Menampilkan 97 - 102 dari 235 Artikel
Manajemen rantai pasokan adalah bagian yang penting dalam bisnis. Simak pengertian, elemen, cara kerja dan contoh selengkapnya melalui artikel ini.
Supply chain management atau manajemen rantai pasokan adalah sebuah istilah yang tidak asing dalam dunia bisnis. Efisiensi dan efektivitas pada rantai pasokan sebuah perusahaan akan memberikan dampak yang sangat besar pada kesuksesan usaha secara keseluruhan. Untuk bisa meningkatkan produktivitas dan profitabilitas bisnismu lebih jauh, kamu perlu meningkatkan dan mengoptimalkan rantai pasokan.
Untuk bisa mengoptimalkan rantai pasokan, kamu tentu harus memahami terlebih dahulu apa itu manajemen rantai pasokan dan bagaimana cara kerjanya. Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!
Manajemen rantai pasokan adalah penanganan seluruh aliran dalam produksi barang dan jasa. Mulai dari komponen mentah sampai pengiriman produk akhir yang siap pakai ke konsumen. Sebuah perusahaan menciptakan jaringan pemasok yang akan memindahkan produk dari pemasok bahan mentah ke perusahaan atau organisasi yang berhubungan langsung dengan pengguna.
Sistem manajemen rantai pasokan yang disusun dengan efektif dapat meminimalkan biaya dan waktu dalam siklus produksi. Berbagai industri biasanya memiliki standar masing-masing untuk rantai pasokan mereka. Dalam bisnis ritel misalnya, pengecer akan secara otomatis memberikan sinyal kepada produsen jika barang yang tersedia hampir habis. Dengan begitu, rak akan tetap terisi dan proses penjualan bisa terus berjalan tanpa gangguan.
Baca Juga: Bagaimana Proses Manajemen Strategis Berjalan di Perusahaan?
Manajemen rantai pasokan bisa berjalan dengan baik jika mempertahankan 4 elemen utama yang ada di dalamnya. Dengan empat elemen tersebut, bisnismu bisa mendapatkan beragam manfaat termasuk dukungan strategi bisnis, peningkatan hubungan dan kepuasan pelanggan serta efisiensi kinerja, respons dan peningkatan kualitas. Keempat elemen tersebut adalah:
Integrasi yang dimaksud adalah adanya informasi yang akurat dan andal tentang aktivitas dan detail rantai pasokan. Dengan begitu kesalahan, penundaan, kekurangan dan kelebihan/kekurangan stok bisa ditanggulangi dengan segera. Adanya integrasi ini juga memungkinkan kamu sebagai pemilik bisnis untuk merencanakan dan mengurangi masalah yang menyebabkan gangguan pasokan.
Sama pentingnya dengan menjaga rantai pasokan yang kuat, operasi atau kegiatan operasional merupakan tulang punggung dari pekerjaan yang dilakukan oleh produsen. Saat ini, banyak perusahaan yang melakukan evaluasi operasional secara konstan untuk mengidentifikasi hal apa yang bisa dilakukan dengan lebih efisien. Ini bisa dilakukan dengan memantau peralatan untuk memastikan bisnis mendapatkan hasil maksimal atau dengan mengurangi jam kerja ketika produksi melambat. Dengan cara ini, rantai pasokan bisa berjalan dengan lebih optimal.
Elemen pembelian atau purchasing dalam rantai pasokan memastikan perusahaan memiliki semua yang dibutuhkan untuk berjalannya kegiatan operasional termasuk bahan, perlengkapan, alat dan tenaga kerja. Sebelum proses dilakukan, kamu harus memastikan memiliki semua ini sebelum kamu benar-benar membutuhkannya. Tanpa pembelian yang tepat, kamu bisa kehabisan bahan baku yang bisa menunda produksi atau kelebihan bahan baku yang bisa membebani anggaran perusahaan.
Rantai pasokan akan berakhir ketika produk mendarat di rak toko tempat pelangganmu bisa membelinya. Tetapi untuk membuat produk bisa sampai di sana, dibutuhkan juga proses pengiriman yang terencana dengan baik. Sebagian besar perusahaan saat ini menggunakan perangkat lunak logistic untuk mengelola pengiriman produk mereka. Baik ketika mereka menangani proses pengiriman tersebut sendiri, atau mengirimkannya lewat pihak ketiga.
Ketika proses pengiriman dilakukan dengan benar, produk bisa berpindah dengan cepat dari gudang ke pelanggan.
Baca Juga: Apa yang Dimaksud dengan Manajemen Strategis: Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Prosesnya
Manajemen rantai pasokan adalah upaya pemasok untuk mengembangkan dan mengimplementasikan rantai pasokan yang seefisien dan seekonomis mungkin. Rantai pasokan sendiri mencakup segala sesuatu mulai dari pengembangan produk, produksi hingga sistem informasi yang diperlukan untuk melakukan usaha.
Biasanya, manajemen rantai pasokan mencoba mengontrol atau menghubungkan proses produksi, pengiriman dan distribusi suatu produk secara terpusat. Dengan mengelola rantai pasokan, perusahaan bisa memotong biaya berlebih untuk mengirimkan produk ke konsumen dengan lebih cepat. Hal ini dilakukan dengan menjaga kontrol yang lebih ketat atas persediaan internal, produksi internal, distribusi, penjualan serta persediaan vendor perusahaan.
Baca Juga: Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Perusahaan
Pada dasarnya, setiap perusahaan memiliki strategi masing-masing untuk menjalankan manajemen rantai pasokan mereka. Tujuannya tentu saja agar kebutuhan pelanggan terpenuhi dan target perusahaan bisa tercapai. Beberapa contohnya antara lain:
Setelah melampaui Walmart sebagai perusahaan ritel terbesar dunia dalam beberapa dekade terakhir, konsep ‘online big box’ yang diusung oleh Amazon adalah contoh sempurna dari manajemen rantai pasokan yang unik. Sebagai e-commerce, Amazon melampaui toko ritel dengan mengirimkan langsung produk dari gudang mereka ke rumah pelanggan. Inovasi rantai pasokan yang diciptakan oleh Amazon adalah dengan menjadikan proses pengiriman produk sebagai bagian terakhir dari rantai pasokan mereka. Saat ini, banyak perusahaan di berbagai belahan dunia yang meniru sistem rantai pasokan mereka.
