Menampilkan 7 - 12 dari 235 Artikel
By Gilbert Ronaldo • 27 September 2026
Kesenjangan antara kurikulum konvensional dan tuntutan industri yang dinamis kian mendesak untuk dijembatani. Pemanfaatan Artificial Intelligence berbasis pembelajaran adaptif kini membuka peluang baru dalam menciptakan pengalaman belajar yang terpersonalisasi, terarah, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.
Sektor pendidikan global kini berada pada titik persimpangan yang sangat menentukan. Di satu sisi, akselerasi inovasi teknologi dan otomasi digital bergerak dalam siklus hitungan bulan, memunculkan kebutuhan mendesak akan kompetensi baru di berbagai sektor industri. Di sisi lain, model pendidikan konvensional dengan kurikulum yang statis dan pendekatan seragam (one-size-fits-all) sering kali memerlukan waktu bertahun-tahun untuk memperbarui materi ajar, sehingga memicu kesenjangan keterampilan kerja (skills gap) yang semakin melebar.
Untuk menjawab tantangan kritis ini, integrasi Artificial Intelligence (AI) adaptif hadir sebagai motor penggerak transformasi sistem pembelajaran modern. Pendekatan ini merevolusi cara manusia menyerap ilmu pengetahuan, merancang jalur karir, serta membangun keahlian praktis melalui pengalaman belajar yang benar-benar dipersonalisasi sesuai kebutuhan dan ritme masing-masing individu.
Kesenjangan keterampilan bukan semata-mata persoalan kurangnya jumlah lulusan perguruan tinggi atau minimnya ketersediaan materi belajar daring. Tantangan terbesarnya terletak pada disparitas mendasar antara apa yang diajarkan di ruang kelas akademis dan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh dunia industri pada hari pertama seorang profesional mulai bekerja.
Beberapa faktor utama penyebab kesenjangan tersebut meliputi:
Kondisi ini menuntut hadirnya ekosistem pembelajaran baru yang mampu mendeteksi kesenjangan kompetensi secara presisi dan menghadirkan intervensi edukasi yang relevan secara seketika bagi setiap pembelajar.
Inti dari revolusi pendidikan modern berbasis AI adalah pergeseran dari kurikulum linear yang kaku menuju Personalized Learning Pathways (jalur pembelajaran terpersonalisasi). Dengan memanfaatkan algoritma pembelajaran mesin mutakhir, platform edukasi cerdas dapat melakukan analisis diagnostik komprehensif terhadap kapasitas awal peserta didik.
Sistem AI memetakan kompetensi yang telah dikuasai dan mengidentifikasi area yang masih memerlukan penguatan. Dari pemetaan tersebut, algoritma menyusun kurikulum modular yang dirancang secara khusus untuk setiap individu:
Salah satu hambatan psikologis terbesar dalam proses belajar orang dewasa maupun mahasiswa adalah rasa enggan atau takut dihakimi saat melakukan kesalahan di hadapan instruktur atau rekan sebaya. Kehadiran Intelligent Tutoring Systems dan asisten mentor AI berhasil mendobrak batasan tersebut secara efektif.
Tutor AI yang dirancang khusus untuk pendidikan mampu memberikan pendampingan interaktif selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Peserta didik dapat mengajukan pertanyaan mendalam, meminta elaborasi studi kasus, dan menerima umpan balik seketika (instant feedback) saat menyelesaikan tugas praktik tanpa ada rasa cemas atau canggung.
Pendidikan masa depan tidak lagi dinilai dari berapa lama waktu yang dihabiskan seorang pembelajar di ruang kuliah fisik, melainkan dari seberapa efektif kompetensi nyata dapat diverifikasi dan diterapkan untuk memecahkan persoalan dunia nyata.
Lebih dari itu, AI memungkinkan simulasi skenario kerja nyata berbasis simulasi peran (roleplay simulations). Seorang calon manajer proyek, misalnya, dapat berinteraksi dengan simulasi pemangku kepentingan virtual yang memiliki karakter menantang untuk mengasah keterampilan negosiasi, manajemen krisis, dan kepemimpinan dalam lingkungan yang aman, terukur, dan bebas risiko.
Penerapan kecerdasan buatan adaptif telah merambah berbagai tingkatan edukasi, baik institusi pendidikan tinggi maupun program pengembangan talenta internal di perusahaan multinasional:
Universitas modern kini memanfaatkan analitik pembelajaran prediktif untuk memantau keterlibatan mahasiswa. Dosen dapat melihat dasbor analitik yang menunjukkan mahasiswa mana yang memerlukan bantuan tambahan jauh sebelum masa ujian tengah semester tiba, sehingga angka putus kuliah dapat ditekan secara signifikan.
Di dunia industri, divisi Human Resources memanfaatkan sistem AI untuk memetakan kesenjangan keterampilan tim secara berkala. Berdasarkan sasaran strategis perusahaan, karyawan diberikan modul mikro yang relevan untuk mempercepat transisi mereka ke peran-peran baru yang membutuhkan keahlian digital mutakhir.
Transformasi pendidikan modern juga mendorong pergeseran besar dalam cara dunia usaha memvalidasi kualifikasi calon karyawan. Gelar akademis formal tetap memiliki nilai penting sebagai fondasi berpikir, namun industri semakin memprioritaskan bukti kompetensi nyata yang terukur melalui kredensial mikro (micro-credentials) dan portofolio proyek terverifikasi.
Platform pembelajaran digital masa kini bermitra erat dengan para pelaku industri terkemuka untuk merancang modul pelatihan modular yang langsung merespons kebutuhan pasar kerja. Setiap modul dilengkapi dengan ujian berbasis kompetensi dan proyek praktis, sehingga peserta yang lulus langsung mengantongi sertifikat keahlian yang diakui secara luas oleh perusahaan-perusahaan terkemuka.
Di era di mana kecerdasan buatan terus mengubah peta ketenagakerjaan secara dinamis, keterampilan paling penting yang wajib dimiliki oleh setiap individu adalah learnability—kemampuan untuk terus belajar, melepas kebiasaan lama (unlearn), dan mempelajari keahlian baru (relearn) secara berkesinambungan.
Langkah awal yang dapat diambil oleh para profesional dan mahasiswa meliputi:
Melalui ekosistem pembelajaran fleksibel dan berstandar industri seperti yang dihadirkan oleh GreatNusa, para pembelajar di seluruh Indonesia dapat mengakses kursus berkualitas tinggi, mengasah keterampilan masa depan, dan terus bertransformasi menjadi talenta unggul yang siap memimpin perubahan di era digital.
Paradigma rekrutmen global kini bertransformasi secara masif dari kualifikasi berbasis gelar akademis menuju pendekatan Skills-First Hiring. Ketahui bagaimana perusahaan terkemuka menyeleksi kandidat berdasarkan bukti keterampilan nyata, micro-credentials, dan portofolio berbasis proyek di era digital.
