuk kamu yang masih ingin belajar meskipun sudah terjun di dunia kerja.
Demikian ulasan tentang 6 unsur manajemen dan fungsinya, semoga bermanfaat.