Di saat banyak produsen mobil membuat pabrik di berbagai negara, Tesla membuat mobil yang inovatif, populer dan mewah di California, di sebuah lokasi real estate yang sangat mahal. Alih-alih membuat rantai pasokan yang panjang, mereka punya supply chain yang terintegrasi secara vertikal, dengan pabrik mobil layanan lengkap di dekat kantor pusat perusahaan, Tesla memiliki hampir semuanya.
Baca Juga: 4 Tugas Manajemen Produksi dalam Sebuah Perusahaan
Seperti yang sudah disebutkan pada pembahasan sebelumnya, manajemen rantai pasokan yang baik akan mendukung ketersediaan produk di pasaran. Jika ada salah satu elemen yang mengalami kekurangan, maka ini akan berpengaruh pada elemen lain dalam rantai pasokan. Salah satu contohnya bisa kita lihat pada kasus McDonald's yang terpaksa meniadakan menu French fries atau kentang goreng ukuran large di beberapa negara.
Pada Desember 2021 lalu, McDonalds Jepang mengumumkan bahwa mereka tidak akan menjual lagi kentang goreng dalam ukuran besar. Hambatan rantai pasokan yakni terbatasnya sumber kentang dari Amerika Utara membuat perusahaan membuat kebijakan ini. Untungnya, konsumen masih bisa membeli kentang goreng ukuran medium.
Konsumen Indonesia dan Malaysia juga turut terkena imbasnya. Mulai 2 Februari 2022 ini, McDonalds Indonesia juga akan meniadakan menu kentang goreng. Masalah utamanya juga masih berhubungan dengan krisis rantai pasokan yakni keterbatasan kentang mentah yang menjadi bahan baku akibat pandemi. Sama seperti di Jepang, untuk sementara konsumen Indonesia masih bisa menikmati menu kentang goreng dengan membeli ukuran medium.
Rantai pasokan adalah sebuah sistem yang kompleks. Agar bisa berjalan dengan baik, semua komponen harus diatur dengan manajemen yang baik. Dengan begitu, perusahaan bisa tetap berjalan dan pelanggan tidak akan kecewa karena stok produk yang kosong. Manajemen risiko juga diperlukan untuk menghadapi situasi tak terduga seperti pandemi agar rantai pasokan tidak terganggu dan kerugian bisa diminimalisasi.
Ingin belajar lebih jauh tentang manajemen rantai pasokan? Kamu bisa temukan jawabnya melalui kursus Global Supply Chain dan berbagai pengetahuan penting lain seputar dunia bisnis? Yuk, ikuti kelas online di GreatNusa. Pilihan kelasnya ada banyak, loh!
Apa yang dimaksud dengan machine learning? Pelajari penerapan dan keuntungannya, dan mengapa teknologi ini punya potensi pasar besar melalui artikel berikut.
Istilah machine learning kerap muncul sebagai salah satu tren teknologi yang semakin banyak berperan dalam era industri digital 4.0. Apa yang dimaksud dengan machine learning? Bagaimana teknologi ini berperan dalam dunia bisnis? Jika kamu berniat memulai bisnis atau memulai karier yang melibatkan analisis dan evaluasi mendalam, pastikan kamu mengetahui dasar-dasar machine learning sebagai berikut.
Machine learning adalah konsep terkait pengambilan dan pembacaan pola data oleh komputer. Dengan kata lain, teknologi machine learning melibatkan proses belajar oleh komputer, di mana sistem komputer membaca pola tertentu dari rangkaian data acak. Hasil pembacaan ini digunakan untuk berbagai kepentingan, mulai dari membaca pola perilaku hingga nilai suatu industri.
Machine learning juga terkait dengan tren Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Dalam AI, machine learning memungkinkan teknologi tersebut untuk membaca dan menarik kesimpulan signifikan dari kumpulan data. Hal ini banyak diterapkan di berbagai sistem dan teknologi pendukung bisnis.
AI dan machine learning memiliki pasar potensial di masa depan. Menurut survei Statista, keuntungan dari pasar industri perangkat AI menunjukkan proyeksi peningkatan signifikan sejak tahun 2018, dan diperkirakan mencapai 126 miliar Dolar AS pada tahun 2025. Paduan proyeksi keuntungan serta manfaat teknologi ini bisa menjadi pertimbanganmu untuk semakin terlibat di dalamnya.
Baca Juga: Pengenalan Machine Learning untuk Pemula
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan machine learning, saatnya kamu memahami manfaatnya agar semakin yakin untuk menerapkannya. Beberapa contoh manfaat tersebut adalah:
Analisis dan pemrosesan data selalu menjadi bagian dari dunia bisnis. Akan tetapi, jika dulu hanya ada sistem hitung dan analisis manual, kini kamu bisa mengandalkan machine learning. Proses analisis dan pemrosesan seperti input data bisa dilakukan secara otomatis sesuai kategori. Kamu bisa menggunakan waktu yang tersisa untuk melakukan hal lain dalam bisnis.
AI dan machine learning bisa secara cepat menerjemahkan pesan ke dalam bentuk lain. Contohnya adalah perubahan pesan teks ke suara (dan sebaliknya) atau penerjemahan teks secara otomatis. Berbagai fungsi ini sering muncul di perangkat seperti situs pencarian dan aplikasi ponsel, sesuatu yang sangat membantu pengguna dan bisa meningkatkan keuntungan perusahaan pengelolanya.
Berbagai bisnis membutuhkan pembuatan dan analisis model finansial serta matematis. Keduanya harus dibuat, dihitung, dan dianalisis secara akurat agar bisa diaplikasikan dengan benar dalam bisnis. Dengan AI dan machine learning, proses ini bisa dilakukan secara cepat dan akurat sehingga minim kesalahan.