Selama beberapa dekade, selembar ijazah perguruan tinggi formal dianggap sebagai tiket emas utama untuk memasuki pintu gerbang dunia kerja profesional. Calon pelamar yang tidak memiliki gelar sarjana dari jurusan linier kerap kali langsung tersisih pada tahap awal penyaringan dokumen oleh bagian Human Resources (HR). Namun, pergeseran lanskap industri yang dipicu oleh otomatisasi cerdas, kecerdasan buatan, dan digitalisasi kilat telah merombak total peta rekrutmen global.
Kini, gelombang baru yang dikenal dengan pendekatan Skills-First Hiring (perekrutan berbasis keterampilan) mulai mendominasi praktik perekrutan di perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka, konsultan multinasional, hingga konglomerasi modern. Perusahaan tidak lagi terpaku pada nama besar almamater atau jurusan di ijazah, melainkan memusatkan perhatian pada satu pertanyaan esensial: apakah kandidat ini memiliki keterampilan terverifikasi untuk memecahkan persoalan bisnis yang kami hadapi hari ini?
Peralihan menuju skills-first hiring didorong oleh beberapa faktor fundamental yang dirasakan langsung oleh para perekrut dan pemimpin bisnis:
Munculnya profesi-profesi baru seperti AI Operations Specialist, Growth Product Manager, Prompt Architect, dan Cloud Security Auditor terjadi jauh lebih cepat daripada siklus pembuatan program studi formal di universitas. Menunggu munculnya sarjana dari jurusan yang spesifik akan membuat perusahaan kehilangan momentum pertumbuhan bisnis yang vital.
Banyak perekrut menyadari bahwa nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi dari kampus ternama tidak selalu berkorelasi positif dengan kelincahan adaptasi, kepemimpinan tim, atau kemampuan praktis menggunakan perangkat teknologi terkini di dunia nyata. Gelar akademis mencerminkan pemahaman teoritis masa lalu, tetapi keterampilan teruji membuktikan kesiapan eksekusi masa depan.
Perekrutan yang kaku berdasarkan ijazah terbukti menyaring keluar ribuan talenta berbakat yang mempelajari keahlian secara otodidak, melalui bootcamp intensif, atau lewat pengalaman kerja praktis. Dengan menghapus syarat gelar formal yang tidak relevan, organisasi dapat menjaring kandidat dengan latar belakang yang lebih kaya, beragam, dan memiliki etos belajar mandiri yang luar biasa tinggi.
Peralihan ke model berbasis keterampilan juga diakselerasi oleh adopsi teknologi kecerdasan buatan di departemen personalia. Perangkat lunak pelacak pelamar (ATS) generasi modern kini tidak lagi sekadar mencocokkan kata kunci linier pada resume:
Di era skills-first hiring, apa saja yang sesungguhnya diperiksa oleh para manajer perekrut dan dewan penguji?
Dokumen portofolio kini memiliki bobot yang jauh melampaui riwayat pendidikan formal. Perekrut ingin melihat contoh nyata hasil karya pelamar: repositori kode di GitHub bagi pengembang, studi kasus riset pengguna (UI/UX) yang memaparkan alasan di balik keputusan desain, atau dokumen strategi kampanye digital yang mendemonstrasikan efisiensi anggaran iklan bagi pemasar digital.
Sertifikat keahlian spesifik yang diterbitkan oleh platform pembelajaran kredibel atau asosiasi industri profesional menunjukkan bahwa seseorang aktif memperbarui keterampilannya secara berkala. Kredensial modular ini membuktikan bahwa pemiliknya telah menguasai keahlian mutakhir yang sesuai dengan standar kebutuhan industri terkini.
Kemampuan berkolaborasi secara asinkron, memecahkan masalah tanpa instruksi rinci, serta kecepatan mengadopsi perangkat lunak baru (learnability) kini dinilai setara dengan keterampilan teknis tingkat tinggi. Keterampilan ini biasanya diuji secara mendalam melalui wawancara berbasis studi kasus situasional dan simulasi pemecahan masalah langsung.
Perekrut sangat menghargai kandidat yang mampu menceritakan kegagalan masa lalu dan bagaimana mereka belajar mengatasinya. Dokumentasi proses iterasi—mulai dari hipotesis awal, kendala lapangan, hingga solusi akhir yang diterapkan—menunjukkan kedewasaan emosional dan ketangguhan mental seorang profesional.
Bagi pencari kerja maupun profesional yang ingin berpindah karir (career switch), strategi berikut dapat membantu membangun posisi tawar yang kokoh di pasar kerja saat ini:
Ijazah mungkin dapat membukakan pintu kesempatan pertama, tetapi keterampilan yang relevan dan kemauan untuk terus belajar sepanjang hayatlah yang akan menentukan seberapa jauh karir seseorang dapat melesat.
Gelombang skills-first hiring membuka kesempatan yang adil bagi setiap orang untuk meraih karir impian tanpa terhalang latar belakang pendidikan masa lalu. Melalui komitmen terhadap pembelajaran modular dan sertifikasi keahlian terpercaya yang dapat diakses di GreatNusa, Anda dapat membangun portofolio keterampilan masa depan yang kokoh, teruji, dan diakui oleh para pelaku industri terkemuka.
Kenali apa itu interpersonal skill dan contohnya, seperti komunikasi, problem solving, dan kepemimpinan. Temukan penjelasannya di artikel ini.
Meski berkomunikasi dan berinteraksi jadi sesuatu yang kita lakukan setiap hari, ternyata interpersonal skill atau kemampuan interpersonal tetap perlu dilatih. Apalagi, jika kamu mengaitkan keterampilan ini dengan dunia kerja. Tapi, apa itu interpersonal skill?
Ketika suatu perusahaan membuka lowongan kerja, interpersonal skill masuk dalam kriteria teratas untuk menilai para pelamar. Terlepas dari apa pun jenis pekerjaanmu, membangun hubungan dengan orang lain penting supaya kamu dapat berbaur dengan kolega, atasan, klien, dan vendor.
Hal tersebut menegaskan bagaimana interpersonal skill yang kuat jadi salah satu kunci sukses kamu dalam berkarier. Penasaran tentang apa itu interpersonal skill, mengapa penting dalam organisasi, dan contoh-contohnya? Simak dahulu ulasan berikut.
Banyak kalangan sepakat, keterampilan ini wajib dimiliki setiap orang sehingga sering disebut keterampilan kerja atau employability skill. Begitu menjumpai kandidat yang terlihat kurang terampil saat berkomunikasi atau berinteraksi, hampir dipastikan manajer perekrutan akan mencoret nama mereka.
Baca Juga: Apa Itu Soft Skill Dan Informasi Lainnya
Lalu, apa itu interpersonal skill?
Istilah ini kerap disandingkan dengan keterampilan sosial, tetapi secara spesifik menyorot bagaimana keterampilan seseorang dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Lingkup keterampilan interpersonal menekankan pada pentingnya komunikasi, membangun relasi, dan bekerja sama.
