Captive Market: Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Bagikan Artikel 

captive market adalah

Harga dan kualitas produk tidak selalu menjadi alasan kesuksesan bisnis. Fenomena captive market juga membuat suatu produk barang atau jasa dari suatu bisnis memiliki tingkat permintaan yang tinggi. Captive market adalah kondisi pasar yang menguntungkan bisnis karena hanya sedikit kompetitor di bidang industrinya.

Captive market sudah sering diterapkan dalam dunia bisnis Indonesia. Tidak sedikit bisnis yang mendapatkan keuntungan karena menerapkan strategi ini. Lantas, apa yang disebut sebagai captive market itu? Apa saja contoh captive market yang ada di Indonesia? Simak artikel ini untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Captive Market

Captive market adalah fenomena pasar yang memiliki jumlah produsen atau penyuplai terbatas. Keterbatasan jumlah produsen ini membuat konsumen hanya membeli dari bisnis yang tersedia. Singkatnya, konsumen memiliki pilihan yang terbatas, bahkan harus membayar harga yang lebih tinggi untuk sebuah produk. Di sisi lain, captive market membawa keuntungan bagi pelaku bisnis karena minimnya pesaing.

Sekilas captive market terlihat mirip pasar monopoli. Kesamaannya terletak pada jumlah produsen yang lebih sedikit dan kompetitor yang lebih rendah. Minimnya produsen dalam satu bidang pasar berarti variasi produk yang tersedia lebih sedikit. Konsumen tidak memiliki pilihan substitusi yang lebih banyak sehingga terpaksa menggunakan produk dari suatu bisnis.

Captive market terjadi ketika bisnis mempunyai seluruh unit dalam satu area bisnisnya. Faktor lain yang menciptakan captive market mencakup sumber daya yang terbatas, kekurangan pasokan, keterbatasan geografis, edisi spesial dari suatu produk, dan produk yang dihasilkan bersifat unik. Captive market juga bisa terjadi karena kesamaan ideologi yang dimiliki oleh bisnis dan target pasarnya.

Baca Juga: Kanban: Pengertian, Manfaat, Fungsi, Serta Cara Menggunakannya

Manfaat Menerapkan Captive Market

Captive market memiliki manfaat yang besar bagi bisnis. Apa saja? Lihat uraian lengkapnya di bawah ini.

1. Menghasilkan Keuntungan Lebih Tinggi

Bisnis bisa menentukan harga produk lebih tinggi tanpa khawatir akan kehilangan konsumen. Mereka memperoleh keuntungan yang lebih besar karena memasang harga jual jauh di atas biaya produksi produknya. Manfaat ini sering dirasakan pada pemilik restoran waralaba yang membuka cabangnya di stasiun atau bandara.

2. Kendali Lebih Besar terhadap Pasar

Bisnis memiliki kendali yang lebih besar terhadap pasokan produk dan penentuan harga ketika menerapkan captive market. Mereka bisa mengontrol pasar sehingga membawa keuntungan yang signifikan bagi kemajuan bisnis.

3. Fokus pada Kualitas dan Inovasi 

Captive market juga memberikan peluang bagi bisnis untuk meningkatkan kualitas produknya. Alhasil, bisnis tidak perlu memotong biaya produksi, tetapi menghasilkan produk yang lebih baik daripada sebelumnya. Bisnis juga bisa berinovasi dan menciptakan produk baru tanpa harus khawatir ada kompetitor yang mencuri idenya. Keuntungan ini membuat bisnis mampu menghasilkan produk yang unik dan lebih disukai oleh pelanggannya.

Baca Juga: 5 Cara Mengembangkan Upaya Berfikir Inovatif Ketika Sedang Bekerja

4. Stabilitas Bisnis

Captive market memiliki kompetitor yang sedikit sehingga bisnis bisa menghasilkan pendapatan yang stabil secara terus-menerus. Mereka lebih mudah merencanakan strategi jangka panjang lebih mudah serta mengurangi risiko kegagalan bisnis pada masa depan. Stabilitas ini tentu harus dijaga ketika ada pendatang baru ke pasar mereka.

5. Loyalitas Pelanggan Bertambah

Pelanggan merasa lebih terikat pada suatu merek atau bisnis karena keterbatasan pilihan yang tersedia. Loyalitas pelanggan meningkat dan mereka cenderung untuk terus membeli produk tanpa beralih ke bisnis yang lain.