Dokumentasi, input data, pembuatan laporan, dan berbagai kegiatan terkait terkenal memakan banyak waktu jika dilakukan secara manual. Kini, berbagai perusahaan menggunakan teknologi untuk membuat dokumentasi dan laporan berdasarkan data yang sudah dimasukkan. Prosesnya pun semakin cepat dan mudah serta minim kesalahan. Kamu pun bisa menghemat waktu untuk melakukan hal lain terkait bisnis.
Ingin bisnis sukses dan meraih banyak pelanggan setia? Salah satu kuncinya adalah memahami segmentasi pelanggan serta karakteristik setiap kelompok. Informasinya bisa kamu gunakan untuk merumuskan strategi pemasaran dan promosi yang tepat. Kamu bisa menggunakan teknologi machine learning untuk menciptakan segmentasi tersebut dari kumpulan besar data. Machine learning “belajar” mengelompokkan karakteristik pelanggan secara mendetail lewat informasi yang sudah kamu masukkan.
Baca Juga: Pengertian Supervised Learning dalam Machine Learning
Apa yang dimaksud dengan machine learning dalam dunia bisnis dan industri? Penerapannya ternyata sudah banyak. Berikut beberapa di antaranya.
AI dan machine learning adalah bagian penting dari teknologi asisten virtual, misalnya Siri dan Cortana. Keduanya memberikan jawaban terbaik terhadap pertanyaan “standar” pengguna (misalnya menanyakan ramalan cuaca atau kabar terbaru dari media daring) lewat masukan data yang sudah diberikan sebelumnya.
Pernahkah kamu melihat produk tertentu di toko daring lalu mendapat rekomendasi produk serupa di bawahnya? Hal ini berkat teknologi machine learning yang membaca minat calon pembeli berdasarkan barang yang mereka klik sebelumnya. Desain machine learning seperti ini juga terlihat dari Amazon yang memperlihatkan barang lain yang bisa kamu beli bersama produk utama yang sedang dilihat.
Chatbot adalah teknologi yang semakin sering terlihat di berbagai situs komersial. Chatbot diterapkan dalam kotak chat yang otomatis muncul ketika kamu membuka situs tersebut (biasanya mereka memulai dengan pesan “Ada yang bisa dibantu?”). Data yang dimasukkan ke dalam chatbot tersebut membuatnya mampu menjawab pertanyaan standar.
Analisis pada peramban (browser) adalah bukti adanya machine learning yang mempelajari perilaku penggunaan internetmu. Ketika kamu rajin mencari suatu informasi, peramban akan mengisi kotak kosong dengan teks prediksi secara otomatis, tergantung apa yang kamu sering cari. Hal ini berarti peramban membaca perilakumu dengan mudah.
Baca Juga: 7 Contoh Kecerdasan Buatan yang Berhasil Diterapkan
Mengadopsi teknologi baru yang menyeluruh seperti machine learning membutuhkan strategi agar penerapannya bisa jangka panjang. Inilah beberapa tips agar teknologi tersebut bisa terus berjalan:
Teknologi machine learning semakin berkembang dan perusahaan wajib merespons dengan mempekerjakan staf berkeahlian spesifik. Contohnya adalah insinyur data, peneliti data, dan mekanik AI. Keahlian spesifik mereka membutuhkan investasi, tetapi mereka mampu menjaga dan meningkatkan daya kerja teknologi yang diadopsi perusahaanmu.
Hasil pengambilan dan analisis data lewat machine learning harus melalui proses pengukuran agar kamu bisa mengukur potensi kesuksesan teknologi tersebut. Metrik dan sistem pengukuran tersebut harus dilakukan oleh pakar profesional yang sengaja ditunjuk. Sistem tersebut tidak hanya menjaga kinerja teknologi, tetapi juga memudahkanmu untuk mengukur kemajuan dan kemunduran perusahaan lewat tren data yang dibaca.
Penerapan machine learning wajib melalui sistem manajemen rinci, dari pemasangan, pemeliharaan, pelaksanaan, perbaikan, hingga evaluasi. Semuanya harus memiliki daftar tugas rutin agar bisa dikelola secara rapi. Perusahaan juga wajib menciptakan sistem perlindungan privasi data sejak awal, bukan menambahkannya belakangan. Transparansi, manajemen yang baik, serta privasi data adalah kunci penerapan sukses.
Ingin belajar lebih jauh tentang machine learning? Ikuti kursus pengembangan diri dan karier lewat GreatNusa, penyedia kursus daring dengan materi digital. Selain kursus, GreatNusa juga rutin mengadakan webinar dengan berbagai tema, termasuk teknologi data, AI, dan machine learning.
GreatNusa menyediakan kursus dan webinar bertema teknologi, misalnya Introduction to Artificial Intelligence dan Praktik Data Science untuk Pemula. Setiap kursus disampaikan oleh instruktur yang ahli di bidangnya, lengkap dengan materi digital yang mudah diakses. Semua materinya juga disesuaikan dengan tuntutan era industri digital 4.0 sehingga keahlian yang kamu dapat lebih relevan.
Mengetahui apa yang dimaksud dengan machine learning serta cara kerja dan contohnya memberimu ilustrasi tentang tren bisnis masa depan. Ikuti kursus di GreatNusa untuk mempelajari beragam ilmu terkait teknologi dan tren ini.
Belajar bahasa Jepang pemula tak hanya dapat kamu lakukan lewat kursus. Ada pula pilihan mempelajarinya secara autodidak di rumah. Simak selengkapnya di sini!
Bekal kemampuan berbahasa asing jadi modal berharga untuk memperoleh karier cerah di masa depan. Apalagi, kalau kamu menguasai bahasa yang populer seperti bahasa Jepang. Kabar baiknya, ada metode belajar bahasa Jepang pemula yang bisa kamu praktikkan sendiri di rumah.
Menguasai bahasa Jepang dengan cara belajar autodidak bukanlah hal yang mustahil. Apalagi, saat ini ada banyak sarana pendukung yang bisa kamu manfaatkan. Lewat cara belajar seperti ini, kamu tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk upaya upgrade kemampuan.