Keterampilan interpersonal juga menunjukkan bagaimana sifat dan kepribadian serta cara seseorang menangani situasi sosial tertentu. Oleh karena itu, penting untuk menekankan keterampilan interpersonal kamu dalam resume dan surat lamaran kerja, serta berperilaku demikian saat proses wawancara kerja.
Membicarakan apa itu interpersonal skill berarti juga mempertanyakan mengapa keterampilan ini penting dalam organisasi. Pada dasarnya, bertemu orang lain, baik secara tatap muka maupun online, jadi bagian tidak terpisahkan dalam keseharian kita.
Bayangkan jika kamu ragu menyapa, bingung membuka percakapan, atau tidak tahu harus bertanya apa. Situasi kaku dan dingin bisa saja terjadi. Bagaimana kamu bisa produktif bekerja jika terus menerus berada dalam situasi demikian?
Baca Juga: 9 Cara Agar Produktif Yang Simpel Dan Efektif
Keterampilan interpersonal ibarat minyak pelumas yang meminyaki roda interaksi sehingga komunikasi kamu dan orang lain lebih lancar dan menyenangkan. Plus, ini membantu kamu membangun relasi yang baik untuk jangka panjang dengan siapa saja. Mulai dari kolega, atasan, klien, hingga vendor.
Kemampuan kamu melakukan hal ini dengan efektif jadi kunci sukses karier yang cemerlang. Memang ada beberapa bidang kerja yang menempatkan keterampilan interpersonal sebagai syarat utama. Misalnya, pekerja di bidang kesehatan, finansial, hospitality, dan pendidikan.
Namun, berinteraksi dengan orang lain selalu jadi bagian dari pekerjaanmu, apa pun jenis pekerjaan yang ditekuni. Seorang penulis, ahli statistik, peneliti, atau software engineer harus tetap bisa berkomunikasi dan berkolaborasi dengan tim bukan?
Meski jago dalam hal teknis pekerjaan, tidak ada perusahaan yang mau mempekerjakan atau mempertahankan kamu jika sulit berkomunikasi maupun bekerja sama dengan orang lain. Ini menjawab mengapa keterampilan interpersonal harus dimiliki semua orang tanpa terkecuali.
Baca juga: 10 Alasan Pentingnya Team Work Dalam Bekerja
Setelah memahami pengertian interpersonal skill, kamu mungkin berpikir kalau kemampuan interpersonal hanyalah sebatas kemampuan berkomunikasi dengan orang. Padahal, ada banyak interpersonal skills yang dapat kamu pelajari.
Berikut adalah beberapa kemampuan interpersonal skill yang dapat membantu kamu di dunia kerja.
Terlepas dari bidang kerja apapun yang kamu geluti, memiliki kemampuan komunikasi yang baik adalah sebuah kewajiban. Bekerja di bidang IT, konstruksi, pendidikan, penelitian, media, hingga sumber daya manusia, semua mengharuskan kamu mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif secara lisan maupun tulisan.
Ini termasuk belajar berbahasa Indonesia baik dan benar, serta gaya berbicara yang umum digunakan di tempat kerja. Ketika kamu bisa beradaptasi dengan bahasa dan gaya berbicara tersebut, tentu kamu akan lebih mudah berbaur dengan rekan kerja maupun atasan. Untuk itu, penguasaan komunikasi verbal dan nonverbal, public speaking, dan mendengarkan jadi hal penting.
Baca juga: Ini Peran dan Hal-Hal yang Termasuk dalam Etika Komunikasi di Tempat Kerja
Seorang komunikator yang baik adalah orang yang memiliki mendengarkan aktif. Apa maksudnya mendengarkan aktif?
Simpelnya, mendengarkan aktif adalah bentuk penghormatan pada orang yang berbicara. Kamu tidak hanya membiarkan orang berbicara tetapi juga mendengarkan dan mencerna dengan seksama apa yang lawan bicaramu sampaikan.
Pendengar aktif tidak hanya mendengar tetapi juga dapat memberikan masukan atau pendapat ketika dibutuhkan.
Berempati berarti kamu mampu memahami dan turut merasakan apa yang dirasakan orang lain. Empati adalah bagaimana kamu menempatkan diri dari sudut pandang berbeda. Jika klien atau kolega mengeluhkan sesuatu, kamu akan mendengarkan dengan saksama dan berusaha memahami perasaan mereka. Dengan sikap empati yang tepat, kamu akan lebih mudah bergaul bersama siapa saja di tempat kerja.
Tergantung pada jenis pekerjaan, negosiasi tetap dibutuhkan dalam dunia kerja. Kamu bisa bernegosiasi saat membuat perjanjian kerja sama dengan klien maupun membantu kolega menyelesaikan masalah lewat sebuah solusi. Untuk menjadi seorang negosiator yang baik, kamu harus mau mendengarkan orang lain lebih dahulu, berupaya menyelesaikan masalah, dan berujung pada solusi yang disepakati semua pihak.
Meski belum jadi manajer, kamu tetap perlu mempunyai jiwa kepemimpinan. Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan memotivasi dan mendorong seseorang serta membantu tim mencapai kesuksesan. Maka, kamu perlu mengawalinya dengan bagaimana mengelola dan mendelegasikan pekerjaan, membimbing atau mentoring rekan kerja, serta mendapatkan rasa percaya dari kolega.
Baca juga: Apa Saja Perbedaan Pemimpin dan Manajer?
Memecahkan masalah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dalam dunia kerja. Kemampuan problem solving meliputi kemampuan berpikir kritis, manajemen konflik, menganalisis data, komunikasi yang efektif, hingga mengambil keputusan.
Kerja sama merupakan bagian penting dalam dunia profesional. Kamu tidak akan pernah bisa menangani semua hal dalam lingkungan kerja seorang diri.
Bekerja sama, baik dengan orang yang lebih mahir atau setingkat, juga adalah cara yang cukup bagus untuk meningkatkan interpersonal skill. Dengan bekerja sama, kamu akan dituntut secara tidak langsung untuk mengasah kemampuan berkomunikasi serta empati.
Penjelasan apa itu interpersonal skill membawamu pada bagian akhir: apa yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keterampilan ini?
Ya, sekalipun kita sering mengobrol dengan orang lain dalam keseharian, keterampilan interpersonal tetap perlu dilatih. Apalagi, jika kamu ingin membangun karier cemerlang saat ini dan pada waktu mendatang. Coba lakukan beberapa tips berikut.:
Terutama jika kamu tidak mempunyai banyak kesempatan untuk itu. Pertimbangkan opsi bergabung dengan suatu grup atau komunitas terkait pekerjaan, atau yang berkenalan dengan mereka yang mempunyai minat/hobi serupa.
Luangkan waktu untuk mengenali mana saja area yang perlu kamu tingkatkan
Misalnya, kamu ingin mengasah public speaking. Coba mulai dari lebih banyak urun pendapat saat meeting rutin di kantor atau mengajukan diri presentasi laporan bulanan di depan rapat divisi.