6. Keterampilan dan Efisiensi Operasional Berkembang 

Selain pengembangan produk, bisnis juga mampu mengembangkan keterampilan dan keahlian karyawannya. Mereka memiliki karyawan yang andal dalam kegiatan operasional, terutama memproduksi dan memasarkan produk. Bisnis dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mengurangi biaya produksi yang kurang efektif akibat kelalaian.

Contoh Captive Market

Barangkali kamu belum memahami konsep captive market setelah membaca penjelasan di atas. Cobalah melihat contoh di bawah ini agar kamu lebih memahami praktik captive market di dunia bisnis.

1. Pembersih Kloset dan Keran Grohe

Grohe merupakan perusahaan asal Jerman yang memproduksi kloset dan keran berteknologi tinggi. Mereka mengharuskan pelanggannya untuk merawat perlengkapan kamar mandi dan dapur dengan produk pembersih dari Grohe. Pelanggan tidak mempunyai pilihan lain selain menggunakan pembersih tersebut agar tampilan dan kualitas perlengkapan kamar mandinya tetap terjaga.

2. Restoran Khas Negara Tertentu

Pernahkah kamu menyadari bahwa restoran yang menyajikan makanan khas dari suatu negara (contohnya Arab, Turki, atau India) memiliki harga produk yang lebih tinggi? Inilah contoh captive market yang terjadi di dunia kuliner Indonesia. Pangsa pasar restoran ini sangat luas, tetapi hanya sedikit restoran yang menyajikan hidangan khas suatu negara secara autentik alias tidak merupakan akulturasi dengan kuliner Indonesia.

Baca Juga: Apa itu Kecerdasan Buatan dan Contohnya? Bagaimana Cara Kerjanya?

3. Restoran Cepat Saji Waralaba di Bandara atau Stasiun

Restoran cepat saji waralaba yang tersedia di bandara atau stasiun kereta api juga termasuk captive market. Konsumen yang sedang menunggu transportasi pilihannya tidak mempunyai pilihan lain kecuali membeli makanan dari restoran di area tersebut. Harga makanan di restoran waralaba di bandara lebih tinggi daripada cabang lainnya. Kondisi yang sama juga berlaku pada bisnis oleh-oleh di bandara atau stasiun.

4. Bioskop

Hampir seluruh bioskop melarang pengunjungnya untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Sebagai gantinya, mereka memiliki kios yang menyediakan makanan dan minuman di area bioskop. Pengunjung mau tidak mau harus membeli makanan atau minuman di kios tersebut. Pemilik bioskop juga mematok harga yang lebih tinggi daripada produk sejenisnya untuk memperoleh keuntungan.

5. Penyedia Layanan Telekomunikasi di Area Perdesaan

Beberapa penyedia layanan telekomunikasi memiliki akses jaringan yang terbatas di area perdesaan. Penduduk terpaksa menggunakan layanan telekomunikasi dari penyedia tertentu karena jaringannya mampu menjangkau area tempat tinggalnya.

Kesimpulannya, captive market adalah kondisi pasar dengan sedikit kompetitor sehingga meningkatkan potensi keuntungan bisnis. Kamu bisa menerapkan strategi ini setelah menetapkan pangsa pasar dan produk yang ingin dihasilkan. Jangan lupa untuk menerapkan strategi lainnya agar konsumen tertarik membeli produkmu. Ikutilah kursus Menyusun Manajemen Strategi Bisnis agar kamu bisa mempelajari langkah yang tepat dalam menentukan strategi untuk menjalankan bisnismu. Yuk, asah kemampuanmu sebagai wiraswasta melalui kelas bisnis di GreatNusa!

Bagikan Artikel

[show_copy_btn]

Great Nusa

Digital lifelong learning platform for Indonesia’ future leaders. We believe that every citizen has the rights to earn qualified education.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan Required fields are marked *

Tentang GreatNusa

GreatNusa adalah portal pembelajaran online dengan visi mencetak pemimpin masa depan Indonesia yang berani menjadi pribadi HEBAT dengan materi pembelajaran berkualitas. Akses pembelajaran dengan mudah dari mana saja dan kapan saja tersedia dalam bentuk kursus gratis maupun kursus berbayar melalui website dan aplikasi GreatNusa. Kami berkomitmen membentuk karakter yang HEBAT melalui nilai-nilai perusahaan kami