Nah, penasaran dengan metode belajar bahasa Jepang yang dapat kamu praktikkan di rumah? Berikut ini adalah 7 tips yang perlu kamu perhatikan:
Berbeda dengan bahasa Indonesia, bahasa Jepang mempunyai 3 sistem huruf. Kamu pun perlu memahami ketiganya. Alasan utamanya adalah karena pemakaian ketiga sistem aksara tersebut saling berkaitan. Bahkan, tak menutup kemungkinan kalau orang Jepang menggunakan sistem huruf yang berbeda secara bersamaan.
Kemunculan huruf hiragana terjadi karena kesulitan masyarakat Jepang dalam membaca huruf kanji. Hiragana mempunyai bentuk yang dinamis dan biasa digunakan untuk penulisan kata-kata asli dalam bahasa Jepang. Dalam sistem huruf Jepang, terdapat sebanyak 46 huruf hiragana.
Keberadaan 3 sistem huruf tersebut membuat bahasa Jepang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Namun, kamu bakal memiliki kebanggaan tersendiri ketika berhasil menguasainya.
Setelah mengetahui sistem huruf dalam bahasa Jepang, kamu perlu membangun kosakata sedikit demi sedikit. Sebagai langkah awal, kamu dapat mempelajari kosakata yang sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya adalah:
Baca Juga: Apa Itu Personal Branding dan Bagaimana Cara Meningkatkannya?
Tak hanya kosakata, kamu perlu tahu kalau pelafalan kata-kata dalam bahasa Jepang beda dengan bahasa lain. Beberapa petunjuk yang dapat kamu perhatikan terkait aturan pelafalan bahasa Jepang di antaranya adalah:
Untuk membantu kamu dalam memahami cara pelafalan tersebut, ada aplikasi smartphone yang bisa dimanfaatkan. Aplikasi tersebut adalah Learn Japanese Phrases yang tersedia untuk platform Android serta iOS.
Untuk membantu kamu dalam menguasai kosakata bahasa Jepang serta cara pelafalannya, ada metode belajar menyenangkan menarik dan menyenangkan. Kamu bisa memanfaatkan waktu senggang untuk belajar bahasa Jepang pemula lewat menonton anime.
Ada banyak pilihan anime yang bisa kamu tonton. Beberapa rekomendasi anime tersebut di antaranya adalah:
Saat menonton anime, usahakan untuk tidak membaca subtitle. Dengan begitu, kamu punya kesempatan untuk bisa memahami cara pelafalan serta kosakata yang diucapkan karakter dalam anime.
Baca Juga: 5 Contoh Perusahaan yang Melakukan Transformasi Digital
Cara selanjutnya yang perlu kamu ikuti dalam proses belajar bahasa Jepang pemula adalah partikel dasar. Bahasa Jepang mempunyai aturan yang disebut partikel. Kegunaannya adalah untuk menghubungkan kata sehingga menjadi satu kesatuan dalam sebuah kalimat. Fungsinya mirip dengan preposisi yang ada dalam bahasa Indonesia.
Kamu perlu menggunakan partikel ketika ingin menunjukkan tempat, waktu, arah, dan semacamnya. Total ada sebanyak 188 partikel dalam bahasa Jepang. Untuk bisa menguasai bahasa Jepang, kamu perlu mengenal semua partikel tersebut. Namun, kalau masih dalam tahap pemula, kamu perlu mengutamakan penguasaan partikel dasar seperti:
Kalimat dalam bahasa Jepang mempunyai berbagai struktur yang berbeda-beda. Kamu perlu memahaminya untuk bisa fasih dalam melafalkan kata-kata dalam bahasa Jepang. Contoh struktur tersebut di antaranya adalah:
Unsur + Partikel + Predikat (Kata Kerja) + masu. Unsur bisa berupa subjek, objek, keterangan, atau topik. Sementara itu, masu merupakan tambahan kata. Contoh pemakaiannya adalah 私 は 本 を 読みます。 (Watashi wa hon o yomimasu) yang memiliki arti, saya membaca buku.
Terakhir, kamu perlu mengerti kalimat yang sering digunakan sehari-hari beserta pelafalannya. Kalimat-kalimat tersebut di antaranya adalah:
Baca Juga: Apa itu Kecerdasan Buatan dan Contohnya? Bagaimana Cara Kerjanya?
Itulah tips yang dapat kamu praktikkan untuk mempelajari bahasa Jepang. Sebagai pelengkap, kamu bisa pula memanfaatkan kesempatan belajar bahasa Jepang sendiri dengan memanfaatkan kursus online di GreatNusa. Lewat kursus tersebut, kamu bisa belajar bahasa Jepang pemula secara lancar dan memahaminya dengan benar.
Semoga bermanfaat, ya.
Perbedaan machine learning dan deep learning memang kompleks. Namun, semua itu bisa dipahami dengan mudah dengan mengenali lima poin yang membedakannya berikut.
Mengenal perbedaan machine learning dan deep learning adalah penting, terutama jika kamu ingin terjun ke dunia artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Keduanya jelas berbeda meskipun saling berkaitan. Penasaran apa yang membedakan deep learning dan machine learning? Yuk, simak penjelasannya secara lebih lengkap di bawah ini!
Machine learning atau dalam bahasa Indonesia berarti pembelajaran mesin, pertama kali dikenalkan pada tahun 1959 oleh Arthur Samuel, ahli komputer asal Negeri Paman Sam.
Secara harfiah, machine learning didefinisikan oleh Samuel sebagai cabang ilmu komputer yang secara khusus mempelajari bagaimana sebuah mesin mampu menyelesaikan masalah tanpa harus diprogram secara eksplisit.
Machine learning sendiri dikembangkan berdasarkan berbagai disiplin ilmu seperti penggalian data (data mining), statistika, dan matematika. Adapun algoritma yang digunakan meliputi reinforcement learning, semi-supervised learning, unsupervised learning, dan supervised learning.
Setiap algoritma memiliki cara kerjanya masing-masing, tetapi intinya adalah untuk mengolah data yang masuk. Program machine learning kemudian akan mengambil kesimpulan sesuai dengan rangkaian data yang dianalisis. Hasil kesimpulan selanjutnya digunakan untuk menyelesaikan tugas dari program tersebut dengan cara paling efisien.