Pelajari bagaimana mereka membawa diri, bersikap, berperilaku, dan bertutur kata saat berinteraksi. Lalu, coba terapkan pada dirimu. Jika perlu dan memungkinkan, jangan ragu untuk meminta bimbingan mereka dalam hal ini.
Cara ini efektif dalam membantumu memperoleh pandangan orang lain terkait keterampilan interpersonal. Dengan masukan tersebut, kamu bisa mengubah mana saja yang masih harus ditingkatkan dan mana yang perlu dipertahankan.
Terutama kelas yang fokus pada keterampilan interpersonal, baik lewat tatap muka maupun online. Sekalipun kamu lebih banyak beraktivitas di rumah saja, ada beberapa penyelenggara kelas online yang membuka kesempatan kamu melatih keterampilan ini. Dengan mengikuti kelas, kamu bisa mengenali diri lebih dalam, menggali potensi diri, sekaligus memperoleh bimbingan dari mereka yang benar-benar ahli dalam bidangnya.
Memahami apa itu interpersonal skill jadi modal penting dalam membangun karier profesional, terlepas dari jenis pekerjaan yang digeluti. Berikutnya, berlatih dan praktik langsung dalam keseharian adalah trik jitu untuk mempertajam keterampilan ini.
Semakin sering kamu mempraktikkannya, semakin kamu luwes berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, apa pun situasi sosial yang tengah dihadapi. Bagaimana jika kamu butuh bimbingan profesional dalam membangun keterampilan interpersonal?
Mengikuti kursus di GreatNusa adalah pilihan terbaik. Daftarkan dirimu di program Pengembangan Diri Interpersonal Skill sekarang, serta nikmati kesempatan belajar dari mana dan kapan saja bersama GreatNusa!
Kenali apa itu personal branding dan cara membangunnya, mulai dari mengenal diri sendiri hingga mengembangkan kemampuan. Simak penjelasannya di sini.
Ketika berbicara tentang seorang figur publik atau pebisnis, tak jarang beberapa dari kita membahas tentang personal branding atau citra diri. Lalu, apa itu personal branding?
Beberapa waktu belakangan, setiap orang yang terlibat dengan internet atau memiliki media sosial pasti membutuhkan personal branding. Apalagi jika mereka ingin, informasi tentang diri yang ada di internet dapat membantu keberlangsungan karir.
Hal ini biasanya terjadi pada para freelancer, influencer, job seeker, karyawan sebuah perusahaan yang sedang mengembangkan karir, atau mereka yang ingin dikenal dunia karena kontribusi terhadap suatu komunitas. Apabila kita termasuk orang-orang tersebut, ulasan tentang citra diri berikut akan sangat membantu.
Ketika ingin membeli barang, selain kualitas kita pasti terpaku pada merek bukan? Karena diakui atau tidak, merek kerap menjadi tolak ukur kualitas suatu barang. Inilah mengapa produk fashion dari Hermes atau Gucci lebih diminati para sosialita dibanding merek lokal seperti Nevada atau Fladeo.
Jadi jika ada pertanyaan apa itu personal branding atau citra diri? Jawabannya adalah, merek. Ya, jika suatu barang memiliki merek, maka manusia memiliki personal brand. Personal brand atau citra dirisendiri merupakan pesan yang ingin kita sampaikan ke orang lain tentang kualitas diri, visi misi, nilai-nilai, dan tujuan tertentu.
Singkatnya, citra diri adalah proses atau praktik memasarkan dirimu sebagai sebuah produk dengan image tertentu. Sebagaimana barang, kualitas adalah hal utama dalam personal branding. Inilah mengapa kita wajib membangun reputasi baik sebagai merek agar orang tertarik dengan ide dan gagasan yang disampaikan.
Setelah mengenal personal branding, kamu mungkin telah memiliki sedikit gambaran tentang manfaat personal branding bagi karirmu.
Di era internet ini, mengambil kendali penilaian orang melalui citra diri adalah hal penting. Dengan personal branding yang baik, kamu dapat membuat dirimu lebih menonjol yang kemudian akan membuka banyak pintu kesempatan bagi kemajuan karirmu.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa manfaat dari citra diri yang bisa kamu rasakan.
Saat membeli sebuah barang bermerek secara tidak langsung kita percaya pada kualitasnya, hal serupa berlaku pada personal branding. Dengan memiliki persona yang baik, mau tidak mau orang akan percaya pada kita sehingga mereka tidak ragu untuk menerima gagasan dan menjalin kerja sama.
Inilah mengapa dibutuhkan reputasi yang baik untuk membangun sebuah citra diri. Dan sebagai salah satu aset di dunia digital, sudah seharusnya kita mampu menciptakan image yang tepat agar personal branding menarik di mata orang lain.
Baca juga: Rekomendasi 8 Buku Personal Branding untuk Tingkatkan Image Kamu
Relasi dan koneksi merupakan dua hal penting dalam dunia kerja ataupun digital marketing. Dengan memiliki citra diri, secara langsung ataupun tidak kamu akan mendapat banyak kesempatan untuk terlibat dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang.
Ketika suatu saat harus membangun sesuatu yang membutuhkan bidang tertentu, personal branding sangat membantu untuk menemukan relasi yang sesuai. Karena diakui atau tidak, dasar dari menjalin hubungan dengan orang lain adalah kepercayaan dan citra diri memiliki unsur tersebut.
Baca Juga: 4 Alasan Pentingnya Personal Branding Bagi Tiap Individu
Memiliki personal branding juga dapat membedakan kita dari orang lain mengingat di dunia digital banyak sekali yang memiliki keahlian serupa. Apalagi citra diri biasanya dibangun dari visi misi, tujuan, nilai, dan keterampilan yang dimiliki seseorang sehingga branding yang terbentuk pasti berbeda dibandingkan orang lain.
Hal inilah yang membuat branding membuat seseorang menjadi otentik. Selain itu branding juga dapat menutupi kelemahan dan menonjolkan kelebihan sehingga seseorang bisa memanfaatkannya untuk mencapai hal yang diinginkan secara lebih mudah.
Setelah memahami pengertian personal branding dan pentingnya hal tersebut. Langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara meningkatkan personal branding, berikut ulasannya:
Untuk membangun citra diri yang kuat, kamu harus memulai terlebih dahulu mengenali dirimu sendiri.
Citra diri umumnya dikenal sebagai pencitraan atau kepribadian kedua atau bahkan 'palsu' dari seseorang. Padahal, citra diri tidaklah harus seperti itu. Kamu dapat melakukan branding tanpa perlu membangun kesan yang palsu.
Untuk melakukannya, kamu harus terlebih dahulu tahu siapa dirimu dan kepribadianmu. Intinya, kenali terlebih dahulu segala aspek yang kamu miliki serta ciri khas dalam dirimu.
Untuk mengetahui jawaban tersebut, ada beberapa pertanyaan yang bisa ditanyakan pada diri sendiri seperti:
Apabila jawaban dari pertanyaan di atas telah ditemukan, kamu bisa melangkah ke tahap selanjutnya yaitu menentukan branding yang diinginkan.
Berkaca pada pengertian di awal artikel, citra diri adalah sebuah image. Jadi ketika menentukan sebuah branding, pastikan hal tersebut tidak berbeda jauh dengan kepribadian dan keterampilan yang dimiliki sesuai dengan bidang yang akan digeluti.
Misalnya, kamu adalah seorang influencer yang dikenal getol menampilkan interior rumah estetik. Agar branding bisa menjangkau tujuan yang diharapkan, tampilkanlah image seorang penata ruangan yang mampu memadu madankan perabot dan aksesori agar rumah terlihat cantik.
Jangan terdistraksi dengan hal lain, seperti menampilkan sosok traveller atau tiba-tiba menjadi pemuka agama. Fokuslah pada kemampuan, bidang yang ingin digeluti, dan keterampilan diri.
Agar personal branding memiliki pijakan kuat dibutuhkan audiens setia. Misalnya, kamu adalah seorang desainer grafis yang memiliki keterampilan membuat video animasi berkualitas. Agar image ini menarik, tentu dibutuhkan wadah untuk menampilkan hasil kerja dan karyamu.
Di sinilah peran media sosial dibutuhkan. Paduan kekuatan media sosial dan citra diri dapat membantu menjangkau audiens yang diinginkan. Dalam kasus ini, kamu akan memperoleh audiens dari kalangan yang menggemari animasi. Apabila penggemar setia sudah dimiliki, bukan tidak mungkin image sebagai desainer grafis mumpuni akan membantu kita mendapatkan proyek-proyek besar.
Selain beberapa hal yang telah disebutkan, kamu juga bisa membangun jaringan profesional untuk meningkatkan citra diri. Diakui atau tidak, semakin kuat koneksi yang dimiliki semakin besar pula kemungkinan personal branding untuk lebih dikenal orang. Selain itu dari jaringan tersebut kita juga berkesempatan mendapatkan proyek-proyek baru yang berpotensi memajukan karir.
Baca juga: 7 Ciri-Ciri Profesionalisme yang Harus kamu Miliki
Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, paduan citra diri dan kekuatan media sosial akan membantu orang untuk lebih mengenal kita. Apalagi di era digital seperti saat ini, hampir setiap orang memiliki media sosial dan membangun interaksi yang kuat dengan orang lain di platform tersebut.
Diakui atau tidak, zaman sekarang orang lebih suka mencari informasi melalui Google dan internet. Jadi dengan adanya media sosial, kita dapat menjangkau orang-orang tersebut agar personal branding yang sedang dibangun semakin kuat. Apalagi jika di media sosial tersebut kita menampilkan portofolio dan proyek yang pernah dilakukan.
Baca juga: 7 Cara Membangun Personal Branding dengan Tepat
Membangun citra diri yang baik bukan hanya menampilkan apa yang kamu miliki tetapi juga mengembangkan apa yang kamu miliki.
Untuk dapat membangun citra diri yang baik, kamu tidak boleh berhenti berkembang dan belajar. Dunia bisnis sangat cepat berubah dan kamu harus selalu mempelajari hal-hal yang baru agar kamu tetap bisa relevan.
Itulah ulasan tentang apa itu personal branding dan bagaimana cara meningkatkannya. Apabila ulasan di atas masih dirasa kurang membantu dalam meningkatkan personal branding, kamu bisa mengikuti kursus pengembangan diri dari GreatNusa.
Selain dapat meningkatkan keterampilan, kursus ini juga membuka kesempatan baru untuk membangun koneksi. Tidak hanya kursus pengembangan diri, ada beberapa kursus bermanfaat lain agar kita bisa survive di era digital ini. Jadi selain memiliki branding kuat, kita tahu tip dan trik membangun bisnis agar bisa bertahan di era industri 4.0.
Tunggu apalagi, sudah saatnya bukan menjadi sebuah brand yang dikenal dan dicari orang tanpa perlu ngoyo mencari peluang kerja di job fair? Pastikan GreatNusa menjadi partner untuk mengembangkan diri dan membangun personal branding, ya. Semoga bermanfaat.
Strategi penetapan harga ada beragam, mulai dari harga premium, skiming, penetrasi, hingga competition based. Temukan penjelasannya di artikel ini.
Menetapkan harga jual produk merupakan hal yang tidak mudah. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan, baik dari internal perusahaan serta juga eksternal kompetitor. Untuk membantu kamu menentukan harga jual, ada banyak strategi penetapan harga yang dapat kamu gunakan.
Strategi penetapan harga merupakan metode yang dipakai untuk menentukan harga terbaik untuk sebuah produk atau layanan. Cara ini membantumu memilih harga yang memaksimalkan profit dan nilai merek sekaligus mempertimbangkan permintaan pasar dan pelanggan. Namun, kenyataannya, strategi penentuan harga tidak sesimpel definisinya—banyak hal yang berlangsung di dalam proses tersebut.
Metode ini bertanggung jawab untuk berbagai faktor bisnis, seperti target pendapatan, audiens sasaran, tujuan pemasaran, atribut produk, dan pemosisian merek. Penetapan harga juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, misalnya, tren pasar dan ekonomi, permintaan konsumen, dan strategi harga milik kompetitor.
Nah, ingin tahu strategi yang tepat untuk menentukan harga sesuai kebutuhan? Kamu bisa memilih di antara 10 jenis strategi berikut!
Secara garis besar, ada dua jenis strategi penetapan harga yang dapat kamu gunakan untuk menentukan harga jual produk.
Yang pertama adalah metode penetapan harga berbasis pasar. Metode ini lebih mempertimbangkan faktor eksternal seperti kompetitor serta target pasar untuk menentukan harga produk.
Yang kedua adalah metode penetapan harga berbasis produksi. Sesuai dengan namanya, metode ini berfokus pada biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi untuk menentukan harga produk.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah variasi dari kedua jenis utama strategi penetapan harga yang dapat kamu jadikan panduan.
Harga premium, atau prestise, merupakan strategi yang dapat kamu gunakan untuk menetapkan harga jual dengan tujuan untuk menunjukkan kesan mewah pada produk yang akan kamu jual.
Metode penetapan harga ini berfokus pada nilai keuntungan sebuah produk ketimbang nilai biaya produksi yang sebenarnya. Harga premium juga merupakan fungsi dari kesadaran merek dan persepsi merek.
Ketika perusahaan mematok harga tertinggi untuk produk baru dan menurunkannya dari waktu ke waktu saat kepopuleran produk berkurang, itulah yang disebut dengan price skimming. Penurunan harganya tidak langsung, tetapi dilakukan secara bertahap. Strategi ini biasa dipakai untuk produk teknologi, seperti konsol gim, pemutar DVD, dan ponsel pintar.