Kemampuan tersebut menjadi pembeda utama antara mesin yang sengaja diprogram untuk melakukan tugas tertentu dan mesin yang belajar. Mesin yang memiliki kemampuan untuk mempelajari sesuatu mampu menyelesaikan tugas secara lebih dinamis.
Baca Juga: Pengertian Supervised Learning dalam Machine Learning
Deep learning adalah metode penerapan machine learning yang menggunakan jaringan nalar buatan untuk meniru cara kerja otak manusia. Menggunakan algoritma sebagai ‘neuronnya’, deep learning mampu menentukan dan menganalisis karakteristik suatu rangkaian data.
Program deep learning dirancang dengan kemampuan yang jauh lebih kompleks dari machine learning. Hal ini ditujukan agar program tersebut mampu mempelajari, mengolah, dan mengklasifikasikan rangkaian data.
Setiap algoritma dalam jaringan nalar buatan memiliki kapabilitas untuk menganalisis berbagai dimensi data. Sebab itu, kesimpulan yang dihasilkan oleh model deep learning relatif lebih tepat dan rinci.
Algoritma yang diterapkan pada satu jaringan nalar dibagi ke dalam sejumlah lapisan dan dengan tugas yang berbeda-beda. Umumnya, satu jaringan dibagi menjadi lapisan input dan lapisan output.
Lapisan input berfungsi menampung rangkaian data mentah seperti teks, audio, atau gambar. Sementara itu, lapisan output berfungsi menampilkan kesimpulan dari penelitian data. Selain kedua lapisan ini, masih ada sejumlah lapisan tersembunyi lainnya. Umumnya, lapisan tersebut memiliki fungsi menganalisis dan kategori data berdasarkan referensi.
Lalu, bagaimana cara kerja lapisan-lapisan tersebut? Misal, kamu menggunakan model deep learning untuk mengklasifikasikan gambar serangga. Katakanlah kamu mengunggah gambar capung, program deep learning secara otomatis akan mencocokkannya dengan gambar lain pada referensi data.
Program lalu akan mencari kesamaan dari gambar yang sudah kamu unggah dengan kategori yang sudah dikenali oleh program tersebut. Jika program deep learning menemukan adanya kesamaan, maka lapisan output akan menarik kesimpulan bahwa gambar tersebut adalah gambar capung.
Baca Juga: Pengenalan Machine Learning untuk Pemula
Nah, sekarang kamu sudah tahu apa itu machine learning dan deep learning. Keduanya merupakan dua bagian penting dari AI yang acap kali dianggap serupa. Untuk lebih memahami perbedaan keduanya, berikut beberapa poin yang membedakannya:
Perbedaan machine learning dan deep learning bisa dilihat dari penggunaan algoritmanya. Program machine learning menggunakan algoritma untuk mengurai data, mempelajari data, dan membuat keputusan berdasarkan data yang telah dipelajari.
Sementara itu, deep learning menggunakan susunan algoritma yang berlapis-lapis untuk menciptakan “jaringan nalar buatan”. Jaringan ini membuat program deep learning memiliki kemampuan untuk mempelajari data dan membuat keputusan sendiri.
Program machine learning hanya mampu menganalisis data yang terstruktur. Sementara itu, deep learning mampu menganalisis data yang tidak terstruktur seperti gambar, video, maupun audio. Keduanya juga memiliki performa mengolah data yang berbeda, terutama saat jumlah data terus meningkat.
Algoritma pada deep learning tidak memiliki kemampuan untuk secara maksimal mengolah data dalam jumlah kecil. Ini karena algoritma yang diterapkan dalam program deep learning sengaja dirancang untuk mengolah data dalam jumlah banyak saja. Sementara itu, algoritma pada machine learning mampu menganalisis data dalam jumlah kecil.
Attribute engineering (rekayasa fitur) mengacu pada proses pemilihan dan transformasi variabel menggunakan machine learning atau deep learning saat menciptakan model analisis prediktif. Prosesnya sendiri melibatkan analisis data, pengaplikasian aturan praktis, dan juga penilaian.
Attribute engineering memang cukup rumit. Tujuannya sendiri adalah untuk mengurangi kompleksitas sebuah data dan membuat keseluruhan struktur data lebih mudah dipahami oleh algoritma.
Dalam hal ini, hanya machine learning yang membutuhkan rekayasa fitur, sedangkan deep learning sama sekali tidak membutuhkannya. Dengan kata lain, beberapa fitur kemungkinan bisa saling berkaitan saat proses analisis machine learning dilakukan.
Adanya fitur-fitur yang saling berkaitan bisa membuat hasil analisis tidak akurat. Oleh sebab itu, penting untuk mengatur fitur pada analitik machine learning.
Baca Juga: Unsupervised Learning: Pengertian, Jenis, dan Contoh
Butuh perangkat keras kelas atas untuk menjalankan program deep learning. Selain itu, mesin yang digunakan juga harus memiliki kemampuan mumpuni untuk mengolah data dalam jumlah besar. Pasalnya, tipe pembelajaran ini bisa bekerja secara optimal jika data yang diolah banyak.
Sementara itu, program machine learning cukup membutuhkan mesin kelas menengah atau bahkan kelas bawah untuk mengolah data secara optimal. Lalu, mengapa deep learning membutuhkan perangkat yang jauh lebih berat?
GPU (Graphics Processing Unit) merupakan salah satu kebutuhan program deep learning. GPU menjadi bagian integral karena deep learning harus melakukan multiplikasi matriks yang jumlahnya tidak sedikit. Oleh sebab itulah, butuh GPU yang mumpuni untuk menjalankan model deep learning.
Selain beberapa poin di atas, perbedaan antara machine learning dan deep learning juga bisa diketahui melalui penerapannya. Pengaplikasian kedua sub-bidang kecerdasan buatan ini dapat dengan mudah untuk ditemui. Bahkan tanpa kamu sadari, beberapa contoh penerapannya sudah kamu gunakan dalam aktivitas sehari-hari.
Contoh paling umum dari penerapan model machine learning adalah sistem rekomendasi pada e-commerce. Algoritma machine learning akan menganalisis data produk yang sebelumnya kamu cari untuk memberimu rekomendasi serupa. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot mencari produk yang kamu inginkan secara manual.