Price skimming membantu menutupi biaya yang hangus dan mampu menjual produk dengan baik saat masih baru dirilis. Namun, strategi ini membuat konsumen yang membeli dengan harga penuh merasa kesal dan menarik kompetitor yang menyadari penetapan harga “palsu”.
Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen Yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu
Berbanding terbalik dengan price skimming, strategi harga penetrasi adalah harga yang ditetapkan sangat rendah di awal. Metode ini sangat efektif untuk menarik perhatian pelanggan dan membuat mereka berpaling dari kompetitor yang mematok harga lebih tinggi. Harga penetrasi tidak mampu bertahan lama, tetapi bisa diterapkan untuk tujuan jangka pendek.
Bisnis seperti apa yang cocok dengan strategi ini? Metode harga penetrasi sangat pas untuk usaha yang baru didirikan demi mengumpulkan pelanggan atau bisnis yang terjun ke persaingan pasar. Sederhananya, strategi ini menyebabkan kerugian sementara—dengan harapan pelanggan lama akan tetap bertahan walaupun harga produk mengalami kenaikan.
Baca Juga: 6 Cara Memasuki Pasar Global Yang Bisa Dilakukan
Sesuai dengan namanya, strategi ini menargetkan psikologis manusia untuk meningkatkan penjualan. Sebagai contoh, menurut “efek digit 9“, walaupun sebuah produk berharga 99,99 dolar AS—yang pada dasarnya berbeda tipis dengan 100 dolar AS—pelanggan akan melihatnya sebagai penawaran menarik hanya karena angka “9”. Cara lain untuk menerapkan harga psikologis adalah dengan menawarkan produk “beli 1, gratis 1”.
Strategi harga bundle diterapkan ketika kamu menawarkan dua atau lebih produk atau layanan yang saling melengkapi dan menjualnya dengan satu harga. Metode ini adalah cara terbaik untuk menambahkan nilai lewat penawaran kepada pelanggan yang berniat membayar ekstra di muka untuk lebih dari satu produk. Harga bundling juga lebih mudah menarik pelanggan agar membeli dalam jumlah banyak secara cepat.
Berasal dari kata “free” dan “premium” yang digabungkan, strategi penetapan hargafreemium umumnya dipakai oleh perusahaan yang menawarkan dua versi dari sebuah produk. Mereka menyediakan versi dasar yang gratis, tetapi dengan fitur terbatas. Harapannya, pengguna mau membayar untuk meningkatkan versi sehingga dapat mengakses lebih banyak fitur.
Strategi freemium sangat umum digunakan oleh perusahaan SaaS (Software as a Service). Mereka memilih metode ini karena keanggotaan terbatas dan uji coba gratis menyuguhkan sekilas dari keseluruhan fungsi perangkat lunak. Selain itu, freemium juga bisa membangun keyakinan pada pelanggan potensial sebelum melakukan pembelian.
Harga dinamis merupakan strategi penetapan harga berdasarkan harga lonjakan, permintaan serta waktu. Strategi ini sangat fleksibel karena harga yang dipatok berfluktuasi sesuai permintaan pasar dan pelanggan.
Bisnis yang menerapkan harga dinamis, antara lain, hotel, maskapai penerbangan, venue acara, bisnis serbaguna. Mereka mengaplikasikan algoritma yang memperhitungkan faktor-faktor seperti permintaan dan harga pesaing. Algoritma tersebut membantu perusahaan dalam mengganti harga untuk menyesuaikan waktu dan produk yang akan dibayar pelanggan.
Strategi harga naik semata-mata berfokus pada biaya produksi dari barang atau jasa alias COGS (Cost of Goods Sold). Metode ini juga dikenal dengan strategi markup karena bisnis akan menaikkan harga produk tergantung jumlah profit yang mereka inginkan.
Bagaimana cara mengaplikasikannya? Tambahkan persentase tetap untuk biaya produksi barang. Sebagai contoh, kamu hendak menjual tas kulit. Biaya yang dihabiskan untuk memproduksinya adalah Rp100 ribu, lalu kamu ingin Rp100 ribu sebagai profit untuk setiap penjualan. Jadi, harga tas kulit tersebut senilai Rp200 ribu, yang berarti memperoleh markup 100 persen.
Umumnya, strategi harga naik dipakai oleh bisnis ritel yang menjual produk fisik. Metode ini tidak cocok untuk perusahaan berbasis layanan karena produk yang mereka tawarkan memiliki nilai yang jauh lebih besar ketimbang biaya pembuatannya.
Kemudian, strategi harga naik berfungsi dengan baik apabila kompetisinya menetapkan harga dengan model yang sama. Namun, taktik harga markup tidak akan membantu menggaet pelanggan baru jika kamu fokus menumbuhkan profit. Sebelum menerapkan strategi ini, lakukan dahulu analisis penetapan harga yang melibatkan kompetitor terdekat supaya membantu dalam mencapai target bisnis.
Harga geografis adalah penetapan harga produk atau jasa yang berbeda-beda tergantung lokasi geografis atau pasar. Strategi ini dapat diterapkan pada pelanggan luar negeri atau orang luar pulau yang memiliki perbedaan dari segi pendapatan dan ekonomi.
Harga per jam umumnya dipakai oleh konsultan, pekerja lepas, kontraktor, atau pekerjaan lain yang menawarkan bisnis layanan. Pada dasarnya, strategi ini menukar waktu dengan uang. Sebagian klien ragu-ragu untuk menyetujui strategi harga per jam karena tidak memberikan upah berdasarkan efisiensinya.
Lalu, bisnis apa yang bisa menggunakan strategi ini? Apabila perusahaan mengejar proyek cepat dan berjumlah banyak, harga per jam akan menjadi dorongan bagi pelanggan untuk bekerja bersamamu. Klien dapat membandingkan harga terjangkau dari bisnismu dengan bisnis yang menawarkan komitmen berbasis proyek yang mahal.
Sesuai dengan namanya, strategi penetapan harga satu ini menggunakan harga yang ditawarkan oleh kompetitor untuk produk serupa sebagai sebuah benchmark.
Untuk dapat menentukan harga jual dengan metode ini, kamu tinggal memilih; ingin menjual lebih mahal dari kompetitor atau lebih murah.
Jika kamu ingin menjual lebih mahal, maka kamu harus memberikan alasan yang dapat diterima pelanggan untuk dapat membeli produk kamu ketimbang milik pesaing.
Jika kamu ingin menjual lebih murah, kamu juga harus memastikan kalau kamu tetap dapat mendapatkan keuntungan.
Strategi penetapan harga yang umum dilakukan adalah menggunakan harga yang sama dengan kompetitor atau harga rata-rata. Untuk memaksimalkan keuntungan, perusahaan umumnya menekan biaya produksi.
Pertumbuhan komersial bisnis sangat bergantung pada strategi penetapan harga. Karena bisnis dapat meningkatkan penjualan dan menerima lebih banyak permintaan produk dengan memilih harga yang tepat. Namun, menetapkan harga produk bukanlah tugas yang harus dianggap enteng.
Perusahaan harus mengambil tindakan khusus untuk mencapai penetapan harga yang paling sesuai dengan tuntutannya. Di bawah ini adalah deskripsi pendekatan yang mungkin digunakan bisnis untuk menetapkan harga barang bisnis mereka.
Menentukan harga plus adalah pendekatan penetapan harga pertama yang dapat diterapkan oleh bisnis dari semua kalangan baik besar maupun kecil. Penggunaan metodologi ini adalah menghitung harga jual berdasarkan keseluruhan biaya yang dikeluarkan.
Hasil perhitungan kemudian akan ditambahkan ke jumlah tertentu untuk menutupi keuntungan, yang sering disebut margin. Tujuan utama dari strategi penetapan biaya harga plus ini adalah untuk memaksimalkan keuntungan bagi bisnis.
Menetapkan metode mark up adalah tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan bisnis untuk menentukan harga produk mereka. Bagi Anda yang belum tahu, mark up adalah proses penentuan harga jual suatu unit berdasarkan harga pokok produk yang dipasok pada saat pembelian pertama.
Angka yang diterima selanjutnya harus dikalikan dengan jumlah tertentu, yang dikenal sebagai markup. Markup itu sendiri mengungkapkan harga jual bisnis, yang seringkali lebih tinggi daripada biaya produksinya. Jadi, secara umum, perusahaan menghasilkan lebih banyak uang dengan markup yang lebih besar.
Metode penetapan harga lain yang efektif untuk bisnis adalah menentukan BEP atau break even point. Dengan teknik ini, harga jual ditentukan berdasarkan seluruh pengeluaran yang diinvestasikan dan hasil yang direalisasikan oleh entitas perusahaan.
Jika dilihat dari perspektif ini, masuk akal bahwa produsen atau bisnis yang menggunakan teknik ini tidak akan mendapatkan apa-apa. Di sisi lain, bisnis juga tidak akan mengalami kerugian, sehingga malah menemukan keseimbangan dalam pasar.
Menganalisis kompetitor adalah jenis teknik lain yang dapat digunakan bisnis untuk strategi penetapan harga. Di sini, bisnis dapat melakukan penelitian dan memeriksa hasil keuangan perusahaan saingan mereka.
Pengguna dapat melihat sumber daya yang digunakan dalam manufaktur, ketersediaan komoditas, dan harga yang berani ditetapkan oleh perusahaan lain untuk barang mereka. Perusahaan akan dapat memilih tarif dengan cara ini yang lebih menguntungkan bagi mereka dan lebih menarik bagi pelanggan.
Terakhir, perusahaan dapat melakukan penelitian ekstensif tentang permintaan pasar untuk mengembangkan rencana harga. Tujuan utama pendekatan ini adalah untuk mengidentifikasi keinginan dan masalah yang dihadapi pasar sasaran untuk bisnis tersebut. Biasanya, strategi ini perlu menilai komentar, tuntutan harga, serta bentuk kritik dan saran lainnya dari konsumen.
Itulah jenis-jenis strategi penetapan harga yang bisa dijadikan sebagai referensi. Pelajari semua faktor-faktornya sedikit demi sedikit, seperti kompetitor, biaya produksi, kebutuhan industri, permintaan konsumen, dan margin keuntungan. Selain itu, perhitungkan dan cari tahu terlebih dahulu apa yang paling penting bagi bisnismu. Dengan begitu, kamu dapat menemukan jenis harga terbaik untuk masing-masing produk.
Untuk dapat menerapkan strategi harga dengan lebih baik, kamu bisa mempelajari ilmu-ilmu yang terkait. Kamu bisa mempelajari konsep ekonomi bisnis pada perusahaan yang akan membantu kamu memahami seluk beluk keuangan suatu perusahaan sehingga dapat menentukan kebijakan keuangan yang lebih baik. Mari belajar bersama GreatNusa.
Kenali strategi harga untuk bersaing, seperti price skimming, loss leader pricing, dan value pricing. Temukan penjelasannya di artikel ini.
Apa pun produk yang kamu jual, harga yang dipasang akan menentukan kondisi dan target keuangan perusahaan. Menentukan harga jual produk yang cocok untuk barang atau jasa yang kamu sediakan juga tidak bisa dilakukan hanya semalam. Apalagi hanya dengan menggunakan insting dan perkiraan saja. Kamu memerlukan strategi harga yang tepat sehingga konsumen mau membeli dan target keuntungan tetap tercapai.
Tidak ada strategi harga yang baku tentang seberapa besar markup yang digunakan. Beberapa perusahaan mungkin hanya mengeluarkan modal kecil untuk produknya, tapi bisa menghasilkan profit yang besar. Di sisi lain, ada juga perusahaan yang menemukan sukses dengan harga yang berinflasi. Pada akhirnya, konsumen hanya akan memilih produk atau layanan dengan harga yang sesuai menurut value yang mereka peroleh.
Istilah strategi harga atau strategi penetapan harga mencakup semua metode yang digunakan oleh pemilik bisnis untuk menentukan berapa banyak biaya yang mereka habiskan untuk menghasilkan produk atau layanan. Untuk menerapkan strategi yang baik, kamu perlu melakukan berbagai perhitungan, melakukan riset pasar hingga mengumpulkan data terkait target konsumen.
Tentu saja tidak semua strategi penentuan harga memerlukan semua data itu. Beberapa pemilik bisnis memilih untuk membuatnya dengan cara sederhana lewat markup yang sudah ditetapkan. Ada juga yang menggunakan acuan harga eceran yang disarankan.
Jika kamu menggunakan proses yang konsisten dalam menetapkan harga, kamu sudah punya pricing strategy yang benar. Tapi kalau kamu bisa membangun strategi yang lebih memperhitungkan kondisi pasar serta faktor lain yang memengaruhi perilaku konsumen, kamu sudah lebih unggul di tengah kompetisi pasar.
Di tengah perkembangan pasar online, semakin mudah bagi pelanggan untuk membandingkan harga dari satu produsen dengan produsen lain. Artinya, konsumen akan semakin cepat menemukan produk yang menurut mereka harganya sesuai dengan nilainya. Di sinilah menetapkan harga jual yang tepat dapat menjadi pembeda yang besar.
Memiliki strategi penetapan harga yang tepat akan membantumu memenuhi harapan pelanggan dengan lebih baik karena kamu punya alasan kenapa harga yang kamu tetapkan lebih murah atau lebih mahal. Strategimu akan menciptakan proses berulang yang memungkinkan kamu melihat bagaimana tanggapan audiens dan pesaing terhadap keputusan penetapan harga yang kamu buat. Sembari menyempurnakan taktik, kamu bahkan bisa mengajak pembeli yang paling sensitif terhadap harga untuk tetap memilih produk atau jasa yang kamu tawarkan.