Contoh lain dari penerapan machine learning adalah asisten virtual seperti Google Assistant, Alexa, Cortana, dan Siri. Produk AI ini digunakan untuk memberikan informasi sesuai dengan perintah pengguna.
Ada pula teknologi chatbot yang serupa dengan asisten virtual. Teknologi ini umumnya digunakan untuk mendapatkan wawasan pelanggan agar perusahaan bisa memperbaiki strategi bisnisnya dan meningkatkan pengalaman pengguna.
Sementara itu, penerapan deep learning bisa ditemukan pada fitur face unlock di smartphone. Fitur ini berfungsi untuk membuka kunci pada gawai dengan mendeteksi wajah pengguna. Contoh lain yang baru-baru ini diterapkan adalah sistem tilang otomatis.
Algoritma pada sistem tilang tersebut dirancang untuk secara otomatis mengenali pelanggaran saat berkendara seperti tidak mengenakan helm, melanggar lalu lintas, kedaluwarsa, dan lain sebagainya.
Nah, itu tadi pembahasan seputar perbedaan machine learning dan deep learning. Butuh ketekunan untuk mempelajari kedua sub-bidang dari kecerdasan buatan tersebut. Pembelajaran bisa kamu lakukan dari berbagai sumber seperti mengikuti kursus daring bersama GreatNusa untuk mendapatkan pembelajaran yang terperinci dan mudah dipahami.
Apa itu UI dan UX? UI dan UX merupakan salah satu kunci sukses dalam bisnis yang melibatkan teknologi digital. Baca informasi selengkapnya di sini.
Dalam mengembangkan aplikasi atau website bisnis, penting untuk memperhatikan UI dan UX. Namun, apa itu UI dan UX? Apa saja komponen penting di dalamnya? Apa peran UI dan UX dalam bisnis?
Bagi mereka yang sudah lama berkecimpung dalam bisnis digital, mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah UI dan UX. Tetapi, bagi para pebisnis yang baru saja terjun di dunia bisnis digital atau sedang bertransformasi menuju teknologi digital tentu kurang familiar dengan istilah tersebut. Oleh karena itu, penting untuk membaca artikel ini hingga tuntas.
Apa itu UI dan UX? UI atau User Interface, merupakan tampilan atau visual desain sebuah sistem, aplikasi, atau halaman web. UI merupakan jembatan penghubung yang membuat pengguna berinteraksi dengan produk di dalam sistem, aplikasi, atau website. Oleh karena itu, agar menarik dan meningkatkan kepuasan pengguna, tampilan UI harus indah serta mudah digunakan.
Sedangkan UX atau User Experience merupakan proses menciptakan suatu produk berdasarkan pengalaman pengguna. Dengan demikian, produk yang dihasilkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna. Pengalaman menyenangkan yang dialami pengguna, akan menjadi indikator kenyamanan dan kemudahan saat menggunakan produk tersebut.
Dari kedua pengertian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa UI merupakan bagian dari UX. Jadi, untuk meningkatkan kepuasan pengguna, dibutuhkan kombinasi UI dan UX yang baik.
Baca Juga: UI UX Designer : Pengertian, Workflow, dan Keterampilan yang Harus Dimiliki
Layout, tema, ikon, animasi yang tampil pada produk, tombol, tipografi, dan visual interaktif lainnya, merupakan komponen dari IU. Oleh karena itu, tidak heran jika keindahan dan kemudahan pengguna menjadi fokus dalam pembuatan desain UI.
Jika komponen UI fokus pada visual produk, maka komponen UX fokus pada fitur-fitur dalam produk tersebut. Jadi, komponen UX ini meliputi aspek visual design, aspek interaksi pengguna, struktur desain, cara menggunakan produk, copywriting konten, dan branding.
Ketika membuat sistem, aplikasi atau website, UI dan UX merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya saling berkaitan dalam memberikan pengalaman interaksi terbaik bagi pengguna. Berikut kolaborasi komponen UI/ UX yang bisa mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan website atau menggunakan aplikasi:
Segala bentuk informasi yang ditampilkan harus memiliki struktur. Oleh karena itu, diperlukan adanya informasi arsitektur ini. Dalam mengorganisir komponen ini, berikut metode yang dibutuhkan:
Metode ini berpusat pada teori psikologi, di mana dalam pembuatan elemen setiap aplikasi atau website mengedepankan fungsionalitas dan penyusunannya.
Metode ini menekankan proses pendistribusian informasi ke dalam beberapa menu, sehingga memudahkan pengguna untuk memahami dan mengingat dengan baik setiap informasi tersebut.
Metode ini mengedepankan tindakan pengguna dalam mengorganisir informasi. Contoh, fitur sorting pada website atau aplikasi yang ditujukan untuk menemukan produk berdasarkan spesifikasi tertentu.
Desain dan interaksi dalam aplikasi atau website merupakan dua hal yang saling berkaitan. Desain website atau aplikasi tidak hanya sekedar indah, tetapi juga menarik interaksi pengguna. Interaksi tersebut, antara lain menggeser, menekan, atau klik fitur maupun tombol. Interaksi inilah yang nantinya digunakan untuk mengukur behavior (kebiasaan) pengguna.
Ukuran kegunaan dalam desain UI/ UX ini dinilai dari mudah tidaknya penggunaan website atau aplikasi tersebut, serta tepat tidaknya desain klik atau button dengan maksud dan tujuan pembuatannya. Hal ini karena setiap desain memiliki fungsi atau kegunaannya masing-masing.
Komponen penting selanjutnya adalah prototype berupa wireframe. Komponen yang disusun akan dijadikan layout dan diserahkan kepada tim pengembang untuk selanjutnya diproses ke dalam software.
Desain visual dibuat dari hasil wireframe. Pada komponen ini, UI/ UX Designer akan menambahkan atau mengubah style, warna, font, dan perubahan lain yang dibutuhkan. Fungsi komponen ini untuk memberi gambaran jelas mengenai desain website atau aplikasi.
Dalam pembuatan desain visual ini, sebaiknya dilakukan dengan konsisten. Terlebih dalam penggunaan huruf, warna, bentuk tombol, maupun letak tombol atau fitur. Tujuannya, agar pengguna tidak bingung dan mudah menemukan apa yang dicari.