Baca Juga: Berikut Manfaat Mempelajari Perilaku Konsumen Yang Akan Berdampak Untuk Bisnis Kamu
Seperti yang telah disebutkan, menetapkan harga jual adalah suatu hal yang kompleks. Dari kompleksitas ini, lahirlah berbagai metode penetapan harga yang dapat digunakan dalam berbagai konteks.
Tidak ada metode penetapan harga yang sempurna; penetapan harga jual produk haruslah didasarkan pada berbagai faktor dan tujuan perusahaan. Karena tidak ada cara menetapkan harga jual yang sempurna, jangan takut untuk bereksperimen ketika memiliki kesempatan.
Berikut adalah beberapa jenis strategi penetapan harga yang dapat kamu jadikan panduan:
Price skimming atau skimming harga dilakukan dengan meluncurkan produk atau layanan tertentu dengan menggunakan harga tertinggi. Secara bertahap, kamu kemudian menurunkannya perlahan-lahan. Ini adalah cara yang bagus untuk menarik konsumen terutama pembeli dengan penghasilan tinggi yang menganggap diri mereka adalah pengadopsi awal atau trendsetter.
Strategi penetapan harga dengan penetrasi berkebalikan dengan skimming harga. Alih-alih memulai dengan harga tinggi, kamu mulai menjual produk atau layanan kamu dengan harga terendah ketika ingin memasuki pasar. Ketika produk mulai mendapatkan perhatian publik, kamu bisa meningkatkannya perlahan-lahan.
Strategi ini mungkin akan memberikan risiko keuntungan terbatas atau bahkan nol di awal (tergantung seberapa rendah harga yang kamu tetapkan). Tapi sebenarnya ini juga cukup ampuh untuk mengonversi konsumen. Hal yang sama juga berlaku seperti para pemilik bisnis yang memberikan sampel gratis untuk mendorong pelanggan melakukan pembelian. Dengan memberikan pengalaman diskon/harga rendah, akan tercipta loyalitas pelanggan.
Jenis strategi penetapan harga satu ini merupakan metode penetapan harga berdasarkan harga yang ditawarkan oleh kompetitor.
Sekilas, metode ini serupa dengan metode skimming yang merupakan metode penetapan harga berdasarkan harga terendah. Bedanya, pada competitor based pricing kamu tidak harus selalu mengambil harga terendah.
Tujuan utama dari metode satu ini adalah untuk mengambil harga yang digunakan oleh kompetitor untuk produk yang serupa dan mengambil angka tengahnya. Angka tengah ini kemudian akan dikenal sebagai harga benchmark.
Setelah mendapatkan harga benchmark, kamu akan memiliki pilihan; menggunakan harga yang sama, menawarkan harga yang lebih tinggi, dan menetapkan harga jual yang lebih murah.
Apapun pilihan yang kamu ambil, pastikan kamu memiliki dasar yang kuat. Ketika menetapkan harga lebih tinggi, kamu harus memastikan ada alasan kuat bagi konsumen untuk memilih produk kamu ketimbang pesaing. Jika memasang harga rendah, pastikan kamu tidak akan merugi.
Memilih angka yang sama umumnya menjadi strategi harga yang diambil. Perusahaan kemudian akan mencari keuntungan dengan berusaha menekan biaya produksi.
Harga rendah tidak selalu menjadi yang paling menarik di mata calon konsumen. Ketika target audiens kamu menginginkan produk dengan kualitas dan harga yang bagus, kamu harus bisa menunjukkan keunggulan yang dapat diberikan oleh brand kamu. Strategi penetapan harga premium atau premium pricing bisa membantu kamu membangun nilai di awal peluncuran produk/jasa.
Harga yang kamu pasang mungkin sedikit akan turun dari waktu ke waktu. Tapi jangan lupa untuk terus memberikan kesan eksklusif dan kemewahan seperti yang diharapkan oleh pelangganmu. Strategi harga premium ini seringkali diasosiasikan dengan merek-merek mewah seperti Fendi atau Mercedes-Benz.
Banyak pengecer baik online maupun offline menarik pelanggan dengan menawarkan satu produk dengan diskon sambil mendorong mereka membeli lebih banyak lagi. Cara ini bisa menghasilkan keuntungan yang lebih banyak per transaksi.
Meskipun strategi penetapan harga ini sering dikaitkan dengan harga promosi yang hanya berguna dalam jangka pendek, ini juga bisa dipakai dalam jangka panjang. Loss leader pricing jangka panjang bisa kamu lihat pada brand yang menetapkan harga bundel di mana harga yang diberikan akan lebih murah jika konsumen membeli lebih banyak.
Loss leader pricing mungkin tidak akan langsung meningkatkan margin keuntunganmu. Namun kamu akan mendapatkan penjualan yang lebih konsisten. Pada akhirnya ini akan melampaui nilai yang kamu perkirakan jika kamu hanya menjual dengan menetapkan harga satu per satu.
Angka yang dilihat oleh konsumen bisa berpengaruh lebih dari yang kamu pikirkan. Alih-alih mengubah persepsi konsumen tentang suatu produk, menetapkan harga dengan psychological pricing secara khusus bertujuan untuk mengubah persepsi mereka tentang harga produk tersebut yang sesungguhnya. Beberapa contoh umum dari strategi ini yang terbukti berhasil seperti menggunakan akhirkan ’99’ untuk setiap produk. Misalnya saja, alih-alih menulis Rp200.000, kamu bisa menjual dengan harga Rp199.999 agar terkesan lebih murah.
Value pricing atau strategi penetapan harga nilai merupakan yang paling penting dari semuanya. Strategi ini melibatkan perhitungan tentang seberapa bermanfaat, berkualitas tinggi dan pentingnya produkmu seperti yang diyakini oleh konsumen. Misalnya saja dengan menunjukkan kenapa layanan potong rambut kamu pantas dihargai 10 kali lebih mahal ketimbang layanan salon rambut pinggir jalan? Atau mengapa kue yang kamu jual memiliki harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan produk sejenis di toko kue?
Strategi harga satu ini mungkin adalah yang paling umum digunakan. Sesuai dengan namanya, strategi penetapan harga satu ini didasari oleh cost atau biaya produksi sebuah produk. Untuk menetapkan harga jual produk, kamu cukup melakukan mark up atau menambahkan biaya produksi dengan keuntungan yang diinginkan dari tiap produk yang terjual.
Saat kamu menggunakan strategi harga yang sesuai dengan bisnismu, kamu yakin bahwa produkmu memang memiliki nilai sesuai dengan apa yang ingin dilihat oleh pelanggan kamu. Menggunakan pendekatan logis untuk menetapkan harga atau layanan akan membantu memaksimalkan keuntungan sekaligus volume penjualan.
Butuh insight yang mendalam tentang dunia bisnis? GreatNusa menyediakan banyak kelas dan pelatihan online pilihan. Daftarkan diri kamu sekarang juga!