Baca Juga: Peran UI/ UX Untuk Meningkatkan Daya Saing Bisnis
Dianggap sebagai salah satu kunci sukses sebuah produk, berikut peran penting dan manfaat UI/ UX dalam bisnis:
Membuat produk yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, tentu akan mendatangkan peminat ke website atau aplikasi. Dengan fokus pada UX, maka kamu bisa membuat produk dengan fitur yang sesuai kebutuhan pengguna.
Tampilan website atau aplikasi yang buruk dan sulit digunakan, tentu akan ditinggalkan oleh pengguna. Sebagian orang akan memilih untuk meninggalkan website atau uninstall aplikasi. Sebaliknya, tampilan yang menarik dan mudah digunakan akan membuat pelanggan puas dan bertahan dengan website atau aplikasi tersebut.
Pelanggan yang puas dengan tampilan atau fitur dalam website maupun aplikasi, tentu akan bertahan dan kembali berkunjung. Selain itu, proses penyelesaian yang mudah ketika menggunakan website atau aplikasi, akan menarik pengunjung untuk melakukan pembelian. Secara tidak langsung, kondisi ini akan meningkatkan penjualan bisnis.
Baca Juga: Merancang Prototyping Desain UX bagi Pemula
Agar desain UI/ UX website atau aplikasi terlihat menarik di mata pengguna, berikut tips penggunaan UI/UX yang tepat dalam bisnis:
Saat membuat desain UI/ UX sebuah website atau aplikasi, tempatkan diri kamu dalam sudut pandang pengguna. Dengan demikian, preferensi pengguna saat mengakses website atau aplikasi bisa kamu jadikan pertimbangan.
Untuk mengenali audiens atau pengguna, kamu dapat melakukan riset UI/ UX user (pengguna) perusahaan kompetitor.
Ketika membuka sebuah website atau aplikasi, tentu pengguna ingin mengakses fitur tertentu. Dalam proses ini, pengguna akan merasa nyaman ketika desain dalam fitur tersebut mudah dipelajari dan digunakan. Kemudahan akses ini akan mendorong mereka untuk kembali berkunjung dan menggunakan website atau aplikasi kamu.
Tipografi akan menarik pengguna untuk mengeksplor website atau aplikasi lebih jauh. Oleh karena itu, buat tulisan yang menarik, namun tetap sederhana, ringkas, dan mudah dipahami.
Dibanding harus scrolling terus menerus, sebaiknya tambahkan tombol yang bisa menarik pengguna untuk mengakses lebih banyak fitur.
Tata letak yang sederhana, tetapi memiliki ikon, warna, huruf, serta gambar yang jelas dan menarik akan lebih disukai pengguna.
Ketika membuat desain UI/ UX, pastikan pengguna memahami fitur atau tombol dalam website atau aplikasi tanpa perlu menekan tombol bantuan. Tempatkan fitur atau tombol tersebut pada tempat yang mudah ditemukan pengguna.
Baca Juga: 3 Dimensi Brand Image yang Harus Dipahami
Untuk konten yang panjang, tambahkan pilihan “Lanjut” atau “Sembunyikan”. Dengan begitu, pengguna tidak menghabiskan waktu untuk konten yang tidak mereka cari atau inginkan.
Setelah desain selesai dibuat, lakukan uji coba pada beberapa orang. Pastikan setiap desain fitur atau tombol mudah dipahami dan digunakan.
Saran atau masukan dari orang lain tentu akan membantu kamu memberikan pandangan dan pendapat dari sudut pandang yang berbeda. Ini dapat membantu kamu dalam menentukan desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Demikian penjelasan mengenai apa itu UI dan UX beserta komponen maupun perannya dalam bisnis. Ilmu mengenai UI dan UX ini juga bisa kamu dapatkan dengan mengikuti kursus daring di GreatNusa. Di sini ada banyak tenaga profesional yang akan membantumu belajar.
Fungsi dari desain user interface adalah membuat pengunjung situs atau pengguna aplikasi merasa nyaman dan betah. Bagaimana cara kerjanya? Baca dalam artikel ini.
Pernahkah kamu langsung meninggalkan sebuah situs atau menutup aplikasi karena tampilannya yang kurang menarik dan membingungkan? Hal ini bisa terjadi karena situs atau aplikasi tersebut memiliki desain user interface yang buruk. Padahal, seharusnya fungsi dari desain user interface adalah membuat pengunjung situs atau pengguna aplikasi merasa nyaman dan betah.
Apa itu user interface dan bagaimana kerjanya pada sebuah situs atau aplikasi agar pengunjung tidak langsung kabur? Simak penjelasan berikut.
User interface merupakan tampilan visual sebuah aplikasi, website, hardware, atau software yang menentukan respon pengguna ketika berinteraksi dengan produk-produk tersebut. Jika dianalogikan sebagai sebuah rumah, maka halaman depan, pintu utama, dan jendela yang terlihat adalah user interface rumah tersebut.
Tampilan user interface (UI) ini, merupakan gabungan dari infrastruktur informasi, konsep desain interaksi, dan konsep desain visual yang bertujuan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengguna. Untuk membuat tampilan UI yang menarik ini, dibutuhkan seorang UI Designer atau UI/ UX Designer.
UI Designer atau UI/ UX Designer bertugas membuat rancangan dan mengembangkan desain tampilan awal sebuah aplikasi atau produk lainnya. Setelah itu, rancangan desain ini diserahkan ke pengembang aplikasi atau developer untuk diimplementasikan dalam kode program.
Baca Juga: Mengenal User Journey yang Penting dalam Proses Produksi
Sebagai tampilan awal sebuah aplikasi, website, software, atau hardware, fungsi dari desain user interface adalah sebagai berikut:
Tujuan utama perusahaan membuat sebuah website tentunya untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung situs. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan jumlah pengunjung (traffic) website. Di sini lah fungsi user interface, yaitu untuk membantu perusahaan mencapai semua tujuan tersebut.
Tampilan website yang menarik, interaktif, mudah digunakan, dan mengikuti tren terkini tentu akan memancing pengguna untuk berkunjung ke website tersebut.
Selain tampilan yang menarik, perusahaan juga perlu memperhatikan komponen penyusun tampilan muka aplikasi atau website. Perusahaan perlu memperhatikan berbagai fitur, layout, dan konten yang tersedia di halaman muka tersebut. Apakah memudahkan pengguna atau justru membingungkan pengguna ketika mengeksplor website atau aplikasi?
Apabila aplikasi atau website tersebut memudahkan pengguna dalam mencari apa yang memang dibutuhkan, maka aplikasi atau website tersebut memiliki user experience yang baik.
User interface website atau aplikasi yang jelas, dapat membuat pengunjung mengetahui dan mengingat produk atau layanan bisnis perusahaan kamu. Tampilan visual ini juga bisa menjadi ciri khas atau identitas perusahaan yang membedakannya dengan produk perusahaan lain. Sehingga, ketika melihat ciri khas tersebut, pengguna internet yang pernah berkunjung akan langsung mengingat bahwa produk tersebut merupakan milik perusahaan kamu.
Website atau aplikasi yang mudah digunakan tentunya akan membuat pengunjung datang kembali. Hal ini tentu berdampak pada branding dan pendapatan perusahaan. Ketika branding perusahaan ini berhasil, tentu keuntungan juga akan meningkat.
Selain itu, pengguna yang puas dengan produk website atau aplikasi, tentunya akan memberikan rekomendasi atau ulasan yang baik. Secara tidak langsung, hal ini akan mendatangkan pengguna baru yang bisa meningkatkan penjualan dan menambah keuntungan.
Baca Juga: Merancang Prototyping Desain UX bagi Pemula
Tampilan antarmuka memiliki peranan penting dalam memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung atau pengguna. Oleh karena itu, dalam proses pembuatannya, UI Designer perlu mengenal karakteristik UI dan melakukan user research maupun research competitor.
Berikut beberapa karakteristik user interface yang perlu kamu ketahui, sebelum mempelajari cara kerjanya:
Memiliki komposisi desain dan konten yang jelas merupakan salah hal penting dalam membuat desain user interface. Tujuannya, agar pengunjung mudah memahami dan berinteraksi aplikasi atau website. Selain itu, penempatan layout, konten, fitur, gambar, warna, fungsi tombol, dan komponen lain yang konsisten, juga akan memudahkan pengguna.
UI yang responsif artinya, dapat dijalankan atau dioperasikan di berbagai perangkat dan bekerja dengan cepat. Tampilan UI dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran dari perangkat yang digunakan pengunjung website. Selain itu, ketika pengguna menekan sebuah tombol atau menu, website atau aplikasi memuat dengan cepat.
Penyajian konten dan desain yang menarik, sesuai tren terkini, juga mempengaruhi waktu kunjung pengguna website atau aplikasi. Oleh karena itu, pastikan desain UI yang ditampilkan sesuai dengan kebutuhan pengunjung.
Desain UI yang jelas memang memudahkan pengguna dan meningkatkan UX. Namun, kamu juga perlu hati-hati ketika menuliskan penjelasan pada setiap bagian website. Hindari memberikan penjelasan atau definisi panjang, karena dapat menghabiskan waktu pengguna untuk membaca. Lebih baik tulis penjelasan tersebut secara singkat dan tidak lebih dari satu kalimat.
Sedangkan terstruktur artinya, alur jalannya aplikasi mudah dipahami pengguna dengan tampilan UI yang disajikan. Tampilan UI tersebut juga dapat menjawab berbagai kebutuhan pengguna, sehingga lebih efisien dalam mencapai tujuan mereka.
Desain antarmuka yang tepat sasaran artinya sesuai dengan produk yang ditawarkan oleh website atau aplikasi. Sehingga UI yang ditampilkan dapat meningkatkan nilai jual produk tersebut.
Baca Juga: Merancang UI yang Efektif dengan Qt 5
Seiring berjalannya waktu, tampilan desain user interface perlu mengalami perubahan. Agar dapat menyesuaikan kebutuhan pengguna atau untuk memperbaiki kesalahan dari tampilan sebelumnya. Oleh karena itu, sebaiknya desain UI ini mudah diolah maupun diedit.
Setelah mengetahui karakteristik UI, selanjutnya adalah memahami cara kerja dari tampilan antarmuka ini. Berikut rangkumannya:
Sebelum membuat desain antarmuka sebuah aplikasi, software, hardware, atau website, UI Designer perlu melakukan persiapan berikut:
Setelah mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan, UI Designer membuat sketsa kasar dari tampilan aplikasi, website, software, atau hardware yang akan dibuat. Proses ini disebut sebagai wireframe. Sketsa yang terbentuk, nantinya akan digunakan untuk menyusun layout awal. Wireframe atau sketsa kasar ini sendiri dapat dibuat secara manual, menggunakan coretan tangan, atau menggunakan alat (tools).
Komponen yang sudah dibuat kemudian disusun ke dalam mockup. Proses ini akan memberi gambaran detail sebelum tampilan UI produk dibuat oleh developer. Adapun komponen yang ada dalam mockup ini berupa aspek desain visual, warna, gambar, dan tipografi. Dengan bantuan mockup, ide yang dituangkan oleh UI Designer akan lebih mudah dipahami oleh developer.
Prototype merupakan tahap terakhir dalam pembuatan tampilan antarmuka, sebelum benar-benar disajikan ke pengguna atau pengunjung website yang sesungguhnya. Di dalam prototype ini, berisi simulasi interaksi pengguna dengan tampilan user interface.
Setelah prototype sempurna, maka tampilan antarmuka yang telah dirancang dapat langsung diimplementasikan ke aplikasi, website, software, atau hardware. Pengunjung dapat menggunakan desain UI ini untuk menemukan produk yang mereka butuhkan.
Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi dari desain user interface adalah sebagai ujung tombak sebuah website atau aplikasi untuk menarik pengguna. Pelajari cara membuat desain user interface ini di GreatNusa. Di sini kamu bisa belajar sekaligus berdiskusi mengenai user interface pada forum yang disediakan.